
Training Business Process Reengineering: Tools & Techniques
Training Business Process Reengineering: Tools & Techniques merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk membantu perusahaan melakukan analisis, evaluasi dan perancangan ulang proses bisnis secara menyeluruh agar menjadi lebih sederhana, cepat, efisien, produktif dan berorientasi pada penciptaan nilai bagi pelanggan.
Perubahan teknologi, kebutuhan pelanggan, persaingan bisnis dan tuntutan efisiensi membuat perusahaan perlu mengevaluasi kembali proses kerja yang sudah berjalan. Prosedur yang terlalu panjang, duplikasi pekerjaan, bottleneck, aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah serta penggunaan sistem yang tidak terintegrasi dapat meningkatkan biaya dan memperlambat pelayanan.
Business Process Reengineering (BPR) memberikan pendekatan untuk melakukan perubahan fundamental terhadap proses bisnis. Melalui training ini, peserta akan mempelajari konsep BPR, process mapping, analisis proses, identifikasi aktivitas bernilai tambah dan non-value added, analisis bottleneck, process redesign, pemanfaatan teknologi serta change management dalam implementasi proses baru.
Mengapa Training Business Process Reengineering Penting?
Business Process Reengineering tidak sekadar memperbaiki sebagian kecil aktivitas kerja. BPR mendorong organisasi melihat kembali keseluruhan aliran proses dan mempertanyakan apakah cara kerja yang digunakan saat ini masih merupakan cara terbaik untuk mencapai kebutuhan pelanggan dan sasaran bisnis.
Dengan pendekatan yang sistematis, organisasi dapat mengidentifikasi proses yang terlalu kompleks, mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, memperpendek cycle time, memperjelas tanggung jawab, meningkatkan koordinasi antarunit serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan proses yang lebih efektif.
Tujuan Training Business Process Reengineering
Training ini bertujuan membantu peserta memahami isi dan peran Business Process Reengineering dalam membangun daya saing organisasi, memahami relevansi penerapan BPR terhadap kebutuhan perusahaan serta mampu menentukan langkah yang tepat dalam merancang dan menerapkan program Business Process Reengineering.
Peserta juga akan mempelajari berbagai BPR Tools & Techniques untuk memetakan kondisi proses saat ini, mengidentifikasi permasalahan dan pemborosan, menentukan peluang improvement, merancang proses masa depan serta mengelola perubahan yang diperlukan dalam implementasinya.
Manfaat Training Business Process Reengineering
Setelah mengikuti training, peserta diharapkan mampu melihat organisasi sebagai rangkaian proses yang saling berhubungan, mengidentifikasi proses kritis, memetakan proses bisnis, melakukan analisis value added dan non-value added, mengidentifikasi bottleneck serta merancang proses baru yang lebih efektif.
Peserta juga diharapkan mampu memahami faktor keberhasilan dan kegagalan implementasi BPR sehingga program redesign tidak berhenti pada perubahan flow process, tetapi benar-benar memberikan peningkatan terhadap cost, quality, service, speed dan customer value.
Materi Training Business Process Reengineering: Tools & Techniques
1. Overview Business Process Reengineering (BPR)
- Latar Belakang Konsep Business Process Reengineering
- Pengertian Business Process Reengineering
- Tujuan dan Manfaat BPR
- Karakteristik Business Process Reengineering
- Peran BPR dalam Meningkatkan Daya Saing
- Business Process Reengineering dan Business Transformation
2. Memahami Organisasi sebagai Rangkaian Proses Kerja
- Konsep Business Process
- Core Process dan Supporting Process
- Input – Process – Output
- Internal dan External Customer
- Cross Functional Process
- Hubungan Antarproses dalam Organisasi
3. Identifikasi Proses Bisnis
- Identifikasi Core Business Process
- Identifikasi Supporting Process
- Menentukan Process Owner
- Menentukan Process Customer
- Menentukan Input dan Output
- Identifikasi Critical Business Process
4. Business Process Mapping
- Konsep Process Mapping
- Flowchart
- Cross Functional Flowchart
- Swimlane Diagram
- SIPOC Diagram
- Current State Process Mapping
- Visualisasi Aliran Kerja
5. Analisis Kondisi Proses Saat Ini – AS IS Process
- Memahami Current Business Process
