Failure Analysis With FTA & RCFA

 

Training Failure Analysis With FTA & RCFA

Fault Tree Analysis & Root Cause Failure Analysis

Training Failure Analysis With FTA & RCFA merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan analisis kegagalan secara sistematis menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Root Cause Failure Analysis (RCFA). Kedua metode ini membantu perusahaan memahami bagaimana suatu kegagalan dapat terjadi, mengidentifikasi faktor penyebab, menemukan akar penyebab, serta menentukan tindakan perbaikan untuk mencegah masalah yang sama terulang kembali.

Dalam aktivitas Engineering, Production, Manufacturing, Quality, Maintenance, dan Operation, kegagalan dapat menyebabkan downtime, defect, reject, rework, kerusakan equipment, gangguan proses, kehilangan produktivitas, tambahan biaya, masalah keselamatan, hingga customer complaint. Karena itu, perusahaan membutuhkan pendekatan Failure Analysis yang terstruktur dan berbasis fakta.

Fault Tree Analysis membantu peserta memetakan hubungan logis antara suatu kegagalan utama dengan berbagai kemungkinan penyebabnya. Sementara itu, Root Cause Failure Analysis digunakan untuk melakukan investigasi lebih mendalam terhadap kegagalan sehingga organisasi dapat menemukan akar penyebab dan mengembangkan Corrective Action yang efektif.

Mengapa Training Failure Analysis With FTA & RCFA Penting?

Perbaikan yang hanya mengatasi gejala dapat menyebabkan kegagalan yang sama terjadi berulang kali. Failure Analysis membantu perusahaan memahami hubungan antara Failure Event, Failure Mode, contributing factors, dan Root Cause sehingga tindakan improvement dapat diarahkan pada sumber masalah yang sebenarnya.

Dengan menggabungkan pendekatan FTA dan RCFA, peserta dapat mempelajari kegagalan dari dua perspektif yang saling melengkapi: memetakan kemungkinan penyebab kegagalan secara logis dan melakukan investigasi terhadap akar penyebab berdasarkan fakta serta evidence.

Manfaat Training Failure Analysis With FTA & RCFA

  • Mampu melakukan analisis potensi kegagalan menggunakan FTA & RCFA.
  • Memahami konsep Fault Tree Analysis.
  • Memahami konsep Root Cause Failure Analysis.
  • Memahami dan menguasai langkah konstruksi FTA & RCFA.
  • Mampu mengaplikasikan metode FTA & RCFA.
  • Mampu mengidentifikasi Failure Mode.
  • Mampu menentukan Top Event dalam FTA.
  • Mampu mengidentifikasi Basic Event dan Intermediate Event.
  • Memahami penggunaan Logic Gate dalam Fault Tree.
  • Mampu melakukan Failure Investigation.
  • Mampu mengumpulkan fakta dan evidence kegagalan.
  • Mampu membedakan symptom, cause, dan root cause.
  • Mampu mengidentifikasi penyebab langsung dan akar penyebab.
  • Mampu mengembangkan Corrective Action.
  • Mampu mengembangkan Preventive Action.
  • Mampu mengurangi recurring failure.
  • Mendukung Reliability Improvement.
  • Mendukung Quality Improvement.
  • Mendukung Continuous Improvement.
  • Sebagai dasar melakukan improvement.

Materi Training Failure Analysis With FTA & RCFA

1. Fundamental Failure Analysis

  • Pengertian Failure.
  • Pengertian Failure Analysis.
  • Failure Investigation.
  • Failure Prevention.
  • Failure Mode.
  • Failure Mechanism.
  • Failure Effect.
  • Root Cause.
  • Recurring Failure.
  • Reliability Improvement.

Peserta memahami bahwa Failure Analysis tidak hanya bertujuan mengetahui komponen atau proses yang mengalami kegagalan, tetapi juga memahami mengapa kegagalan tersebut terjadi dan bagaimana mencegahnya terulang kembali.

2. Engineering Design Process

  • Engineering Requirement.
  • Customer Requirement.
  • Design Input.
  • Design Process.
  • Design Output.
  • Design Verification Awareness.
  • Design Validation Awareness.
  • Potential Failure.
  • Design Improvement.

