Training Integrated Banking Operational Risk Security Management

Training Integrated Banking Operational Risk & Security Management

🎯 Deskripsi & Mengapa Training Ini Penting?
  • Industri perbankan menghadapi berbagai risiko operasional dan ancaman keamanan, mulai dari kesalahan manusia, fraud, gangguan sistem, hingga serangan siber. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan risiko dan keamanan yang terintegrasi untuk melindungi aset, menjaga kelancaran operasional, serta meningkatkan kepercayaan nasabah.

    Training Integrated Banking Operational Risk & Security Management membantu peserta memahami strategi identifikasi, pengendalian, dan mitigasi risiko serta memperkuat sistem keamanan dan kepatuhan dalam operasional perbankan.

Sasaran Program Pelatihan ini dirancang untuk memberikan dampak multi-dimensi yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan:

  • 1.Bagi Institusi Perbankan
    • Memperkuat identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko operasional pada proses bisnis, layanan perbankan, dan e-channel.
    • Meningkatkan efektivitas RCSA, KRI, pengelolaan kejadian risiko, dan pengendalian internal.
    • Memperkuat pencegahan fraud, keamanan informasi, pelindungan data pribadi, dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator.
    • Meningkatkan kesiapan menghadapi insiden operasional, serangan siber, gangguan sistem, dan kegagalan pihak ketiga.
    • Memperkuat ketahanan operasional melalui penerapan BCP dan strategi pemulihan layanan.
    1. Bagi Peserta
    • Memahami keterkaitan risiko operasional, risiko teknologi informasi, risiko kepatuhan, dan risiko fraud.
    • Mampu melakukan penilaian risiko dan kontrol menggunakan pendekatan RCSA.
    • Memahami pengelolaan kejadian risiko, analisis akar penyebab, dan penyusunan tindakan perbaikan.
    • Mampu menyusun KRI dan melakukan pemantauan risiko secara terstruktur.
    • Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi ancaman siber, mengelola insiden, dan melindungi data nasabah.
    Meningkatkan kesiapan menghadapi gangguan operasional melalui simulasi dan penyusunan action plan.
Materi Training: OPERATIONAL RISK, RCSA, LEGAL COMPLIANCE & DATA PROTECTION Fokus: Memperkuat fondasi manajemen risiko operasional, penilaian risiko dan kontrol, kepatuhan hukum, serta pelindungan data dalam kegiatan perbankan. Sesi 1: Fundamental Manajemen Risiko Operasional Perbankan 09.00–10.30 WIB • Konsep dan kerangka kerja manajemen risiko operasional perbankan. • Identifikasi sumber risiko: People, Process, Systems, dan External Events. • Risiko operasional pada layanan perbankan, transaksi, treasury operation, e-channel, dan proses pendukung. • Keterkaitan risiko operasional dengan risiko teknologi informasi, risiko kepatuhan, dan fraud. • Transformasi layanan perbankan: digital banking, open banking, API, dan integrasi pihak ketiga. • Peran unit operasional, risk management, compliance, IT security, dan internal audit. Output: Peserta memahami lanskap risiko operasional perbankan dan keterkaitannya dengan Keamanan risiko. Sesi 2: Risk and Control Self-Assessment (RCSA) di Operation 10.45–12.30 WIB • Konsep dan penerapan RCSA dalam aktivitas operasional perbankan. • Identifikasi risiko inheren berdasarkan proses bisnis dan aktivitas operasional. • Penilaian kemungkinan kejadian (likelihood) dan dampak (impact). • Identifikasi dan evaluasi efektivitas kontrol yang berjalan. • Penilaian risiko residual dan penentuan prioritas mitigasi. • Penyusunan Risk Register, rencana perbaikan kontrol, dan tindak lanjut hasil RCSA. • Studi kasus RCSA untuk transaksi, rekonsiliasi, layanan nasabah, dan e-channel. Output: Peserta mampu menyusun RCSA, mengevaluasi kontrol, dan merumuskan rencana mitigasi risiko. Sesi 3: Legal Compliance, Cyber Risk & Data Protection 13.30–15.00 WIB • Kerangka regulasi manajemen risiko perbankan, tata kelola teknologi informasi, dan keamanan siber sesuai ketentuan yang berlaku. • Aspek hukum operasional perbankan dan layanan digital. • UU Pelindungan Data Pribadi: kewajiban pengendali data, pelindungan data nasabah, dan penanganan insiden data pribadi. • Pengelolaan risiko pihak ketiga, vendor, cloud provider, dan integrasi API. • Privacy by Design dan Data Lifecycle Management. • Pengamanan data melalui enkripsi, tokenisasi, dan pembatasan akses. • Implikasi hukum, kepatuhan, dan reputasi akibat kebocoran data atau gangguan layanan. Output: Peserta memahami hubungan antara pengendalian risiko operasional, keamanan informasi, dan kepatuhan hukum. Sesi 4: Pengelolaan Kejadian Risiko Operasional & Incident Response 15.15–17.00 WIB • Identifikasi, klasifikasi, pelaporan, dan eskalasi kejadian risiko operasional. • Mekanisme pencatatan dan analisis kejadian risiko. • Root Cause Analysis untuk kesalahan transaksi, kegagalan proses, fraud, dan gangguan sistem. • Kerangka Cyber Incident Response: identification, containment, eradication, recovery, dan lessons learned. • Penanganan insiden yang melibatkan data