Effective Decision Making Technique

 

Training Effective Decision Making Technique

Teknik Pengambilan Keputusan yang Efektif

Training Effective Decision Making Technique merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menganalisis situasi, memahami permasalahan, mengevaluasi berbagai alternatif, mempertimbangkan risiko, serta mengambil keputusan secara efektif, objektif, logis, dan sistematis.

Dalam aktivitas bisnis dan manajemen, seorang profesional dihadapkan pada berbagai keputusan, mulai dari keputusan operasional sehari-hari hingga keputusan strategis yang memberikan dampak jangka panjang terhadap organisasi. Kualitas keputusan sangat dipengaruhi oleh kemampuan memahami masalah, mengolah informasi, menentukan kriteria, menganalisis risiko, serta memilih alternatif tindakan yang tepat.

Melalui Training Effective Decision Making Technique, peserta akan mempelajari pendekatan Problem Solving & Decision Making, Strategic Management, Risk Management, Analytical Thinking, Communication, serta berbagai teknik pengambilan keputusan seperti Kepner-Tregoe Decision Analysis, AHP, Pareto Analysis, dan Plus-Minus Analysis.

Mengapa Effective Decision Making Penting?

Keputusan yang kurang tepat dapat menimbulkan konsekuensi berupa pemborosan biaya, keterlambatan pekerjaan, konflik, kehilangan peluang, penurunan produktivitas, meningkatnya risiko, hingga tidak tercapainya target organisasi. Oleh karena itu, pengambilan keputusan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada intuisi, kebiasaan, atau asumsi.

Effective Decision Making membantu profesional menggunakan pendekatan yang lebih terstruktur. Peserta belajar mendefinisikan tujuan keputusan, menentukan kriteria, mengembangkan alternatif, mengevaluasi pilihan, mempertimbangkan risiko, dan menentukan tindakan berdasarkan informasi yang relevan.

Manfaat Training Effective Decision Making Technique

  • Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan secara sistematis.
  • Memahami perbedaan antara Problem Solving dan Decision Making.
  • Membedakan keputusan strategis dan keputusan operasional.
  • Mampu mendefinisikan tujuan keputusan secara jelas.
  • Mampu mengidentifikasi fakta dan informasi yang relevan.
  • Mampu menentukan kriteria keputusan.
  • Mampu menentukan bobot dan prioritas kriteria.
  • Mampu mengembangkan beberapa alternatif keputusan.
  • Mampu membandingkan alternatif secara objektif.
  • Mampu mempertimbangkan risiko setiap alternatif.
  • Mampu menggunakan Kepner-Tregoe Decision Analysis.
  • Memahami penggunaan Analytical Hierarchy Process (AHP).
  • Mampu menggunakan Pareto Analysis untuk menentukan prioritas.
  • Mampu menggunakan Plus-Minus Analysis.
  • Meningkatkan kemampuan Analytical Thinking.
  • Meningkatkan kepercayaan diri dan ketegasan dalam mengambil keputusan.

Materi Training Effective Decision Making Technique

1. Fundamental Decision Making

  • Pengertian Decision Making.
  • Tujuan pengambilan keputusan.
  • Decision Making dalam organisasi.
  • Decision Making sebagai kompetensi managerial.
  • Decision Quality.
  • Decision Effectiveness.
  • Decision Accountability.
  • Decision Responsibility.

Jenis-Jenis Keputusan

2. Strategic & Operational Decision

  • Strategic Decision.
  • Long-Term Decision.
  • Tactical Decision.
  • Operational Decision.
  • Short-Term Decision.
  • Routine Decision.
  • Non-Routine Decision.
  • Individual Decision.
  • Group Decision.
Jenis Keputusan Karakteristik
Strategic Decision Berdampak luas dan umumnya memiliki orientasi jangka panjang.
Tactical Decision Menerjemahkan strategi menjadi program dan prioritas fungsi.
Operational Decision Berkaitan dengan aktivitas operasional dan penyelesaian masalah sehari-hari.

Decision Making & Strategic Management

3. Pengambilan Keputusan Strategis

  • Business Objectives.
  • Strategic Direction.
  • Business Environment.
  • Strategic Alternatives.
  • Resource Allocation.
  • Priority Setting.
  • Strategic Risk.
  • Long-Term Impact.

