
Training Gemba Kaizen Awareness (5S dan 7 Wastes)
Continuous Improvement & Lean Manufacturing
Training Gemba Kaizen Awareness (5S dan 7 Wastes) merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menerapkan konsep Gemba Kaizen, Continuous Improvement, 5S, Visual Management, serta identifikasi dan pengurangan 7 Wastes di lingkungan kerja. Program ini membantu perusahaan membangun budaya perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, efisiensi biaya, keselamatan, dan kecepatan proses kerja.
Konsep Gemba Kaizen menekankan pentingnya melakukan perbaikan langsung di tempat terjadinya aktivitas kerja. Dengan melihat kondisi aktual, memahami proses, mengidentifikasi masalah, serta melibatkan karyawan dalam improvement, perusahaan dapat menemukan berbagai peluang untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan nilai tambah.
Melalui Pelatihan Gemba Kaizen Awareness, peserta akan mempelajari Change Management, filosofi dan prinsip Kaizen, implementasi Gemba Kaizen, karakteristik manajemen produksi Jepang, JIT Scheduling, TPS, TQM, TPM, prinsip improvement, penerapan 5S yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke, serta klasifikasi 7 Wastes yang perlu dikurangi dalam proses operasional.
Mengapa Training Gemba Kaizen Awareness Penting?
Perusahaan sering menghadapi berbagai aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah seperti waktu tunggu, perpindahan yang tidak diperlukan, persediaan berlebih, proses yang terlalu panjang, kesalahan kerja, maupun pemanfaatan sumber daya yang belum optimal. Apabila kondisi tersebut dibiarkan, pemborosan dapat meningkatkan biaya dan mengurangi produktivitas perusahaan.
Gemba Kaizen membantu organisasi membangun kebiasaan untuk melihat kondisi aktual di lapangan, menemukan masalah, mengidentifikasi akar penyebab, serta melakukan improvement secara bertahap dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan perbaikan sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari.
Penerapan 5S dan 7 Wastes juga membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang lebih terorganisasi, bersih, aman, efisien, dan produktif. Melalui penerapan yang konsisten, perusahaan dapat meningkatkan kualitas proses sekaligus membangun budaya kerja yang lebih disiplin dan berorientasi pada Continuous Improvement.
Manfaat Training Gemba Kaizen Awareness
- Meningkatkan kesadaran dan kemampuan karyawan dalam melakukan Continuous Improvement.
- Memahami konsep dan filosofi Gemba Kaizen.
- Memahami pentingnya melakukan perbaikan langsung di area kerja.
- Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.
- Memahami dan menerapkan konsep 5S di lingkungan kerja.
- Memahami konsep Visual Management dalam aktivitas 5S.
- Memahami kegiatan 3M dalam penerapan improvement.
- Mengenali dan mengurangi 7 Wastes dalam proses kerja.
- Meningkatkan produktivitas dan efektivitas operasional.
- Mengurangi pemborosan dan biaya operasional.
- Meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan.
- Meningkatkan kecepatan aliran proses kerja.
- Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan lingkungan kerja.
- Meningkatkan disiplin terhadap standar kerja.
- Membangun sikap mental yang positif terhadap perubahan.
- Membangun pola pikir Flexible to Change.
- Mendorong keterlibatan karyawan dalam program improvement.
- Membangun budaya Lean dan Continuous Improvement.
Materi Training Gemba Kaizen Awareness (5S dan 7 Wastes)
1. Mengelola Perubahan – Change Management
- Siapa dan apa yang harus berubah?
- Kapan harus berubah?
- Mengapa harus berubah?
- Bagaimana cara berubah?
- Manfaat perubahan.
- Sikap mental dalam menghadapi perubahan.
- Mengenali Mental Block.
- Motivasi untuk berubah.
- Membangun pola pikir Flexible to Change.
Continuous Improvement membutuhkan kesiapan individu dan organisasi untuk berubah. Program improvement akan sulit berhasil apabila karyawan masih mempertahankan kebiasaan lama dan menolak cara kerja yang lebih efektif. Karena itu, peserta perlu memahami bagaimana perubahan terjadi dan bagaimana membangun sikap mental yang mendukung improvement.