nasabah, e-channel, sistem internal, dan pihak ketiga. • Koordinasi antara Operation, Risk Management, IT Security, Compliance, dan Legal. • Dokumentasi insiden, evaluasi dampak, dan tindakan korektif serta preventif. Output: Peserta memahami mekanisme pengelolaan kejadian risiko dan respons insiden secara terintegrasi. AGENDA HARI KEDUA KRI MONITORING, FRAUD PREVENTION, CYBERSECURITY & BUSINESS RESILIENCE Fokus: Memperkuat deteksi dini risiko, pengendalian fraud, keamanan layanan, dan kesiapan menghadapi gangguan operasional. Sesi 5: Key Risk Indicators (KRI) & Operational Monitoring 09.00–10.30 WIB • Konsep, fungsi, dan perbedaan KRI dengan KPI. • Penetapan indikator risiko untuk proses operasional, layanan, transaksi, dan e-channel. • Penyusunan parameter, ambang batas (threshold), dan indikator peringatan dini. • Pemantauan tren dan analisis penyimpangan KRI. • Indikator risiko terkait transaksi gagal, selisih rekonsiliasi, keterlambatan pemrosesan, keluhan nasabah, dan gangguan layanan. • Integrasi pemantauan risiko operasional dengan monitoring keamanan informasi dan deteksi anomali. • Mekanisme eskalasi dan pelaporan kepada manajemen. Praktik: Menyusun KRI dan menentukan threshold berdasarkan studi kasus operasional perbankan. Output: Peserta mampu menyusun KRI dan mekanisme monitoring untuk mendeteksi peningkatan risiko sejak dini. Sesi 6: Fraud Awareness, Fraud Prevention & Digital Banking Security 10.45–12.30 WIB • Jenis dan modus fraud dalam kegiatan operasional perbankan. • Fraud internal, fraud eksternal, penyalahgunaan kewenangan, dan kolusi. • Ancaman digital: phishing, social engineering, account takeover, malware, dan penyalahgunaan akses. • Indikator awal (red flags) dan identifikasi aktivitas transaksi mencurigakan. • Penguatan kontrol internal, pemisahan fungsi (segregation of duties), dan pengelolaan hak akses. • Pengantar Zero Trust dan pengamanan akses terhadap sistem serta layanan digital. • Mekanisme pelaporan, eskalasi, dan koordinasi penanganan dugaan fraud. Studi Kasus: Dugaan manipulasi transaksi, penyalahgunaan akses, account takeover, dan fraud yang melibatkan kelemahan proses operasional. Output: Peserta mampu mengenali indikasi fraud serta memahami kontrol operasional dan keamanan yang diperlukan untuk mencegahnya. Sesi 7: Business Continuity Plan (BCP), Cyber Resilience & Disaster Recovery 13.30–15.00 WIB • Konsep Business Continuity Management (BCM) dan Business Continuity Plan (BCP). • Identifikasi proses kritikal dan Business Impact Analysis (BIA). • Penentuan prioritas pemulihan layanan dan proses operasional. • Strategi menghadapi gangguan sistem, kegagalan jaringan, serangan ransomware, bencana, dan kegagalan pihak ketiga. • Penyelarasan BCP dengan Disaster Recovery (DR) dan pemulihan layanan digital. • Koordinasi lintas unit dan komunikasi saat krisis. • Pengujian BCP, evaluasi hasil simulasi, dan penyempurnaan rencana pemulihan. • Pengenalan cyber insurance, termasuk cakupan, pengecualian, dan aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan risiko siber. Studi Kasus: Gangguan layanan transaksi yang disertai dugaan kebocoran data akibat kelemahan pada sistem pihak ketiga. Output: Peserta memahami strategi menjaga keberlangsungan operasional dan memulihkan layanan saat terjadi gangguan. Sesi 8: Integrated Risk Simulation & Post-Training Action Plan 15.15–17.00 WIB • Simulasi terpadu kejadian risiko operasional dan insiden keamanan digital. • Identifikasi risiko dan evaluasi kontrol menggunakan pendekatan RCSA. • Analisis kejadian risiko dan penentuan akar penyebab. • Pemantauan KRI dan penentuan tingkat eskalasi. • Identifikasi indikasi fraud dan penyusunan tindakan pengendalian. • Pengambilan keputusan lintas fungsi dalam penanganan insiden. • Penyusunan rekomendasi perbaikan proses, kontrol, dan keamanan. • Penyusunan Post-Training Action Plan dengan target implementasi 30 hari. Skenario Simulasi: Gangguan transaksi pada e-channel yang disertai selisih rekonsiliasi, indikasi fraud, dan dugaan kebocoran data dari pihak ketiga. Peserta dibagi ke dalam kelompok Operation, Risk Management, IT Security, Compliance, dan Legal untuk menganalisis insiden serta menyusun keputusan dan rekomendasi. Output: Setiap kelompok menghasilkan analisis risiko, rekomendasi mitigasi, dan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan pada unit kerja masing-masing. Output: Kesiapan mental dan skill sebelum kembali ke lapangan. Metode Training: : Pelatihan menggunakan pendekatan berbasis praktik dan studi kasus agar peserta mampu menghubungkan konsep manajemen risiko dengan permasalahan operasional yang nyata.
  1. 30% Teori dan Regulasi: Fundamental manajemen risiko, ketentuan perbankan, kepatuhan, keamanan informasi, dan pelindungan data.
  2. 40% Studi Kasus: Analisis kejadian risiko operasional, fraud, kegagalan proses, gangguan layanan, dan insiden siber.
  3. 30% Praktik dan Simulasi: Penyusunan RCSA, KRI, analisis kejadian risiko, simulasi respons insiden, serta penyusunan action plan.