Keputusan strategis membutuhkan kemampuan melihat dampak jangka panjang. Peserta belajar mempertimbangkan tujuan organisasi, kondisi bisnis, sumber daya, risiko, serta konsekuensi dari setiap pilihan sebelum menentukan keputusan.

Problem Solving & Decision Making

4. Hubungan Problem Solving dengan Decision Making

  • Problem Identification.
  • Problem Definition.
  • Root Cause Analysis.
  • Alternative Solution.
  • Decision Criteria.
  • Alternative Evaluation.
  • Decision Selection.
  • Implementation.
  • Evaluation.

Problem Solving berfokus pada memahami dan menyelesaikan masalah, sedangkan Decision Making berfokus pada memilih tindakan atau alternatif yang paling sesuai berdasarkan tujuan dan kriteria yang telah ditentukan.

Problem Identification

5. Mendefinisikan Masalah Sebelum Mengambil Keputusan

  • What is the Problem?
  • Current Condition.
  • Expected Condition.
  • Problem Gap.
  • Problem Impact.
  • Problem Frequency.
  • Problem Magnitude.
  • Problem Priority.

Problem vs Symptom

Pengambil keputusan perlu membedakan antara gejala dan masalah sebenarnya. Keputusan yang didasarkan pada gejala berisiko menghasilkan tindakan sementara, sedangkan pemahaman terhadap akar masalah memungkinkan organisasi menentukan solusi yang lebih tepat.

Root Cause Analysis

6. Menemukan Penyebab Utama

  • Potential Cause.
  • Direct Cause.
  • Contributing Cause.
  • Root Cause.
  • 5 Whys Analysis.
  • Cause & Effect Analysis.
  • Fishbone Diagram.
  • Cause Verification.

Analytical Thinking dalam Decision Making

7. Berpikir Berdasarkan Data & Fakta

  • Fact vs Opinion.
  • Fact vs Assumption.
  • Relevant Information.
  • Data Analysis.
  • Pattern Recognition.
  • Cause & Effect Relationship.
  • Logical Thinking.
  • Structured Thinking.
  • Evidence-Based Decision.

Decision Making Process

8. Tahapan Pengambilan Keputusan

  1. Define the Decision.
  2. Determine Objectives.
  3. Identify Decision Criteria.
  4. Weight the Criteria.
  5. Generate Alternatives.
  6. Analyze Alternatives.
  7. Evaluate Risks.
  8. Select the Alternative.
  9. Implement the Decision.
  10. Evaluate the Result.

Define Decision Objectives

9. Menentukan Tujuan Keputusan

  • What Must Be Achieved?
  • What Problem Must Be Solved?
  • What Opportunity Can Be Captured?
  • What Result Is Expected?
  • What Constraints Exist?
  • Who Will Be Affected?
  • What Is the Time Horizon?

Decision Criteria

10. Menentukan Kriteria Pengambilan Keputusan

  • Must Criteria.
  • Want Criteria.
  • Business Impact.
  • Cost.
  • Time.
  • Quality.
  • Risk.
  • Resources.
  • Feasibility.
  • Customer Impact.
  • Strategic Alignment.

Must vs Want Criteria

Kriteria Fungsi
Must Persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh suatu alternatif.
Want Kriteria yang digunakan untuk membandingkan kualitas alternatif yang memenuhi persyaratan wajib.

Generate Alternatives

11. Mengembangkan Alternatif Keputusan

  • Brainstorming Alternatives.
  • Existing Alternatives.
  • New Alternatives.
  • Combination Alternatives.
  • Short-Term Alternative.
  • Long-Term Alternative.
  • Alternative Scenario.

Pengambilan keputusan yang efektif tidak selalu berarti memilih antara dua pilihan. Peserta didorong mengembangkan beberapa alternatif agar ruang keputusan menjadi lebih luas sebelum proses evaluasi dilakukan.

Alternative Evaluation

12. Membandingkan Alternatif

Kriteria Pertanyaan Evaluasi
Effectiveness Seberapa efektif alternatif mencapai tujuan?
Cost Berapa biaya dan sumber daya yang dibutuhkan?
Time Berapa lama implementasinya?
Feasibility Apakah alternatif realistis untuk dijalankan?
Risk Apa potensi risiko atau dampak negatifnya?
Strategic Fit Apakah alternatif mendukung tujuan organisasi?

