
Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859 merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menentukan karakteristik mutu, memahami variasi proses, melakukan inspeksi berbasis sampling, menentukan Acceptance Quality Limit (AQL), memilih sampling plan, serta mengambil keputusan penerimaan atau penolakan lot berdasarkan pendekatan statistik.
Dalam aktivitas Quality Control dan Quality Assurance, pemeriksaan 100% terhadap seluruh produk tidak selalu efektif dari sisi waktu, biaya, dan sumber daya. Acceptance Sampling memberikan pendekatan statistik yang memungkinkan perusahaan melakukan inspeksi terhadap sejumlah sampel yang representatif untuk menentukan apakah suatu lot produk dapat diterima atau ditolak berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Melalui Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859 Johnson Indonesia, peserta akan mempelajari konsep mutu dan variasi, Statistical Process Control, inspeksi dan sampling penerimaan, Acceptance Quality Limit (AQL), normal inspection, tightened inspection, reduced inspection, penentuan ukuran sampel, acceptance criteria, rejection criteria, serta analisis risiko produsen dan konsumen.
Mengapa Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859 Penting?
Keputusan penerimaan atau penolakan suatu lot produk memiliki dampak langsung terhadap kualitas, biaya inspeksi, produktivitas, supplier performance, dan kepuasan pelanggan. Kesalahan dalam menentukan metode sampling dapat menyebabkan produk yang sebenarnya memenuhi persyaratan ditolak atau, sebaliknya, lot dengan tingkat ketidaksesuaian yang tidak dapat diterima justru lolos ke proses berikutnya atau sampai kepada pelanggan.
Pelatihan Acceptance Sampling Plan ISO 2859 membantu personel Quality Assurance, Quality Control, Incoming Inspection, Production, Supplier Quality, dan fungsi terkait memahami bagaimana merancang serta menggunakan sampling plan secara sistematis berdasarkan data dan prinsip statistik.
Tujuan Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami konsep Acceptance Sampling serta menerapkannya dalam proses inspeksi dan pengendalian mutu. Peserta akan mempelajari hubungan antara karakteristik mutu, variasi, Statistical Process Control, inspection level, Acceptance Quality Limit (AQL), sampling plan, acceptance number, rejection number, serta risiko yang terdapat dalam keputusan sampling.
Setelah mengikuti training, peserta diharapkan mampu menentukan dan membuat skema sampling penerimaan, menggunakan standar sampling penerimaan, menentukan karakteristik mutu produk atau jasa, serta melakukan analisis terhadap sampling plan yang digunakan perusahaan.
Manfaat Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
- Mampu memahami konsep dasar Acceptance Sampling.
- Mampu menentukan karakteristik mutu suatu produk atau jasa.
- Memahami konsep mutu dan variasi.
- Memahami prinsip Statistical Quality Control.
- Mampu memahami pengendalian proses secara statistik.
- Mampu menggunakan konsep peta kendali.
- Mampu menentukan skema sampling penerimaan.
- Memahami Acceptance Quality Limit (AQL).
- Mampu memahami normal, tightened, dan reduced inspection.
- Mampu menentukan sampling plan yang sesuai.
- Memahami acceptance dan non-acceptance.
- Mampu menentukan acceptability suatu lot.
- Memahami risiko produsen dan risiko konsumen.
- Meningkatkan efektivitas proses inspeksi dan Quality Control.
- Mendukung pengambilan keputusan kualitas berdasarkan data.
Materi Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
1. Konsep Dasar Mutu
- Pengertian dan konsep mutu.
- Dimensi mutu produk.
- Quality Control dan Quality Assurance.
- Manajemen dan penjaminan mutu.
- Customer requirements.
- Product conformity dan nonconformity.
- Peran inspeksi dalam sistem pengendalian mutu.
2. Prinsip Pengendalian Mutu Proses dan Produk
- Konsep process control.
- Product quality control.
- Process characteristics.
- Product characteristics.
- Critical quality characteristics.
- Inspection dan testing.
- Pengambilan keputusan berdasarkan data kualitas.
3. Teknik Penentuan Karakteristik Mutu
- Identifikasi karakteristik mutu proses.
- Identifikasi karakteristik mutu produk.
- Variable characteristics.
- Attribute characteristics.
- Critical to Quality (CTQ).
- Menentukan inspection criteria.
- Menentukan acceptance criteria.
4. Mutu dan Variansi
- Konsep variasi dalam proses.
- Common cause variation.
- Special cause variation.
- Distribusi data.
- Variabilitas proses.
- Hubungan variasi dengan kualitas produk.
- Pentingnya pengendalian variasi.