Pemahaman terhadap Engineering Design Process membantu peserta melihat hubungan antara requirement, design, process, operating condition, dan kemungkinan munculnya suatu kegagalan.

3. Faktor Kegagalan Proses

  • Man / People.
  • Machine / Equipment.
  • Method.
  • Material.
  • Measurement.
  • Environment.
  • Design.
  • Operating Condition.
  • Maintenance Condition.
  • Process Variation.

Kegagalan dapat disebabkan oleh satu faktor maupun kombinasi beberapa faktor. Peserta diarahkan untuk melihat hubungan antarpenyebab secara sistematis sebelum menentukan Root Cause.

4. Understanding Failure Mode

  • Functional Failure.
  • Equipment Failure.
  • Component Failure.
  • Process Failure.
  • Product Failure.
  • Design Failure.
  • Quality Failure.
  • Human Related Failure.
  • System Failure.

Fault Tree Analysis (FTA)

5. Fundamental Fault Tree Analysis

  • Pengertian Fault Tree Analysis.
  • Tujuan FTA.
  • Top-Down Failure Analysis.
  • Deductive Analysis.
  • Failure Logic.
  • Cause Relationship.
  • Fault Tree Structure.
  • FTA Application.

Fault Tree Analysis (FTA) merupakan metode analisis yang dimulai dari suatu kejadian kegagalan utama atau Top Event kemudian dikembangkan secara sistematis untuk mengidentifikasi berbagai kondisi atau kejadian yang dapat menyebabkan kegagalan tersebut.

6. FTA Terminology

  • Top Event.
  • Intermediate Event.
  • Basic Event.
  • Undeveloped Event.
  • Conditioning Event Awareness.
  • Logic Gate.
  • Event Symbol.
  • Fault Tree Structure.

7. Logic Gate dalam Fault Tree Analysis

  • AND Gate.
  • OR Gate.
  • Logical Relationship.
  • Combination of Causes.
  • Independent Events Awareness.
  • Dependent Events Awareness.

Logic Gate digunakan untuk menunjukkan hubungan antara berbagai event yang dapat menyebabkan Top Event. Pemahaman hubungan logis ini membantu peserta menyusun Fault Tree secara lebih terstruktur.

8. FTA Main Steps

  • Define the System.
  • Define the Failure Problem.
  • Determine Top Event.
  • Understand System Function.
  • Identify Immediate Causes.
  • Develop Fault Tree.
  • Identify Intermediate Events.
  • Identify Basic Events.
  • Determine Logic Relationship.
  • Review Fault Tree.
  • Analyze Failure Path.
  • Develop Improvement Action.

9. Define the Top Event

  • Failure Statement.
  • System Boundary.
  • Failure Condition.
  • Operating Condition.
  • Location.
  • Time.
  • Failure Impact.

Top Event harus didefinisikan secara jelas agar analisis tidak menjadi terlalu luas. Pernyataan kegagalan perlu menggambarkan kondisi yang ingin dianalisis secara spesifik.

10. Building the Fault Tree

  • Identify Immediate Cause.
  • Ask How Can This Happen?
  • Develop Event Structure.
  • Use Logic Gate.
  • Break Down Causes.
  • Identify Basic Events.
  • Review Logical Consistency.
  • Verify With Evidence.

11. Product / Design FTA

  • Product Function.
  • Design Requirement.
  • Potential Product Failure.
  • Design Failure Mode.
  • Material Factor.
  • Component Interaction.
  • Operating Environment.
  • Design Weakness.
  • Design Improvement.

Product or Design FTA dapat digunakan untuk memetakan kemungkinan penyebab kegagalan yang berkaitan dengan product function, component, material, design condition, dan operating environment.

12. Process FTA

  • Process Function.
  • Process Flow.
  • Process Failure.
  • Process Parameter.
  • Machine Condition.
  • Material Condition.
  • Human Factor.
  • Method.
  • Measurement.
  • Process Improvement.

Process FTA membantu tim menganalisis kemungkinan penyebab kegagalan yang berasal dari aktivitas dan interaksi dalam suatu proses.

13. Equipment Failure FTA

  • Equipment Function.
  • Functional Failure.
  • Component Failure.
  • Electrical Failure Awareness.
  • Mechanical Failure Awareness.
  • Operating Condition.
  • Maintenance Condition.
  • Failure Path.