2. Definisi Dasar, Pemahaman & Manfaat Gemba Kaizen
- Pengertian Gemba.
- Pengertian Kaizen.
- Apa yang dimaksud dengan Gemba Kaizen.
- Filosofi dan prinsip Kaizen.
- Continuous Improvement.
- Fungsi dan arti penting penerapan Gemba Kaizen.
- Langkah-langkah pelaksanaan Gemba Kaizen.
- Cara implementasi Gemba Kaizen di tempat kerja.
Istilah Gemba mengarahkan perhatian pada tempat aktual di mana pekerjaan dan proses berlangsung, sedangkan Kaizen menekankan perbaikan secara berkelanjutan. Gemba Kaizen mendorong organisasi memahami masalah berdasarkan kondisi nyata sehingga tindakan perbaikan dapat lebih relevan dan aplikatif.
3. Filosofi Kaizen & Continuous Improvement
- Kaizen sebagai budaya kerja.
- Small Improvement.
- Continuous Improvement.
- Employee Involvement.
- Standardization.
- Problem Identification.
- Improvement Mindset.
- Continuous Learning.
Kaizen bukan sekadar proyek perbaikan dalam periode tertentu. Kaizen mendorong seluruh anggota organisasi untuk terus mencari cara bekerja yang lebih aman, cepat, sederhana, berkualitas, dan efisien melalui berbagai perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten.
4. Gemba – Melihat Kondisi Aktual di Tempat Kerja
- Go to Gemba.
- Observe Actual Condition.
- Identify Problem.
- Mengumpulkan fakta di lapangan.
- Membedakan fakta dan asumsi.
- Mengenali abnormality.
- Mengidentifikasi peluang improvement.
- Menentukan tindakan perbaikan.
Pendekatan Gemba mendorong pimpinan dan karyawan untuk memahami permasalahan berdasarkan fakta yang ditemukan langsung di tempat kerja. Observasi langsung membantu mengurangi keputusan berdasarkan asumsi serta meningkatkan kualitas Problem Solving.
5. Karakteristik Manajemen Produksi Jepang
- Japanese Production Management.
- Just In Time – JIT Scheduling.
- Toyota Production System – TPS.
- Total Quality Management – TQM.
- Total Productive Maintenance – TPM.
- Hubungan TPS, TQM dan TPM.
- Prinsip-prinsip improvement.
- Operational Excellence.
Pendekatan manajemen produksi Jepang banyak menekankan pada kualitas, efisiensi, standardisasi, eliminasi pemborosan, reliability, dan keterlibatan karyawan dalam Continuous Improvement. Peserta akan memahami hubungan berbagai pendekatan tersebut dengan implementasi Gemba Kaizen.
Penerapan 5S di Tempat Kerja
5S merupakan pendekatan untuk menciptakan tempat kerja yang terorganisasi, bersih, aman, efisien, dan memiliki standar yang dapat dipertahankan. Penerapan 5S juga menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya Lean dan Continuous Improvement.
6. Seiri – Sort / Ringkas
- Memisahkan barang yang diperlukan dan tidak diperlukan.
- Identifikasi barang tidak bernilai tambah.
- Red Tag Strategy.
- Mengurangi clutter di area kerja.
- Meningkatkan pemanfaatan ruang.
Seiri membantu organisasi menghilangkan barang, dokumen, material, atau peralatan yang tidak diperlukan sehingga area kerja menjadi lebih sederhana dan mudah dikelola.
7. Seiton – Set in Order / Rapi
- Menentukan lokasi penyimpanan.
- A place for everything and everything in its place.
- Labeling.
- Visual Identification.
- Mengurangi Searching Time.
- Mempermudah pengambilan dan pengembalian barang.
Seiton memastikan setiap barang memiliki lokasi yang jelas dan mudah ditemukan. Penataan yang baik membantu mengurangi waktu mencari peralatan atau material serta meningkatkan efisiensi proses kerja.
8. Seiso – Shine / Resik
- Menjaga kebersihan area kerja.
- Cleaning as Inspection.
- Mengidentifikasi abnormality.
- Mencegah kerusakan dan kontaminasi.
- Membangun ownership terhadap area kerja.