5. Statistical Process Control
- Konsep Statistical Process Control (SPC).
- Statistical Quality Control.
- Pengumpulan dan analisis data.
- Process stability.
- Monitoring process performance.
- Penggunaan statistik dalam Quality Control.
6. Control Chart
- Konsep Control Chart.
- Variable Control Chart.
- Attribute Control Chart.
- Control limits.
- Membaca pola pada Control Chart.
- Mengidentifikasi gejala variasi.
- Interpretasi kondisi proses.
7. Konsep Inspection dan Acceptance Sampling
- Pengertian inspection.
- Tujuan inspeksi.
- 100% inspection vs sampling inspection.
- Pengertian Acceptance Sampling.
- Lot dan sample.
- Random sampling.
- Representative sample.
- Acceptance dan rejection decision.
8. Introduction to ISO 2859
- Pengenalan ISO 2859.
- Konsep sampling procedures for inspection by attributes.
- Lot-by-lot inspection.
- Acceptance Quality Limit.
- Sampling schemes.
- Inspection level.
- Sample size.
- Acceptance dan non-acceptance.
9. Acceptance Quality Limit (AQL)
- Pengertian Acceptance Quality Limit (AQL).
- Fungsi AQL dalam Acceptance Sampling.
- Penentuan AQL.
- Hubungan AQL dengan kualitas lot.
- Acceptance criteria.
- Rejection criteria.
- Interpretasi nilai AQL.
- Penerapan AQL dalam inspeksi.
10. Expression of Nonconformity
- Pengertian nonconformity.
- Nonconforming item.
- Classification of nonconformities.
- Critical nonconformity.
- Major nonconformity.
- Minor nonconformity.
- Penentuan kriteria inspeksi.
- Pencatatan hasil inspeksi.
11. Inspection Level
- Konsep inspection level.
- General inspection levels.
- Special inspection levels.
- Pemilihan inspection level.
- Hubungan lot size dengan sample size.
- Sample size code letter.
- Pertimbangan biaya dan risiko inspeksi.
12. Normal Inspection
- Pengertian normal inspection.
- Kondisi penggunaan normal inspection.
- Menentukan sample size.
- Acceptance number.
- Rejection number.
- Keputusan penerimaan lot.
13. Tightened Inspection
- Pengertian tightened inspection.
- Kapan tightened inspection digunakan.
- Switching dari normal ke tightened inspection.
- Pengaruh terhadap acceptance criteria.
- Monitoring supplier performance.
14. Reduced Inspection
- Pengertian reduced inspection.
- Persyaratan penggunaan reduced inspection.
- Switching rules.
- Pengurangan jumlah inspeksi.
- Monitoring konsistensi kualitas.
- Kembali ke normal inspection.
15. Sampling Plans
- Konsep sampling plan.
- Single sampling plan.
- Multiple sampling concept.
- Menentukan lot size.
- Menentukan inspection level.
- Menentukan sample size.
- Menentukan AQL.
- Menentukan acceptance number.
- Menentukan rejection number.
16. Determination of Acceptability
- Evaluasi hasil inspeksi sampel.
- Jumlah nonconforming units.
- Acceptance number (Ac).
- Rejection number (Re).
- Keputusan accept atau reject.
- Disposition terhadap rejected lot.
- Dokumentasi keputusan inspeksi.
17. Switching Rules
- Normal to tightened inspection.
- Tightened to normal inspection.
- Normal to reduced inspection.
- Reduced to normal inspection.
- Monitoring quality history.
- Penggunaan switching rules untuk supplier quality.
18. Producer’s Risk dan Consumer’s Risk
- Konsep risiko dalam Acceptance Sampling.
- Producer’s Risk.
- Consumer’s Risk.
- Risiko menolak good lot.
- Risiko menerima bad lot.
- Hubungan risiko dengan sampling plan.
- Menyeimbangkan risiko produsen dan konsumen.
19. Operating Characteristic Curve
- Konsep Operating Characteristic (OC) Curve.
- Probability of Acceptance.
- Hubungan kualitas lot dengan peluang penerimaan.
- Evaluasi performance sampling plan.
- Interpretasi OC Curve.
- Producer’s Risk dan Consumer’s Risk pada OC Curve.
20. Pembuatan Rencana Sampling Penerimaan
- Menentukan tujuan inspeksi.
- Menentukan karakteristik yang diperiksa.
- Menentukan lot size.
- Menentukan inspection level.
- Menentukan AQL.
- Menentukan sample size.
- Menentukan Ac dan Re.
- Membuat inspection procedure.
- Mendokumentasikan sampling plan.
21. Acceptance Sampling untuk Incoming Inspection
- Incoming Quality Control.