- Identifikasi Permasalahan Proses
- Analisis Cycle Time
- Analisis Waiting Time
- Analisis Handover
- Identifikasi Duplication Process
- Identifikasi Unnecessary Activities
6. Value Added & Non-Value Added Analysis
- Pengertian Value Added Activity
- Business Value Added Activity
- Non-Value Added Activity
- Identifikasi Waste dalam Proses
- Eliminasi Aktivitas yang Tidak Memberikan Nilai Tambah
- Process Simplification
7. Bottleneck Analysis
- Pengertian Bottleneck
- Identifikasi Titik Hambatan Proses
- Capacity Constraint
- Process Delay
- Root Cause Bottleneck
- Strategi Mengurangi Bottleneck
8. BPR dan Langkah-Langkah Pelaksanaannya
- Menentukan Visi Perubahan
- Menentukan Proses Prioritas
- Membentuk BPR Team
- Memahami Existing Process
- Mengidentifikasi Permasalahan Utama
- Merancang Future Process
- Implementasi dan Monitoring
9. Tools & Techniques dalam Business Process Reengineering
- Process Mapping
- SIPOC Analysis
- Value Added Analysis
- Bottleneck Analysis
- Root Cause Analysis
- 5 Why Analysis
- Fishbone Diagram
- Benchmarking
- Brainstorming
- Process Simplification
10. Root Cause Analysis dalam BPR
- Problem Identification
- Problem Statement
- Cause and Effect Analysis
- 5 Why Analysis
- Fishbone Diagram
- Menentukan Root Cause
- Corrective Improvement
11. Process Redesign – TO BE Process
- Merancang Future State Process
- Eliminating Unnecessary Steps
- Combining Activities
- Simplifying Process
- Parallel Processing
- Reducing Handover
- Process Standardization
- Process Automation
12. Pemanfaatan Teknologi dalam BPR
- Peran Teknologi dalam Business Process Reengineering
- Digitalization of Business Process
- Workflow Automation
- Integration of Information Systems
- Data-Based Process Management
- Digital Process Transformation
13. Business Process Performance Measurement
- Menentukan Process KPI
- Cycle Time
- Processing Time
- Cost per Transaction
- Error Rate
- Productivity
- Service Level
- Customer Satisfaction
14. Change Management dalam Implementasi BPR
- Managing Organizational Change
- Stakeholder Analysis
- Resistance to Change
- Communication Strategy
- Employee Involvement
- Leadership Commitment
- Building Change Ownership
15. BPR Implementation
- Menyusun Implementation Plan
- Menentukan Priority Action
- Menentukan PIC dan Process Owner
- Menentukan Timeline
- Pilot Implementation
- Monitoring Process Performance
- Evaluasi Hasil Implementasi
16. Business Process Standardization
- Standardisasi Proses Baru
- Hubungan Business Process dengan SOP
- Penyusunan Work Flow
- Role and Responsibility
- Process Documentation
- Continuous Process Review
17. Critical Success Factors Business Process Reengineering
- Management Commitment
- Clear Business Objectives
- Cross Functional Collaboration
- Employee Involvement
- Effective Communication
- Technology Support
- Performance Measurement
18. Penyebab Kegagalan Business Process Reengineering
- Kurangnya Komitmen Manajemen
- Tujuan BPR yang Tidak Jelas
- Resistance to Change
- Kurangnya Keterlibatan Karyawan
- Fokus Berlebihan pada Teknologi
- Implementasi yang Tidak Terencana
- Tidak Adanya Performance Measurement
19. Studi Kasus Business Process Reengineering
- Kisah Sukses Implementasi BPR
- Studi Kasus Kegagalan BPR
- Analisis Faktor Keberhasilan
- Analisis Faktor Kegagalan
- Lessons Learned
20. Workshop Business Process Reengineering
- Menentukan Proses yang Akan Direengineering
- Membuat AS IS Process Map
- Identifikasi Value Added dan Non-Value Added Activities
- Analisis Bottleneck
- Root Cause Analysis
- Membuat TO BE Process
- Menentukan Process KPI
- Menyusun BPR Action Plan
Target Peserta
Training Business Process Reengineering: Tools & Techniques direkomendasikan bagi Manager Puncak dan Manager Madya, khususnya profesional yang berminat menerapkan BPR atau sedang dalam proses implementasi Business Process Reengineering. Program ini juga relevan bagi Business Process Improvement, Operational Excellence, Organization Development, Quality Management, Continuous Improvement, Operation, IT, HR, Finance, Supply Chain serta Process Owner dari berbagai fungsi perusahaan.
Team Trainer Johnson Indonesia
- Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
- Surachman. ST.,MT
- Purdianta, ST. MT.