Kepner-Tregoe Decision Analysis

13. Structured Decision Analysis

  • Clarify Decision Purpose.
  • Define Decision Statement.
  • Establish Objectives.
  • Classify Must Objectives.
  • Classify Want Objectives.
  • Weight Want Objectives.
  • Generate Alternatives.
  • Screen Alternatives Against Must Objectives.
  • Score Alternatives Against Want Objectives.
  • Assess Adverse Consequences.
  • Select Appropriate Alternative.

Contoh Decision Analysis Matrix

Kriteria Bobot Alternatif A Alternatif B Alternatif C
Business Impact 10 Score Score Score
Cost 8 Score Score Score
Time 7 Score Score Score
Risk 9 Score Score Score

Potential Problem Analysis

14. Mengantisipasi Masalah dari Keputusan

  • Identify Potential Problems.
  • Identify Likely Causes.
  • Determine Preventive Actions.
  • Determine Contingent Actions.
  • Identify Triggers.
  • Assign Responsibility.
  • Monitor Potential Risk.

Dalam pendekatan Kepner-Tregoe, proses keputusan tidak berhenti setelah alternatif dipilih. Peserta juga perlu mempertimbangkan apa yang mungkin salah saat keputusan diimplementasikan dan mempersiapkan tindakan pencegahan maupun tindakan kontingensi.

Risk Management dalam Decision Making

15. Risk-Based Decision Making

  • Risk Identification.
  • Risk Likelihood.
  • Risk Impact.
  • Risk Priority.
  • Risk Mitigation.
  • Preventive Action.
  • Contingency Plan.
  • Residual Risk Awareness.

Analytical Hierarchy Process (AHP)

16. Multi-Criteria Decision Making

  • Decision Goal.
  • Decision Criteria.
  • Decision Alternatives.
  • Hierarchy Structure.
  • Pairwise Comparison.
  • Priority Weight.
  • Alternative Comparison.
  • Decision Priority.

Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat digunakan ketika keputusan melibatkan beberapa kriteria dan alternatif. Pendekatan ini membantu pengambil keputusan menyusun masalah ke dalam struktur hierarki dan membandingkan faktor-faktor secara lebih sistematis.

Pareto Analysis

17. Menentukan Prioritas Keputusan

  • Pareto Principle.
  • 80/20 Principle Awareness.
  • Priority Analysis.
  • Frequency Analysis.
  • Impact Analysis.
  • Vital Few vs Trivial Many.
  • Resource Prioritization.

Plus-Minus Analysis

18. Analisis Sederhana Alternatif

  • Identify Positive Impact.
  • Identify Negative Impact.
  • Compare Advantages.
  • Compare Disadvantages.
  • Identify Trade-Off.
  • Determine Acceptability.

Decision Making Under Uncertainty

19. Mengambil Keputusan dalam Ketidakpastian

  • Incomplete Information.
  • Changing Conditions.
  • Uncertain Outcome.
  • Assumption Management.
  • Scenario Awareness.
  • Risk Analysis.
  • Contingency Planning.
  • Decision Review.

Decision Making Bias

20. Menghindari Bias dalam Keputusan

  • Confirmation Bias.
  • Anchoring Bias.
  • Availability Bias.
  • Overconfidence.
  • Status Quo Bias.
  • Groupthink.
  • Emotional Decision Making.
  • Jumping to Conclusion.

Bias dapat memengaruhi cara seseorang mencari informasi, menilai alternatif, dan membuat kesimpulan. Peserta akan memahami pentingnya menggunakan data, kriteria, pertanyaan kritis, dan perspektif alternatif untuk meningkatkan kualitas keputusan.

Communication dalam Decision Making

21. Mengkomunikasikan Keputusan

  • Explain the Decision.
  • Explain the Rationale.
  • Communicate Expectations.
  • Clarify Roles & Responsibilities.
  • Handle Questions.
  • Handle Objections.
  • Build Commitment.
  • Follow Up.

Confidence & Assertiveness in Decision Making

Keputusan yang telah dianalisis dengan baik tetap membutuhkan keberanian untuk ditetapkan dan dikomunikasikan. Peserta akan memahami pentingnya confidence dan assertiveness agar keputusan dapat disampaikan secara jelas tanpa menjadi pasif maupun agresif.