- Supplier quality inspection.
- Raw material inspection.
- Component inspection.
- Vendor quality performance.
- Supplier monitoring.
- Pengendalian rejected material.
22. Acceptance Sampling untuk Final Inspection
- Finished goods inspection.
- Final Quality Control.
- Lot release.
- Customer requirements.
- Acceptance criteria.
- Handling rejected lot.
- Inspection records.
23. Analisis Sampling Plan
- Evaluasi efektivitas sampling plan.
- Analisis data hasil inspeksi.
- Monitoring rejection rate.
- Trend quality performance.
- Evaluasi supplier performance.
- Review AQL dan inspection level.
- Continuous improvement terhadap sistem inspeksi.
24. Workshop Acceptance Sampling Plan ISO 2859
- Latihan menentukan lot size.
- Latihan menentukan inspection level.
- Latihan menentukan sample size.
- Latihan menentukan AQL.
- Latihan menentukan acceptance number.
- Latihan menentukan rejection number.
- Studi kasus normal inspection.
- Studi kasus tightened inspection.
- Studi kasus reduced inspection.
- Analisis risiko produsen dan konsumen.
- Simulasi keputusan accept atau reject suatu lot.
Metode Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Program dilaksanakan menggunakan metode interactive presentation, discussion, case study, exercise, workshop, statistical calculation, sharing experience, dan question and answer. Pendekatan pembelajaran dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep Acceptance Sampling secara teoritis, tetapi juga mampu menggunakan sampling plan untuk mendukung aktivitas Quality Control dan Quality Assurance di perusahaan.
Target Peserta Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859 direkomendasikan bagi pihak-pihak yang terkait dengan Quality Assurance, Quality Control, Incoming Quality Control, Supplier Quality, Production, Manufacturing, Engineering, Process Engineering, Laboratory, Warehouse, Purchasing, Procurement, Internal Auditor, Manager, Supervisor, serta personel yang terlibat dalam proses inspeksi dan pengendalian mutu.
Pembicara / Fasilitator
Dr. Iphov Kumala Sriwana, S.T., M.Si., IPM
Program disampaikan melalui kombinasi pemahaman konsep statistik, diskusi, studi kasus, perhitungan, latihan menentukan AQL dan sampling plan, serta simulasi pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan lot.
Jadwal Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859 Tahun 2026
Tanggal Pelaksanaan :
| 21–22 Januari 2027 | 23-24 Juli 2027 |
| 19–20 Februari 2027 | 19–20 Agustus 2027 |
| 25–26 Maret 2027 | 22-23 September 2026 |
| 20–21 April 2027 | 22-23 Oktober 2026 |
| 21–22 Mei 2027 | 17–18 November 2026 |
| 22–23 Juni 2027 | 16–17 Desember 2026 |
Catatan: Jadwal dapat mengalami perubahan. Silakan melakukan konfirmasi kepada Johnson Indonesia sebelum melakukan pendaftaran.
Update Jadwal Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Berdasarkan master Public Training Johnson Indonesia, program Acceptance Sampling Plan ISO 2859 saat ini juga tercantum pada tanggal 17–18 September 2026 dan 20–21 Oktober 2026. Silakan melakukan konfirmasi kepada Johnson Indonesia untuk mendapatkan jadwal final dan status running terbaru.
Tempat Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Alternatif tempat pelaksanaan Offline Training meliputi Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim, Johnson Training Center, atau lokasi lainnya yang akan dikonfirmasikan kepada peserta.
Metode Pelaksanaan Training
- Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
- Online Training – Zoom Meeting.
- Private Onsite Training – Johnson Training Center.
- In-House Training – materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Fee Investasi Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000 / orang / 2 hari
Minimal mengirimkan 3 peserta untuk pelaksanaan di hotel dan Pasti Running. Fasilitas meliputi Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
Rp12.000.000 / orang – PASTI RUNNING
Rp8.500.000 / orang untuk pengiriman 1–5 peserta.
Rp8.000.000 / orang untuk pengiriman di atas 5 peserta.
Fasilitas meliputi Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Private Onsite Training
Rp8.000.000 / orang / 2 hari – PASTI RUNNING
Rp5.950.000 / orang / 1 hari – PASTI RUNNING
Lokasi pelaksanaan di Training Center Johnson Indonesia dengan fasilitas Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Online Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Rp5.500.000 / orang / 2 hari
Online Training dilaksanakan melalui Zoom Meeting pukul 09.00–16.00 WIB.
In-House Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Johnson Indonesia menyediakan In-House Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859 yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Quality Control dan Quality Assurance perusahaan. Workshop dapat menggunakan contoh lot size, inspection criteria, AQL, jenis defect, sampling procedure, serta kasus inspeksi yang relevan dengan produk perusahaan.