- Dr. Iphov Kumala Sriwana, ST., M.Si, IPM
Jadwal Training Business Process Reengineering 2026–2027
Tanggal Pelaksanaan :
| 21–22 Januari 2027 | 23-24 Juli 2027 |
| 19–20 Februari 2027 | 19–20 Agustus 2027 |
| 25–26 Maret 2027 | 22-23 September 2026 |
| 20–21 April 2027 | 22-23 Oktober 2026 |
| 21–22 Mei 2027 | 17–18 November 2026 |
| 22–23 Juni 2027 | 16–17 Desember 2026 |
Jam Pelaksanaan: Online Training dan Offline Training dilaksanakan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Tempat dan Metode Training
Program tersedia melalui Offline Training di hotel atau Johnson Training Center dan Online Training melalui Zoom Meeting. Alternatif lokasi offline meliputi Hotel Ciputra, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim atau hotel lainnya yang akan dikonfirmasikan kepada peserta.
Fee Investasi Training Business Process Reengineering
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000,-/orang untuk training selama 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan program pasti running di hotel.
Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack dan Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
Rp12.000.000,-/orang untuk program pasti running.
Untuk pengiriman 1–5 peserta sebesar Rp8.500.000,-/orang dan pengiriman di atas 5 peserta sebesar Rp8.000.000,-/orang.
Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack dan Souvenir.
Private Onsite Training
Rp8.000.000,-/orang untuk 2 hari atau Rp5.950.000,-/orang untuk 1 hari. Program pasti running dengan lokasi di Training Center Johnson Indonesia.
Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack dan Souvenir.
Online Training
Rp5.500.000,-/orang untuk training selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Training Terkait Business Process Improvement
Training Continuous Process Improvement (CPI) dapat menjadi program lanjutan untuk membangun kemampuan peserta dalam melakukan perbaikan proses secara berkelanjutan setelah proses utama perusahaan berhasil dipetakan.
Training LEAN Waste Reduction relevan untuk memperdalam teknik identifikasi dan eliminasi aktivitas non-value added serta pemborosan dalam proses operasional perusahaan.
Training 5S Workplace Organization membantu perusahaan membangun standardisasi, visual management dan lingkungan kerja yang mendukung efisiensi proses.
Training Total Productive Maintenance (TPM) relevan bagi perusahaan manufacturing yang ingin meningkatkan efektivitas proses melalui peningkatan reliability dan produktivitas mesin.
Training Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) dapat digunakan untuk mendokumentasikan dan menstandarkan proses baru setelah kegiatan Business Process Reengineering selesai dilakukan.
Business Process Reengineering dan Digital Transformation
Perkembangan teknologi memberikan peluang bagi perusahaan untuk melakukan redesign proses secara lebih signifikan. Automation, workflow system, data analytics, Artificial Intelligence dan integrasi sistem informasi dapat digunakan untuk menghilangkan aktivitas manual, mempercepat aliran informasi serta meningkatkan akurasi proses.
Namun, Business Process Reengineering sebaiknya tidak hanya berorientasi pada implementasi teknologi. Organisasi perlu terlebih dahulu memastikan bahwa proses yang akan didigitalisasi memang memberikan nilai dan telah dirancang secara efektif. Digitalisasi terhadap proses yang tidak efisien hanya akan menghasilkan proses tidak efisien yang berjalan lebih cepat.
Business Process Reengineering dan SOP
Hasil Business Process Reengineering perlu diterjemahkan menjadi standar proses yang jelas agar dapat diterapkan secara konsisten. Setelah TO BE Process disepakati, perusahaan dapat menyusun atau memperbarui Standard Operating Procedure, Work Instruction, Process Flow, Job Responsibility dan Performance Indicator sesuai dengan desain proses baru.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, Online Training, Private Training dan In-House Training untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan efektivitas organisasi. Program Business Process Reengineering dapat disesuaikan dengan proses bisnis, permasalahan operasional, struktur organisasi, kebutuhan digitalisasi serta target improvement perusahaan.
Daftar Training Business Process Reengineering: Tools & Techniques
Tingkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis melalui Training Business Process Reengineering: Tools & Techniques bersama Johnson Indonesia. Peserta akan mempelajari Process Mapping, AS IS Process, TO BE Process, Value Added Analysis, Bottleneck Analysis, Root Cause Analysis, Process Redesign, Process KPI, Digitalization serta Change Management untuk membangun proses bisnis yang lebih sederhana, cepat, produktif dan berorientasi pada pelanggan.