Root Cause Failure Analysis (RCFA)

14. Fundamental RCFA

  • Pengertian Root Cause Failure Analysis.
  • Tujuan RCFA.
  • Failure Investigation.
  • Evidence-Based Analysis.
  • Cause-and-Effect Relationship.
  • Root Cause Identification.
  • Corrective Action.
  • Preventing Recurrence.

Root Cause Failure Analysis (RCFA) membantu organisasi melakukan investigasi kegagalan secara sistematis untuk menemukan akar penyebab dan mengembangkan tindakan yang mampu mengurangi kemungkinan terjadinya recurring failure.

15. Symptom, Failure Mode & Root Cause

  • Symptom.
  • Problem Statement.
  • Failure Mode.
  • Immediate Cause.
  • Direct Cause.
  • Contributing Cause.
  • Physical Cause.
  • Human Cause.
  • System Cause.
  • Root Cause.

Peserta belajar membedakan gejala, Failure Mode, dan Root Cause. Perbedaan ini penting karena tindakan yang hanya menghilangkan symptom belum tentu mencegah kegagalan yang sama terulang kembali.

16. RCFA Main Steps

  • Define the Failure.
  • Collect Evidence.
  • Understand Failure Event.
  • Develop Failure Timeline.
  • Identify Potential Causes.
  • Analyze Cause-and-Effect.
  • Verify Possible Causes.
  • Identify Root Cause.
  • Develop Corrective Action.
  • Implement Corrective Action.
  • Verify Effectiveness.
  • Standardize Improvement.
  • Share Lessons Learned.

17. Failure Problem Definition

  • What Happened?
  • Where Did It Happen?
  • When Did It Happen?
  • How Was It Detected?
  • What Was the Impact?
  • What Should Have Happened?
  • Actual vs Expected Condition.

18. Evidence Collection

  • Physical Evidence.
  • Photograph.
  • Operating Data.
  • Maintenance Record.
  • Inspection Record.
  • Quality Record.
  • Process Parameter.
  • Failure History.
  • Interview.
  • Document Review.

RCFA membutuhkan fakta dan evidence. Peserta memahami pentingnya mengumpulkan data sebelum menentukan kesimpulan mengenai penyebab kegagalan.

19. Fact vs Assumption

  • Verified Fact.
  • Observation.
  • Opinion.
  • Assumption.
  • Hypothesis.
  • Evidence Verification.
  • Data Validation.

20. Failure Timeline Analysis

  • Event Sequence.
  • Condition Before Failure.
  • Failure Event.
  • Condition After Failure.
  • Abnormal Condition.
  • Operating Change.
  • Maintenance Activity.
  • Event Mapping.

Failure Timeline membantu tim memahami urutan kejadian sebelum, saat, dan setelah failure sehingga hubungan antara event dapat dianalisis secara lebih sistematis.

21. Cause-and-Effect Analysis

  • Potential Cause.
  • Cause-and-Effect Relationship.
  • Fishbone Diagram.
  • Ishikawa Diagram.
  • Cause Verification.
  • Evidence-Based Cause Analysis.

22. 5 Why Analysis for RCFA

  • Problem Statement.
  • Why Did It Happen?
  • Cause Chain.
  • Physical Cause.
  • Human Cause.
  • System Cause.
  • Root Cause Verification.

5 Why Analysis dapat digunakan sebagai salah satu teknik pendukung dalam RCFA untuk menggali hubungan sebab-akibat secara lebih dalam. Setiap dugaan penyebab tetap perlu diverifikasi berdasarkan fakta.

23. Product / Design RCFA

  • Product Failure.
  • Design Requirement.
  • Design Condition.
  • Material Selection.
  • Component Condition.
  • Operating Environment.
  • Design Weakness.
  • Design Improvement.

24. Process RCFA

  • Process Failure.
  • Process Flow.
  • Process Parameter.
  • Process Deviation.
  • Quality Problem.
  • Human Factor.
  • Equipment Factor.
  • Material Factor.
  • Method Factor.
  • Process Improvement.

25. Equipment Failure RCFA

  • Equipment Function.
  • Functional Failure.
  • Failure Mode.
  • Failure Mechanism.
  • Operating Condition.
  • Maintenance History.
  • Component Condition.
  • Failure Pattern.