Seiso bukan hanya aktivitas membersihkan. Proses pembersihan dapat menjadi kesempatan untuk melakukan inspeksi sehingga abnormality, kebocoran, kerusakan, atau kondisi tidak normal dapat ditemukan lebih cepat.
9. Seiketsu – Standardize / Rawat
- Membuat standar 5S.
- Visual Standard.
- Checklist.
- Standard Operating Practice.
- Menjaga konsistensi Seiri, Seiton dan Seiso.
Seiketsu membantu organisasi mempertahankan kondisi yang telah diperbaiki melalui standardisasi. Standar visual, checklist, dan pembagian tanggung jawab membantu memastikan 5S tidak hanya dilakukan pada saat tertentu.
10. Shitsuke – Sustain / Rajin
- Membangun disiplin.
- Membangun kebiasaan positif.
- Management Commitment.
- Employee Involvement.
- 5S Audit.
- Continuous Improvement.
Shitsuke merupakan proses membangun disiplin agar standar yang telah dibuat menjadi kebiasaan. Keberhasilan 5S membutuhkan konsistensi, keteladanan pimpinan, keterlibatan karyawan, serta evaluasi secara berkala.
Visual Management dalam Penerapan 5S
- Visual Control.
- Visual Display.
- Color Coding.
- Labeling.
- Floor Marking.
- Location Identification.
- Status Identification.
- Abnormality Identification.
Visual Management membantu membuat kondisi normal dan tidak normal lebih mudah dikenali. Informasi visual yang sederhana dan jelas dapat membantu karyawan mengetahui lokasi barang, status proses, standar, batas area, maupun kondisi yang membutuhkan tindakan.
Konsep 3M dalam Gemba Kaizen
11. Muda – Waste
Muda merupakan aktivitas yang menggunakan sumber daya tetapi tidak memberikan nilai tambah kepada pelanggan atau proses. Identifikasi Muda menjadi bagian penting dalam Lean dan Kaizen karena pemborosan dapat meningkatkan biaya serta memperpanjang Lead Time.
12. Mura – Unevenness
Mura berkaitan dengan ketidakseimbangan atau variasi yang tidak diperlukan dalam beban kerja maupun proses. Kondisi yang tidak stabil dapat menimbulkan bottleneck, waiting, overcapacity, dan masalah kualitas.
13. Muri – Overburden
Muri merupakan beban berlebihan terhadap manusia, mesin, atau proses. Overburden dapat meningkatkan risiko kesalahan, kecelakaan, kerusakan mesin, penurunan kualitas, dan kelelahan kerja.
7 Wastes dalam Lean & Gemba Kaizen
Salah satu bagian penting dalam Training Gemba Kaizen Awareness adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Dengan memahami klasifikasi 7 Wastes, peserta dapat lebih mudah mengidentifikasi peluang improvement di area kerjanya.
14. Transportation Waste
- Perpindahan material yang tidak diperlukan.
- Layout yang tidak efisien.
- Multiple Handling.
- Jarak perpindahan yang terlalu panjang.
15. Inventory Waste
- Excess Inventory.
- Work In Process berlebihan.
- Material berlebih.
- Finished Goods berlebihan.
- Biaya penyimpanan.
16. Motion Waste
- Gerakan operator yang tidak diperlukan.
- Searching.
- Walking.
- Reaching.
- Bending.
- Layout dan ergonomi yang tidak efektif.
17. Waiting Waste
- Menunggu material.
- Menunggu mesin.
- Menunggu informasi.
- Menunggu approval.
- Menunggu proses sebelumnya.
18. Overproduction Waste
- Produksi lebih cepat dari kebutuhan.
- Produksi melebihi kebutuhan pelanggan.
- Meningkatkan inventory.
- Menggunakan kapasitas sebelum diperlukan.
19. Overprocessing Waste
- Proses yang tidak memberikan nilai tambah.
- Duplicate Process.
- Repeated Inspection.
- Administrasi yang terlalu panjang.
- Spesifikasi atau proses yang melebihi kebutuhan.
20. Defect Waste
- Produk tidak sesuai standar.
- Rework.
- Repair.
- Reject.
- Retest.
- Customer Complaint.
- Cost of Poor Quality.