Individual vs Group Decision Making

Individual Decision Group Decision
Dapat dilakukan lebih cepat. Dapat menghasilkan perspektif lebih beragam.
Akuntabilitas lebih jelas. Dapat meningkatkan keterlibatan anggota.
Bergantung pada pengetahuan individu. Membutuhkan koordinasi dan pengelolaan diskusi.

Decision Making untuk Manager & Leader

Manager dan Leader perlu mengambil keputusan terkait people, performance, resources, customer, operation, strategy, project, risk, dan perubahan organisasi. Kemampuan Effective Decision Making membantu pemimpin menyeimbangkan kecepatan, kualitas analisis, risiko, dan dampak keputusan.

Decision Making dalam Business Environment

  • Strategic Decision.
  • Operational Decision.
  • People Decision.
  • Financial Decision.
  • Customer Decision.
  • Project Decision.
  • Procurement Decision.
  • Investment Decision.
  • Risk Decision.
  • Process Improvement Decision.

Contoh Aplikasi Effective Decision Making

  • Menentukan prioritas proyek.
  • Memilih supplier atau vendor.
  • Menentukan strategi penjualan.
  • Menentukan tindakan terhadap masalah operasional.
  • Memilih alternatif investasi.
  • Menentukan prioritas penggunaan anggaran.
  • Menentukan tindakan terhadap customer complaint.
  • Menentukan prioritas improvement.
  • Menentukan strategi pengembangan SDM.
  • Menentukan alternatif penyelesaian konflik.
  • Menentukan solusi terhadap masalah kualitas.
  • Menentukan pilihan teknologi atau sistem.

Decision Implementation

22. Mengubah Keputusan Menjadi Tindakan

  • Decision Statement.
  • Action Plan.
  • Priority.
  • PIC.
  • Resources.
  • Timeline.
  • Communication.
  • Risk Mitigation.
  • Success Indicator.
  • Monitoring.

Decision Review

23. Mengevaluasi Kualitas Keputusan

  • Was the Objective Achieved?
  • What Was the Actual Result?
  • What Assumptions Were Correct?
  • What Assumptions Were Incorrect?
  • What Unexpected Risks Occurred?
  • What Can Be Learned?
  • What Needs to Be Adjusted?

Effective Decision Making Framework

Tahap Aktivitas Utama
Define Menentukan keputusan dan tujuan yang ingin dicapai.
Criteria Menentukan persyaratan dan kriteria keputusan.
Alternatives Mengembangkan beberapa pilihan.
Analyze Membandingkan alternatif berdasarkan kriteria.
Risk Menganalisis konsekuensi dan risiko.
Decide Menentukan alternatif yang sesuai.
Implement Menerjemahkan keputusan menjadi Action Plan.
Review Mengevaluasi hasil dan pembelajaran.

Workshop Effective Decision Making

  • Decision Problem Identification.
  • Strategic vs Operational Decision Exercise.
  • Decision Objective Exercise.
  • Must & Want Criteria Exercise.
  • Alternative Generation.
  • Decision Matrix Exercise.
  • Kepner-Tregoe Decision Analysis.
  • Potential Problem Analysis.
  • Risk Analysis.
  • Pareto Analysis.
  • Plus-Minus Analysis.
  • AHP Awareness Exercise.
  • Case Study.
  • Decision Action Plan.

Kompetensi yang Dikembangkan

  • Effective Decision Making.
  • Problem Solving.
  • Analytical Thinking.
  • Critical Thinking.
  • Logical Thinking.
  • Strategic Thinking.
  • Risk Analysis.
  • Root Cause Analysis.
  • Decision Analysis.
  • Kepner-Tregoe Analysis.
  • Analytical Hierarchy Process.
  • Pareto Analysis.
  • Alternative Evaluation.
  • Assertiveness.
  • Action Planning.

Target Peserta Training

Training Effective Decision Making Technique relevan bagi Director, General Manager, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Section Head, Team Leader, Project Leader, calon pemimpin, dan profesional yang memiliki tanggung jawab dalam mengambil keputusan.

Program ini juga dapat diikuti oleh profesional dari fungsi Operations, Production, Engineering, Quality, HR, Finance, Accounting, Procurement, Supply Chain, Sales, Marketing, Customer Service, Administration, Project Management, Business Development, dan fungsi lainnya.

Trainer / Fasilitator

Johnson Alvonco, Ph.D. dan Team Trainer Johnson Indonesia.