Physical Failure Analysis

  • Wear Awareness.
  • Fatigue Awareness.
  • Corrosion Awareness.
  • Overheating.
  • Contamination.
  • Misalignment.
  • Lubrication Problem.
  • Overload.
  • Component Damage.

Human Factor Analysis

  • Knowledge.
  • Skill.
  • Training.
  • Communication.
  • Work Instruction.
  • Supervision.
  • Workload.
  • Human Error Awareness.

Failure Analysis tidak bertujuan sekadar mencari siapa yang melakukan kesalahan. Ketika Human Factor terlibat, investigasi perlu melihat kondisi sistem yang memungkinkan error terjadi.

System & Management Root Cause

  • Procedure.
  • Standard.
  • Training System.
  • Maintenance Strategy.
  • Planning.
  • Inspection System.
  • Communication System.
  • Management Control.
  • Change Management.

FTA vs RCFA

Aspek FTA RCFA
Nama Fault Tree Analysis Root Cause Failure Analysis
Pendekatan Top-down logical analysis Failure investigation & root cause analysis
Fokus Memetakan kemungkinan penyebab Top Event Menemukan akar penyebab kegagalan aktual
Output Fault Tree & Failure Path Verified Root Cause & Corrective Action

Integrasi FTA & RCFA

FTA dan RCFA dapat digunakan secara saling melengkapi. FTA membantu tim mengembangkan struktur logis kemungkinan penyebab kegagalan, sedangkan RCFA membantu melakukan investigasi, mengumpulkan evidence, memverifikasi penyebab, dan menentukan Root Cause yang mendasari kegagalan.

FTA & FMEA

Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) umumnya digunakan untuk mengidentifikasi Failure Mode dan dampaknya secara sistematis, sedangkan FTA memulai analisis dari Top Event dan menelusuri kombinasi penyebab yang dapat menghasilkan kejadian tersebut. Kedua tools dapat saling melengkapi dalam Failure Prevention dan Risk Analysis.

FTA & 5 Why Root Cause Analysis

FTA membantu memetakan beberapa jalur penyebab secara logis, sedangkan 5 Why dapat digunakan untuk menggali lebih dalam cause chain tertentu. Kombinasi keduanya dapat membantu tim mengembangkan analisis penyebab secara lebih terstruktur.

FTA & Reliability Engineering

Dalam Reliability Engineering, FTA dapat digunakan untuk memahami bagaimana berbagai component failure atau condition dapat berkontribusi terhadap System Failure. Hasil analisis dapat digunakan sebagai input untuk Reliability Improvement dan Failure Prevention.

RCFA & Maintenance

Dalam Maintenance, RCFA membantu tim menganalisis recurring breakdown, premature component failure, unplanned downtime, dan berbagai kegagalan equipment agar tindakan maintenance tidak hanya berupa repair, tetapi juga mampu mengurangi recurrence.

RCFA & Reliability Improvement

Hasil RCFA dapat digunakan untuk memperbaiki Maintenance Strategy, inspection, operating standard, design, work method, training, dan berbagai faktor yang memengaruhi Reliability.

Failure Analysis untuk Manufacturing

Dalam Manufacturing, FTA dan RCFA dapat digunakan untuk menganalisis machine failure, process interruption, recurring defect, quality problem, production loss, dan berbagai kegagalan yang memengaruhi output produksi.

Failure Analysis untuk Production

Production dapat menggunakan Failure Analysis untuk memahami penyebab downtime, process deviation, abnormal condition, output loss, recurring problem, defect, dan berbagai masalah yang menghambat pencapaian target produksi.

Failure Analysis untuk Engineering

Engineering dapat menggunakan FTA dan RCFA untuk menganalisis kegagalan yang berkaitan dengan design, equipment, material, component, technical specification, operating condition, dan process parameter.

Failure Analysis untuk Quality Control & Quality Assurance

Dalam Quality Control dan Quality Assurance, Failure Analysis dapat digunakan untuk menganalisis recurring defect, reject, nonconformity, customer complaint, process deviation, serta kegagalan sistem kualitas.