Gemba Kaizen untuk Mengurangi Waste
Pemborosan sering tersembunyi di dalam proses kerja sehari-hari dan dianggap sebagai kondisi normal karena telah dilakukan dalam waktu yang lama. Melalui Gemba Kaizen, peserta didorong untuk melihat proses secara kritis dan mempertanyakan apakah setiap aktivitas benar-benar memberikan nilai tambah.
Identifikasi waste dapat menjadi dasar untuk menyederhanakan proses, memperbaiki layout, mengurangi waiting time, mempercepat aliran kerja, meningkatkan kualitas, serta menggunakan sumber daya secara lebih optimal.
Gemba Kaizen dan Lean Manufacturing
Lean Manufacturing berorientasi pada penciptaan nilai bagi pelanggan dengan penggunaan sumber daya yang efisien. Gemba Kaizen mendukung Lean Manufacturing dengan mendorong aktivitas improvement berdasarkan kondisi aktual di area kerja serta melibatkan karyawan yang menjalankan proses.
Kombinasi Kaizen, 5S, Visual Management, standardisasi, dan Waste Elimination dapat membantu perusahaan membangun proses yang lebih sederhana, stabil, cepat, dan efisien.
Gemba Kaizen untuk Continuous Improvement
Continuous Improvement merupakan proses meningkatkan standar kerja secara bertahap dan berkelanjutan. Setelah improvement dilakukan, hasil perbaikan perlu distandardisasi agar kondisi baru dapat dipertahankan dan menjadi dasar bagi improvement berikutnya.
Pendekatan tersebut membantu perusahaan menghindari improvement yang hanya bersifat sementara dan mendorong organisasi membangun budaya perbaikan sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari.
Gemba Kaizen untuk Perusahaan Manufaktur
Pada perusahaan manufaktur, Gemba Kaizen dapat diterapkan pada area Production, Quality, Maintenance, Warehouse, Engineering, PPIC, Logistics, Procurement, dan fungsi pendukung lainnya. Peserta dapat mengidentifikasi waste pada aliran material, aktivitas operator, penggunaan mesin, inventory, inspection, waiting, maupun proses administrasi.
Gemba Kaizen untuk Perusahaan Jasa
Konsep Kaizen dan Waste Elimination tidak terbatas pada industri manufaktur. Pada perusahaan jasa, waste dapat berupa waktu tunggu pelanggan, proses approval yang panjang, input data berulang, dokumen yang tidak diperlukan, perpindahan informasi yang lambat, kesalahan administrasi, maupun proses pelayanan yang terlalu kompleks.
Karena itu, prinsip Gemba Kaizen, 5S, dan 7 Wastes juga dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses pada perusahaan jasa, perbankan, asuransi, multifinance, logistik, telekomunikasi, maupun organisasi lainnya.
Gemba Walk untuk Menemukan Peluang Improvement
Gemba Walk merupakan aktivitas melihat langsung proses di tempat kerja untuk memahami kondisi aktual, berbicara dengan pihak yang menjalankan pekerjaan, mengamati aliran proses, serta menemukan masalah dan peluang improvement.
Gemba Walk sebaiknya tidak hanya digunakan untuk mencari kesalahan. Tujuan utamanya adalah memahami proses dan membantu organisasi menemukan cara kerja yang lebih efektif.
Kaizen untuk Meningkatkan Productivity, Quality, Cost, Delivery & Safety
Implementasi Kaizen dapat diarahkan untuk meningkatkan berbagai indikator operasional seperti Productivity, Quality, Cost, Delivery, dan Safety. Improvement yang baik harus memberikan dampak terhadap kinerja proses dan dapat dipertahankan melalui standardisasi.
Budaya Continuous Improvement
Keberhasilan Kaizen membutuhkan keterlibatan seluruh level organisasi. Management perlu memberikan arah dan dukungan, Supervisor perlu memfasilitasi improvement, sedangkan karyawan perlu dilibatkan karena mereka memiliki pengalaman langsung terhadap proses kerja sehari-hari.
Budaya Continuous Improvement terbentuk ketika organisasi secara konsisten mendorong identifikasi masalah, penyampaian ide, implementasi perbaikan, evaluasi hasil, standardisasi, dan improvement berikutnya.
Kompetensi yang Dikembangkan
- Gemba Kaizen Awareness.
