🎯 Deskripsi & Mengapa Training Ini Penting?
  • Organisasi memiliki banyak pengetahuan kritis yang tersimpan pada individu berpengalaman. Tanpa mekanisme transfer yang terstruktur, pengetahuan tersebut berisiko tidak tersebar, sulit direplikasi, dan dapat hilang ketika terjadi rotasi, mutasi, atau pergantian personel. Pada saat yang sama, seorang ahli teknis belum tentu otomatis mampu menjelaskan pengetahuannya secara sederhana, memfasilitasi pembelajaran, memberikan coaching, atau membangun standar praktik yang dapat digunakan orang lain.

    Internal Expert Accelerator Program dirancang untuk mempercepat kesiapan para Subject Matter Expert (SME) menjadi internal expert yang tidak hanya unggul pada aspek teknis, tetapi juga mampu mengartikulasikan expertise, mengubah tacit knowledge menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari, menyampaikan materi secara efektif, membimbing rekan kerja, dan membangun kontribusi yang berkelanjutan bagi organisasi.

    Program Pelatihan 2 Hari untuk Mempercepat Transformasi Subject Matter Expert menjadi Internal Expert yang Mampu Berbagi, Membimbing, dan Mengembangkan Kapabilitas Organisasi.

Manfaat Training :

  • Memahami peran dan ekspektasi seorang Internal Expert serta perbedaannya dengan sekadar menjadi orang yang paling berpengalaman.
  • Memetakan area expertise, bukti kompetensi, stakeholder, dan kebutuhan transfer pengetahuan yang paling bernilai bagi organisasi.
  • Mengubah pengalaman dan tacit knowledge menjadi struktur pengetahuan yang eksplisit, sederhana, dan dapat direplikasi.
  • Mendesain materi pembelajaran singkat dengan tujuan belajar, alur, contoh, latihan, dan alat bantu yang tepat.
  • Menyampaikan pengetahuan dengan teknik komunikasi, storytelling, fasilitasi, dan demonstrasi yang efektif.
  • Memberikan feedback, coaching, dan mentoring dasar untuk mempercepat penguasaan kompetensi orang lain.
  • Menyusun rencana kontribusi 30-60-90 hari sebagai Internal Expert.

Materi Training:

Module 1. The Role of an Internal Expert

Durasi: 60 menit

Tujuan Sesi

  • Memahami perubahan peran dari ‘knowing’ menjadi ‘enabling others to know and perform’.
  • Mengidentifikasi empat peran internal expert: authority, translator, capability builder, dan knowledge steward.
  • Membangun kredibilitas berbasis bukti, bukan hanya jabatan atau senioritas.

Pokok Materi

  • Expert vs Internal Expert: expertise menjadi bernilai ketika dapat dipahami, digunakan, dan dikembangkan oleh orang lain.
  • Empat sumber kredibilitas: competence (penguasaan), evidence (hasil/bukti), relevance (konteks bisnis), generosity (kemauan berbagi).
  • Expert trap: terlalu teknis, jargon berlebihan, asumsi audiens sudah paham, terlalu cepat memberi jawaban, dan knowledge hoarding.
  • Prinsip ‘Know – Structure – Share – Coach – Scale’ sebagai siklus kontribusi internal expert.

Aktivitas/Praktik

Latihan: Expert Role Reflection. Peserta menilai kekuatan dan gap pada lima peran expert menggunakan skala 1-5, lalu memilih dua area prioritas.

Module 2. Expertise Mapping & Expert Value Proposition

Durasi: 90 menit

Tujuan Sesi

  • Memetakan domain keahlian secara tajam.
  • Menentukan audiens/stakeholder utama.
  • Merumuskan nilai yang dihasilkan dari expertise.

Pokok Materi

  • Expertise Map: Domain -> Sub-domain -> Critical Tasks -> Decisions -> Common Problems -> Best Practices.
  • Evidence inventory: proyek, problem solved, performance improvement, certification, pengalaman kasus, lesson learned.
  • Stakeholder mapping: siapa yang membutuhkan pengetahuan, kapan mereka membutuhkannya, dan keputusan apa yang ingin mereka buat.
  • Expert Value Proposition: ‘Saya membantu [target] untuk [hasil] melalui [keahlian/metode], terutama ketika [situasi kritis].’

Aktivitas/Praktik

Latihan: peserta membuat 1 halaman Expertise Canvas berisi domain, top 5 critical know-how, bukti, stakeholder, dan value proposition.

Module 3. Capturing Tacit Knowledge

Durasi: 90 menit

Tujuan Sesi

  • Mengidentifikasi tacit knowledge yang sering tidak terdokumentasi.
  • Mengubah pengalaman menjadi aset pengetahuan yang bisa digunakan ulang.