Failure Analysis untuk R&D

Research & Development dapat menggunakan FTA dan RCFA untuk mengevaluasi potential product failure, design weakness, component interaction, test failure, dan berbagai risiko yang ditemukan dalam proses pengembangan produk.

Corrective Action Development

  • Immediate Correction.
  • Corrective Action.
  • Preventive Action.
  • Root Cause Elimination.
  • Risk Reduction.
  • Action Priority.
  • Person in Charge.
  • Due Date.
  • Effectiveness Verification.

Corrective Action yang efektif harus memiliki hubungan yang jelas dengan penyebab yang telah diverifikasi. Tindakan tidak cukup hanya mengembalikan kondisi normal, tetapi perlu mengurangi kemungkinan kegagalan yang sama terjadi kembali.

Verification of Effectiveness

  • Implementation Verification.
  • Result Verification.
  • Failure Recurrence Monitoring.
  • Performance Monitoring.
  • Data Review.
  • Effectiveness Criteria.
  • Follow-Up.

Standardization & Lessons Learned

  • Update Standard.
  • Update SOP.
  • Update Work Instruction.
  • Update Maintenance Standard.
  • Update Inspection Standard.
  • Knowledge Sharing.
  • Lessons Learned.
  • Horizontal Deployment.

Hasil Failure Analysis yang efektif perlu menjadi pembelajaran organisasi sehingga improvement dapat diterapkan pada equipment, product, process, atau area lain yang memiliki risiko kegagalan serupa.

Failure Analysis Workshop

  • Failure Problem Definition.
  • Top Event Identification.
  • Fault Tree Construction.
  • AND & OR Gate Exercise.
  • Basic Event Identification.
  • Failure Path Analysis.
  • Failure Evidence Collection.
  • Failure Timeline Exercise.
  • Fact vs Assumption Exercise.
  • Cause-and-Effect Analysis.
  • 5 Why Analysis.
  • Root Cause Identification.
  • Corrective Action Development.
  • Effectiveness Verification Plan.

Format Failure Analysis Report

  • Failure Title.
  • Problem Description.
  • Date & Location.
  • Equipment / Product / Process Identification.
  • Failure Impact.
  • Failure History.
  • Top Event.
  • Fault Tree.
  • Evidence.
  • Failure Timeline.
  • Failure Mode.
  • Potential Causes.
  • Verified Root Cause.
  • Corrective Action.
  • Person in Charge.
  • Due Date.
  • Verification Result.
  • Lessons Learned.

Kompetensi yang Dikembangkan

  • Failure Analysis.
  • Fault Tree Analysis.
  • Root Cause Failure Analysis.
  • Failure Investigation.
  • Failure Mode Identification.
  • Top Event Analysis.
  • Logic Gate Analysis.
  • Failure Path Analysis.
  • Evidence Collection.
  • Failure Timeline Analysis.
  • Root Cause Analysis.
  • Corrective Action.
  • Failure Prevention.
  • Reliability Improvement.
  • Problem Solving.
  • Continuous Improvement.

Target Peserta Training

Training Failure Analysis With FTA & RCFA ditujukan bagi Manager dan Supervisor, R&D, Engineering, Production, dan Quality. Program ini juga relevan bagi Maintenance, Reliability Engineer, Process Engineer, Quality Engineer, Manufacturing Engineer, Continuous Improvement Team, dan profesional yang bertanggung jawab terhadap Failure Investigation, Root Cause Analysis, Reliability, Quality, dan Process Improvement.

Trainer Johnson Indonesia

Tim Trainer Johnson Indonesia
  • Johnson Alvonco, Ph.D
  • Dr. Iphov Kumala Sriwana, ST., M.Si, IPM
  • Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
  • Purdianta, ST. MT.
  • Surachman. ST.,MT

Metode Training

  • Interactive Presentation.
  • Group Discussion.
  • Failure Case Study.
  • FTA Construction Exercise.
  • Fault Tree Workshop.
  • RCFA Investigation Exercise.
  • Root Cause Analysis.
  • Corrective Action Exercise.
  • Failure Analysis Simulation.
  • Action Plan.