- Continuous Improvement.
- Kaizen Mindset.
- Change Management.
- 5S Workplace Organization.
- Visual Management.
- 3M – Muda, Mura, Muri.
- 7 Wastes Identification.
- Waste Elimination.
- Lean Manufacturing.
- Problem Identification.
- Problem Solving.
- Process Improvement.
- Productivity Improvement.
- Quality Improvement.
- Cost Reduction.
- Operational Excellence.
Target Peserta Training
Training Gemba Kaizen Awareness (5S dan 7 Wastes) sangat sesuai bagi Director, Manager, Senior Supervisor, Supervisor, Assistant Manager, Section Head, Team Leader, Foreman, Production Staff, Quality Staff, Maintenance, Engineering, PPIC, Warehouse, Logistics, Continuous Improvement Team, Operational Excellence Team, serta profesional yang terlibat dalam peningkatan produktivitas dan efisiensi proses.
Tim Trainer Johnson Indonesia
- Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
- Dr. Iphov Kumala Sriwana, ST., M.Si, IPM
- Johnson Alvonco, Ph.D
- Purdianta, ST. MT.
Metode Training
- Interactive Class Training.
- Group Discussion.
- Individual Exercise.
- Case Study.
- Group Workshop.
- Waste Identification Exercise.
- 5S Assessment Exercise.
- Kaizen Improvement Discussion.
- Action Plan.
- Offline / Onsite Training.
- Online Training.
Jadwal Training Gemba Kaizen Awareness 2026
| Periode | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Juli 2026 | 08–09 Juli 2026 |
| Agustus 2026 | 12–13 Agustus 2026 |
| September 2026 | 09–10 September 2026 |
| Oktober 2026 | 12–13 Oktober 2026 |
| November 2026 | 11–12 November 2026 |
| Desember 2026 | 08–09 Desember 2026 |
Investasi Training Gemba Kaizen Awareness
| Metode Training | Investasi |
|---|---|
| Onsite / Offline Training | Rp5.950.000 / orang / 2 hari |
| Onsite / Offline – Paket Promosi Minimal 3 Peserta | Rp5.750.000 / orang / 2 hari |
| Online Training | Rp5.500.000 / orang / 2 hari |
| Online – Paket Promosi Minimal 3 Peserta | Rp5.250.000 / orang / 2 hari |
Fasilitas Onsite / Offline Training
- Modul Training.
- Sertifikat.
- Training Kit.
- Lunch & Coffee Break.
- Dokumentasi Training.
Fasilitas Online Training
- Modul Training.
- Sertifikat.
- Dokumentasi Training.
Perusahaan yang Telah Mengikuti / Mempercayai Program Johnson Indonesia
- PT Frision Flog Indonesia
- PT Mandiri Tunas Finance
- PT YKK Zipco Indonesia
- PT Pasir Tengah
- PT Palyja
Daftar perusahaan di atas mengikuti bagian Perusahaan yang Percaya pada Kami yang tercantum pada halaman Training Gemba Kaizen Awareness. Untuk informasi perusahaan dan institusi lainnya yang telah menggunakan layanan Johnson Indonesia, silakan melihat halaman Daftar Client Johnson Indonesia.
Public Training Gemba Kaizen Awareness
Johnson Indonesia menyediakan Public Training Gemba Kaizen Awareness (5S dan 7 Wastes) bagi profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dalam bidang Kaizen, Continuous Improvement, Lean Manufacturing, 5S, Visual Management, Waste Identification, Waste Elimination, Productivity Improvement, dan Operational Excellence.
In-House Training Gemba Kaizen Awareness
Program In-House Training Gemba Kaizen Awareness dapat disesuaikan dengan kondisi aktual perusahaan, proses produksi, layout, jenis waste, permasalahan kualitas, produktivitas, inventory, material flow, workplace organization, maupun target Continuous Improvement perusahaan. Workshop dan studi kasus dapat menggunakan kondisi nyata perusahaan agar pembelajaran lebih aplikatif.