Training Integrated Banking Operational Risk & Security Management: 

  • Para pihak yang membutuhkan pelatihan ini
  • Tim Remedial, Legal, Credit Recovery, Collateral Management / Custody, dan Account Manager (AM) yang menangani kredit bermasalah.

Team Trainer Johnson Indonesia :

  • ASLAM FETRA HASAN, S.H Dll Trainer Expert di Bidang Banking & Bisa request Trainer

Tanggal Pelaksanaan :

28–29 Januari  30-31 Juli 
26–27 Februari  03–04 Agustus 
03–04 Maret  23–24 September 
27–28 April  21-22 Oktober 
06–07 Mei  24–25 November 
29–30 Juni 2027 28–29 Desember 

Fee Investasi  Training:

Fee Offline Training (Jakarta) Fee Offline Training (Luar Kota Jakarta)
  • Rp. 6.500.000,-/orang (Minimal kirimkan 3 orang. Pasti Running Tempat Hotel (Waktu 2 hari)
  • Inc : Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, Souvenir
  • Rp. 12.000.000,-/ orang (PASTI RUNNING)
  • Rp. 8.500.000,-/ orang (kirim 1-5 peserta)
  • Rp. 8.000.000,-/ orang (kirim diatas 5 peserta)
  • Inc : Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, Souvenir

Fee Private Onsite Training Onsite

  • Rp. 8.000.000,- / orang / 2 Hari  (PASTI RUNNING)
  • Rp. 5.950.000,- / orang / 1 Hari  (PASTI RUNNING)
  • Lokasi: Training Center Johnson Indonesia
  • Inc : Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, Souvenir

Fee Training Online:

  • Online Training: Rp. 5.500.000,-/orang (2 hari, 09.00-16.00)

Daftar perusahaan yang telah mengikuti training sejenis :

  • PT. Dipo Star Finance
  • Dll

Training Integrated Banking Operational Risk & Security Management

Johnson Indonesia menyediakan berbagai program pelatihan profesional untuk meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan kredit bermasalah, legal remedial, restrukturisasi kredit, custody agunan, credit risk management, serta penyelesaian dan eksekusi jaminan. Pelajari juga program training terkait berikut: Seluruh program tersedia melalui pilihan Public Training, Online Training, Private Training, dan Corporate In-House Training sesuai kebutuhan perusahaan. Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 Informasi dan pendaftaran: www.seminarjohnson.com

🚀 Siap Meningkatkan Kompetensi Profesional Anda dan Mencapai Kinerja yang Lebih Unggul? Daftar Sekarang dan Mulailah Pengembangan Diri Anda!

Scroll to Top
Call Us Now