Pokok Materi

  • Tacit vs explicit knowledge; sinyal tacit knowledge: ‘feeling’, shortcut, judgement, pattern recognition, exception handling.
  • Teknik Knowledge Harvesting: Critical Incident, Think Aloud, Why-Why, Before-During-After, dan Decision Tree.
  • Struktur codification: What -> Why -> When -> How -> Watch-outs -> Example -> Checklist.
  • Knowledge asset options: SOP, playbook, checklist, FAQ, troubleshooting guide, job aid, video demo, case library.

Aktivitas/Praktik

Latihan: pilih satu pekerjaan kritis. Urai langkah normal, titik keputusan, risiko, kesalahan umum, dan tips expert; hasilnya menjadi draft Expert Playbook.

Module 4. Designing Transferable Learning

Durasi: 90 menit

Tujuan Sesi

  • Mendesain pembelajaran yang berorientasi kinerja.
  • Menyusun alur materi yang mudah dipahami dan dipraktikkan.

Pokok Materi

  • Mulai dari performance outcome: apa yang harus mampu dilakukan peserta setelah sesi.
  • Rumus tujuan belajar: Audience + Behavior + Condition + Standard.
  • Alur sederhana: Hook -> Why -> Concept -> Demonstration -> Practice -> Feedback -> Application.
  • Chunking: satu bagian materi menjawab satu pertanyaan utama; prioritaskan must know dibanding nice to know.
  • Prinsip 10-20-70 dalam sesi: konteks/konsep secukupnya, contoh/demonstrasi, lalu praktik dan feedback.
  • Evaluasi: knowledge check, demonstration, work sample, atau application evidence.

Aktivitas/Praktik

Workshop: membuat Expert Learning Map untuk satu sesi 30-60 menit, termasuk tujuan, tiga pesan utama, contoh, latihan, dan evaluasi.

Module 5. Expert Communication & Storytelling

Durasi: 90 menit

Tujuan Sesi

  • Menjelaskan hal kompleks secara sederhana.
  • Menggunakan contoh dan cerita untuk meningkatkan relevansi dan daya ingat.

Pokok Materi

  • Audience-first communication: mulai dari kebutuhan, level pengetahuan, konteks, dan keputusan audiens.
  • Pyramid principle: headline dulu, kemudian alasan/bukti, lalu detail.
  • Analogy & example: gunakan perbandingan yang familier tanpa mengorbankan akurasi.
  • Story framework: Context -> Challenge -> Choice/Action -> Result -> Lesson.
  • Signposting: jelaskan ‘di mana kita berada’ dalam struktur pembahasan.
  • Visual discipline: satu slide/satu ide utama; kurangi teks; gunakan diagram untuk hubungan/proses.

Aktivitas/Praktik

Latihan: peserta menjelaskan satu konsep teknis dalam 2 menit kepada audiens non-expert, lalu menerima feedback atas clarity, relevance, dan structure.

Module 6. Facilitation & Handling Questions

Durasi: 75 menit

Tujuan Sesi

  • Membangun partisipasi dan psychological safety.
  • Menangani pertanyaan tanpa kehilangan fokus atau kredibilitas.

Pokok Materi

  • Ask before tell: gunakan pertanyaan untuk mengaktifkan pengetahuan peserta.
  • Jenis pertanyaan: open, probing, diagnostic, reflective, application.
  • Teknik respons: Listen -> Clarify -> Respond -> Check.
  • Jika tidak tahu: akui batas pengetahuan, jelaskan apa yang diketahui, dan sepakati cara follow-up; jangan mengarang jawaban.
  • Menangani peserta dominan/pasif, pertanyaan di luar scope, dan perdebatan teknis.
  • Parking lot dan time-boxing untuk menjaga alur sesi.

Aktivitas/Praktik

Simulasi: fasilitator memberi skenario pertanyaan sulit. Peserta berlatih merespons dengan LCRC dan menerima peer feedback.

Module 7. Coaching, Mentoring & Feedback

Durasi: 75 menit

Tujuan Sesi

  • Membedakan teaching, mentoring, coaching, dan feedback.
  • Memberikan feedback yang spesifik dan mendorong perbaikan.