Program in-house sesuai untuk perusahaan manufacturing, automotive, electronics, pharmaceutical, food and beverage, chemical, consumer goods, packaging, metal, plastic, textile, engineering, maupun industri lain yang menerapkan incoming inspection, in-process inspection, supplier inspection, atau final inspection.
Penerapan Acceptance Sampling dalam Quality Control
Acceptance Sampling dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada Incoming Quality Control, supplier inspection, raw material inspection, component inspection, final product inspection, dan lot release. Pemilihan sampling plan perlu mempertimbangkan karakteristik produk, tingkat kualitas yang dipersyaratkan, ukuran lot, inspection level, serta risiko yang dapat diterima oleh produsen dan konsumen.
Penerapan sampling yang konsisten membantu perusahaan mengoptimalkan sumber daya inspeksi sekaligus mempertahankan pengendalian mutu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Training Terkait Acceptance Sampling dan Quality Control
Untuk memperdalam kemampuan pengendalian proses secara statistik, peserta dapat mengikuti Training Statistical Process Control (SPC)
Untuk meningkatkan kemampuan penggunaan alat-alat pengendalian mutu, peserta dapat mengikuti Training Seven QC Tools for Improvement
Peserta yang membutuhkan pendekatan sampling berdasarkan standar lainnya juga dapat mengikuti Training Acceptance Sampling Plan (MIL STD 105E & 414)
Informasi mengenai berbagai program Quality Control, Quality Assurance, Statistical Process Control, ISO, dan Quality Management tersedia melalui Jadwal Public Training Johnson Indonesia
.
FAQ Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Apa itu Acceptance Sampling?
Acceptance Sampling merupakan metode inspeksi statistik yang menggunakan sejumlah sampel dari suatu lot untuk membantu menentukan apakah lot tersebut dapat diterima atau tidak diterima berdasarkan sampling plan dan acceptance criteria yang telah ditetapkan.
Apa itu AQL dalam Acceptance Sampling?
AQL atau Acceptance Quality Limit merupakan parameter yang digunakan dalam suatu sistem acceptance sampling untuk menentukan sampling scheme dan kriteria penerimaan sesuai ketentuan yang digunakan.
Apakah training membahas normal, tightened, dan reduced inspection?
Ya. Program membahas normal inspection, tightened inspection, reduced inspection, serta prinsip switching rules yang digunakan dalam pelaksanaan sampling inspection.
Apakah peserta belajar menentukan jumlah sampel?
Ya. Peserta mempelajari bagaimana menentukan lot size, inspection level, sample size, AQL, acceptance number, dan rejection number sebagai bagian dari proses penyusunan sampling plan.
Apa yang dimaksud Producer’s Risk dan Consumer’s Risk?
Producer’s Risk berkaitan dengan risiko penolakan lot yang sebenarnya memiliki kualitas yang dapat diterima, sedangkan Consumer’s Risk berkaitan dengan risiko penerimaan lot yang kualitasnya tidak sesuai dengan tingkat perlindungan yang diharapkan konsumen.
Siapa yang cocok mengikuti Training Acceptance Sampling ISO 2859?
Program sesuai bagi Quality Assurance, Quality Control, Incoming Quality Control, Supplier Quality, Production, Engineering, Manufacturing, Laboratory, Purchasing, Manager, Supervisor, serta personel yang bertanggung jawab terhadap proses inspeksi dan pengendalian mutu.
Apakah training tersedia secara online?
Ya. Johnson Indonesia menyediakan Online Training melalui Zoom Meeting maupun Offline Training sesuai jadwal pelaksanaan.
Apakah tersedia In-House Training?
Ya. Program dapat diselenggarakan secara in-house dengan workshop dan contoh kasus yang disesuaikan dengan produk, proses inspeksi, AQL, serta kebutuhan Quality Control perusahaan.
Informasi dan Pendaftaran Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002
Untuk mendapatkan informasi jadwal terbaru, proposal, silabus, Public Training, Online Training, Private Training maupun In-House Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859, silakan menghubungi Johnson Indonesia.
Telp: (021) 541 9152 / 541 7516
HP / WhatsApp: 0815 972 5020
Email: infotraining27@gmail.com
Website: www.seminarjohnson.com
Tingkatkan kompetensi Quality Control dan Quality Assurance melalui Training Acceptance Sampling Plan ISO 2859 untuk memahami AQL, sampling inspection, penentuan sample size, acceptance dan rejection criteria, serta pengambilan keputusan mutu secara lebih sistematis dan berbasis data.