Metode Training

  • Interactive Presentation.
  • Group Discussion.
  • Decision Making Case Study.
  • Problem Solving Exercise.
  • Decision Matrix Exercise.
  • Kepner-Tregoe Decision Analysis.
  • Risk Analysis.
  • Individual Exercise.
  • Group Exercise.
  • Action Plan.

Jadwal Training Effective Decision Making Technique

Periode Tanggal Pelaksanaan
September 2026 09–10 September 2026
Oktober 2026 12–13 Oktober 2026
November 2026 11–12 November 2026
Desember 2026 08–09 Desember 2026
Januari 2027 12–13 Januari 2027
Februari 2027 09–10 Februari 2027
Maret 2027 23–24 Maret 2027
April 2027 13–14 April 2027
Mei 2027 11–12 Mei 2027
Juni 2027 08–09 Juni 2027
Juli 2027 13–14 Juli 2027
Agustus 2027 10–11 Agustus 2027
September 2027 14–15 September 2027
Oktober 2027 12–13 Oktober 2027
November 2027 09–10 November 2027
Desember 2027 07–08 Desember 2027

Catatan: Jadwal training dapat mengalami penyesuaian. Silakan melakukan konfirmasi kepada Johnson Indonesia untuk mendapatkan jadwal pelaksanaan terbaru.

Metode Pelaksanaan Training

  • Public Training – mengikuti jadwal Johnson Indonesia.
  • Offline Training – tatap muka.
  • Online Training – kelas virtual.
  • Private Training – kelas khusus perusahaan.
  • In-House Training – materi dan studi kasus dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Informasi Investasi Training

Investasi training mengikuti metode pelaksanaan, jumlah peserta, lokasi training, serta ketentuan program Johnson Indonesia yang berlaku. Untuk mendapatkan informasi investasi terbaru, corporate rate, maupun penawaran In-House Training, silakan menghubungi PIC Johnson Indonesia.

Daftar Client Johnson Indonesia

Johnson Indonesia telah memberikan layanan training kepada berbagai perusahaan dan institusi dari beragam sektor industri. Untuk menjaga akurasi data perusahaan yang pernah menggunakan layanan training Johnson Indonesia, daftar client dapat dilihat melalui halaman resmi Daftar Client Johnson Indonesia.

Public Training Effective Decision Making Technique

Johnson Indonesia menyediakan Public Training Effective Decision Making Technique bagi para profesional yang ingin meningkatkan kemampuan Decision Making, Problem Solving, Analytical Thinking, Risk Analysis, Decision Analysis, dan Strategic Decision Making.

In-House Training Effective Decision Making

In-House Training Effective Decision Making dapat disesuaikan dengan tantangan aktual perusahaan. Studi kasus dapat diarahkan pada keputusan terkait strategy, people, operations, finance, procurement, customer, project, quality, sales, maupun fungsi bisnis lainnya.

Melalui pendekatan tersebut, peserta dapat mempraktikkan proses pengambilan keputusan menggunakan kasus nyata mulai dari mendefinisikan keputusan, menentukan kriteria, mengevaluasi alternatif, menganalisis risiko, memilih tindakan, hingga menyusun implementation plan.

Training Terkait – Internal Link

Effective Decision Making Action Plan

Pada akhir training, peserta dapat menyusun Decision Making Action Plan yang mencakup Decision Statement, Objectives, Must Criteria, Want Criteria, Weight, Alternatives, Evaluation, Potential Risks, Selected Decision, Preventive Action, Contingency Action, PIC, Timeline, Success Indicator, Monitoring, dan Decision Review.

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk meningkatkan kompetensi Leadership, Managerial, Strategic Management, Problem Solving, Decision Making, Analytical Thinking, Communication, dan berbagai kompetensi profesional lainnya.

Melalui Training Effective Decision Making Technique, peserta memperoleh pendekatan praktis untuk meningkatkan kualitas keputusan dengan menggunakan tujuan yang jelas, data dan fakta, kriteria yang terukur, evaluasi alternatif, analisis risiko, serta perencanaan implementasi yang sistematis.

Pendaftaran Training Effective Decision Making Technique

Tingkatkan kemampuan Manager, Supervisor, Leader, dan profesional perusahaan dalam mengambil keputusan yang lebih terstruktur, objektif, dan efektif melalui Training Effective Decision Making Technique Johnson Indonesia.

Scroll to Top
Call Us Now