Pokok Materi

  • Teaching untuk membangun pengetahuan/skill; mentoring untuk berbagi pengalaman; coaching untuk membantu orang berpikir; feedback untuk mengoreksi atau memperkuat perilaku.
  • Coaching flow GROW: Goal -> Reality -> Options -> Way Forward.
  • Feedback SBI+: Situation -> Behavior -> Impact -> Next Step.
  • Prinsip feedback: cepat, spesifik, berbasis observasi, fokus pada perilaku, dan diakhiri kesepakatan tindakan.
  • Hindari expert dependency: jangan selalu memberi jawaban; gunakan pertanyaan dan progressive autonomy.

Aktivitas/Praktik

Latihan triad: coach-coachee-observer. Kasus: rekan kerja berulang kali salah pada pekerjaan teknis. Observer menggunakan checklist kualitas coaching.

Module 8. Microteaching / Expert Clinic

Durasi: 90 menit

Tujuan Sesi

  • Mengintegrasikan struktur materi, komunikasi, fasilitasi, dan feedback.
  • Mendapatkan umpan balik berbasis rubrik.

Pokok Materi

  • Setiap peserta/kelompok menyampaikan mini-session 7-10 menit dari topik expertise mereka.
  • Struktur minimum: tujuan, hook, 2-3 pesan utama, contoh/demonstrasi, interaction/check for understanding, close.
  • Rubrik: accuracy, structure, simplicity, relevance, engagement, response to questions, application.

Aktivitas/Praktik

Praktik: microteaching dilanjutkan 5 menit feedback. Peserta merevisi satu bagian materi berdasarkan feedback.

Module 9. 30-60-90 Day Expert Action Plan

Durasi: 30 menit

Tujuan Sesi

  • Menerjemahkan pembelajaran menjadi kontribusi nyata.
  • Menentukan indikator keberhasilan dan dukungan yang dibutuhkan.

Pokok Materi

  • 30 hari: pilih priority knowledge, stakeholder, dan satu quick-win asset.
  • 60 hari: lakukan sharing/coaching, kumpulkan feedback, perbaiki aset.
  • 90 hari: scale melalui komunitas praktik, repository, train-the-trainer, atau standardisasi.
  • Indikator: jumlah aset digunakan, jumlah orang dibimbing, evidence of application, error/rework reduction, cycle time, quality, atau business outcome relevan.

Aktivitas/Praktik

Output: Individual Expert Accelerator Plan yang disepakati peserta dan, bila memungkinkan, ditindaklanjuti bersama atasan.

Target Peserta: 

  • Karyawan yang ditunjuk sebagai Subject Matter Expert/Internal Expert.
  • High potential talent yang memiliki kompetensi spesifik dan diharapkan menjadi rujukan internal.
  • Supervisor/manager atau profesional senior yang memiliki pengalaman penting untuk ditransfer.
  • Jumlah ideal: 12-24 peserta per kelas agar praktik dan feedback berjalan optimal

Team Trainer Johnson Indonesia :

  •  Ir. Indra Harahap MM. RFA. ACSI
  • Dll Trainer Expert di Bidang Banking & Bisa request Trainer

Tanggal Pelaksanaan :

28–29 Januari  30-31 Juli 
26–27 Februari  03–04 Agustus 
03–04 Maret  23–24 September 
27–28 April  28-29 Oktober 
06–07 Mei  24–25 November 
29–30 Juni 2027 28–29 Desember 

Fee Investasi  Training:

Fee Offline Training (Jakarta) Fee Offline Training (Luar Kota Jakarta)
  • Rp. 6.500.000,-/orang (Minimal kirimkan 3 orang. Pasti Running Tempat Hotel (Waktu 2 hari)
  • Inc : Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, Souvenir
  • Rp. 12.000.000,-/ orang (PASTI RUNNING)
  • Rp. 8.500.000,-/ orang (kirim 1-5 peserta)
  • Rp. 8.000.000,-/ orang (kirim diatas 5 peserta)
  • Inc : Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, Souvenir

Fee Private Onsite Training Onsite

  • Rp. 8.000.000,- / orang / 2 Hari  (PASTI RUNNING)
  • Rp. 5.950.000,- / orang / 1 Hari  (PASTI RUNNING)
  • Lokasi: Training Center Johnson Indonesia
  • Inc : Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, Souvenir

Fee Training Online:

  • Online Training: Rp. 5.500.000,-/orang (2 hari, 09.00-16.00)

Daftar perusahaan yang telah mengikuti training sejenis :

  • PT. Bank BJB Tbk.
  • PT. Bank Papua
  • PT. Bank Aceh
  • PT. Bank NTB Syariah
  • Dll

🚀 Siap Meningkatkan Kompetensi Profesional Anda dan Mencapai Kinerja yang Lebih Unggul? Daftar Sekarang dan Mulailah Pengembangan Diri Anda!

Error: Contact form not found.

Scroll to Top
Call Us Now