Training Terkait – Internal Link
Untuk meningkatkan kompetensi Gemba Kaizen, Lean Manufacturing, 5S, Continuous Improvement, Quality Management, Waste Reduction, dan Operational Excellence secara lebih komprehensif, peserta juga dapat mengikuti beberapa program training terkait berikut:
- Training LEAN Waste Reduction
- Training Continuous Process Improvement (CPI)
- Training 5S In Manufacturing: Design, Implementing & Audit
- Training 5S In Office
- Training Total Productive Maintenance (TPM)
- Training Quality Control Cycle (QCC)
- Training Seven QC Tools For Improvement
- Training Total Quality Management (TQM)
- Training Business Process Reengineering: Tools & Techniques
- Jadwal Public Training Johnson Indonesia
Gemba Kaizen, 5S dan 7 Wastes untuk Operational Excellence
Penerapan Gemba Kaizen, 5S, dan Waste Elimination secara terintegrasi dapat membantu perusahaan membangun fondasi menuju Operational Excellence. Area kerja yang tertata mempermudah identifikasi abnormality, sedangkan kemampuan mengenali waste membantu perusahaan menentukan aktivitas improvement yang memberikan dampak terhadap produktivitas dan efisiensi.
5S untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja
Lingkungan kerja yang tidak terorganisasi dapat menyebabkan waktu terbuang untuk mencari barang, peralatan, dokumen, maupun informasi. Penerapan 5S membantu menciptakan sistem kerja yang lebih visual dan terstruktur sehingga aktivitas dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.
7 Wastes untuk Mengurangi Aktivitas Non Value Added
Pemahaman terhadap 7 Wastes membantu peserta melihat proses dari perspektif Value Added dan Non Value Added Activity. Setiap aktivitas perlu dievaluasi untuk menentukan apakah aktivitas tersebut memberikan nilai kepada pelanggan, diperlukan oleh proses, atau sebenarnya dapat dikurangi maupun dihilangkan.
Kaizen untuk Cost Reduction
Cost Reduction tidak selalu membutuhkan investasi besar. Banyak peluang penghematan dapat ditemukan melalui pengurangan waiting, defect, excessive movement, inventory, transportation, overprocessing, maupun overproduction. Kaizen membantu perusahaan melakukan penghematan melalui perbaikan proses yang sistematis.
Kaizen untuk Quality Improvement
Peningkatan kualitas dapat dilakukan dengan memahami kondisi aktual proses, mengidentifikasi abnormality, mengurangi variasi, mencegah defect, serta memperkuat standardisasi. Gemba Kaizen mendorong karyawan melihat kualitas sebagai bagian dari proses sehari-hari dan bukan hanya tanggung jawab bagian Quality.
Kaizen untuk Safety Improvement
Area kerja yang tidak tertata dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Implementasi 5S membantu mengurangi hambatan, memperjelas lokasi penyimpanan, menjaga kebersihan, serta membuat kondisi abnormal lebih mudah dikenali sehingga dapat mendukung peningkatan keselamatan kerja.
Kaizen Action Plan
Pada akhir pembelajaran, peserta dapat diarahkan untuk mengidentifikasi satu atau beberapa area improvement di tempat kerja dan menyusun Kaizen Action Plan. Action Plan dapat mencakup masalah yang ditemukan, jenis waste, akar masalah, usulan perbaikan, PIC, target waktu, serta indikator keberhasilan.
Pendekatan tersebut membantu menghubungkan materi training dengan implementasi nyata setelah peserta kembali ke tempat kerja.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Offline Training, Onsite Training, dan Online Training untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi profesional dan kualitas sumber daya manusia.
Melalui Training Gemba Kaizen Awareness (5S dan 7 Wastes) Johnson Indonesia, peserta memperoleh pembelajaran mengenai Gemba Kaizen, Continuous Improvement, Change Management, 5S, Visual Management, 3M, 7 Wastes, Lean Manufacturing, Waste Elimination, Productivity Improvement, Quality Improvement, dan Operational Excellence yang dapat diterapkan pada aktivitas kerja sehari-hari.
Daftar Training Gemba Kaizen Awareness (5S dan 7 Wastes)
Tingkatkan produktivitas, kualitas, efisiensi, keselamatan, serta budaya Continuous Improvement melalui Training Gemba Kaizen Awareness (5S dan 7 Wastes) Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Corporate Training, Offline / Onsite Training, dan Online Training sesuai kebutuhan peserta maupun perusahaan.