Jadwal Training Failure Analysis With FTA & RCFA

Periode Tanggal Pelaksanaan
September 2026 29–30 September 2026
Oktober 2026 14–15 Oktober 2026
November 2026 03–04 November 2026
Desember 2026 02–03 Desember 2026
Januari 2027 07–08 Januari 2027
Februari 2027 05–06 Februari 2027
Maret 2027 10–11 Maret 2027
April 2027 06–07 April 2027
Mei 2027 18–19 Mei 2027
Juni 2027 08–09 Juni 2027
Juli 2027 22–23 Juli 2027

Catatan: Jadwal di atas mengikuti halaman khusus Failure Analysis With FTA & RCFA Johnson Indonesia. Jadwal dapat mengalami penyesuaian sehingga peserta disarankan melakukan konfirmasi sebelum pendaftaran.

Metode Pelaksanaan Training

  • Public Training – mengikuti jadwal Johnson Indonesia.
  • Offline Training – tatap muka.
  • Online Training – Zoom Meeting.
  • Private Training – kelas khusus.
  • In-House Training – materi dan studi kasus dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Fee Investasi Training

Offline Training Jakarta

Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.

Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
  • Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
  • Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Private Onsite Training

  • Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
  • Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
  • Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Online Training

Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Daftar Client Johnson Indonesia

Untuk melihat perusahaan dan institusi yang telah menggunakan berbagai layanan training Johnson Indonesia, silakan mengunjungi Daftar Client Johnson Indonesia.

Public Training Failure Analysis With FTA & RCFA

Johnson Indonesia menyediakan Public Training Failure Analysis With FTA & RCFA bagi profesional Engineering, Production, Quality, Maintenance, Reliability, Manufacturing, dan R&D yang membutuhkan kemampuan analisis kegagalan secara sistematis.

In-House Training Failure Analysis With FTA & RCFA

In-House Training Failure Analysis With FTA & RCFA dapat disesuaikan dengan jenis equipment, product, process, Failure History, recurring problem, downtime, defect, Quality Problem, dan kebutuhan Reliability Improvement perusahaan.

Perusahaan dapat menggunakan kasus aktual sebagai bahan workshop sehingga peserta dapat menyusun Fault Tree, melakukan Failure Investigation, mengembangkan Failure Timeline, mengidentifikasi Root Cause, dan menentukan Corrective Action berdasarkan kondisi nyata di tempat kerja.

Training Terkait

Untuk memperkuat kompetensi Failure Analysis, Reliability, Root Cause Analysis, Quality, dan Continuous Improvement, peserta juga dapat mengikuti program berikut:

Mengurangi Recurring Failure

FTA dan RCFA membantu perusahaan memahami penyebab kegagalan secara lebih sistematis. Dengan mengidentifikasi serta menghilangkan Root Cause, perusahaan dapat mengurangi kemungkinan kegagalan yang sama terjadi kembali.

Mengurangi Downtime

Recurring equipment failure dan process failure dapat menyebabkan downtime serta kehilangan produktivitas. Failure Analysis membantu perusahaan mengembangkan tindakan perbaikan yang lebih tepat untuk meningkatkan Availability dan Reliability.

Meningkatkan Equipment Reliability

Data kegagalan dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran untuk memperbaiki Maintenance Strategy, operating condition, inspection, component design, standard, dan berbagai faktor lain yang memengaruhi Equipment Reliability.

Mendukung Quality Improvement

FTA dan RCFA juga dapat digunakan untuk menganalisis defect, reject, nonconformity, dan recurring Quality Problem sehingga Corrective Action dapat diarahkan pada penyebab yang telah diverifikasi.

Mendukung Operational Excellence

Pengurangan recurring failure memberikan kontribusi terhadap Reliability, Quality, Productivity, Safety, Cost Efficiency, Delivery, dan Process Stability sehingga mendukung pencapaian Operational Excellence.

FTA & RCFA Action Plan

Pada akhir training, peserta dapat menyusun Failure Analysis Action Plan yang mencakup Failure Problem, Top Event, Fault Tree, Failure Mode, Evidence, Failure Timeline, Potential Cause, Verified Root Cause, Corrective Action, PIC, Due Date, Verification Method, dan Lessons Learned.

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk pengembangan kompetensi Failure Analysis, Engineering, Maintenance, Reliability, Quality Management, Manufacturing, Production, Root Cause Analysis, Continuous Improvement, dan Operational Excellence.

Melalui Training Failure Analysis With FTA & RCFA, peserta memperoleh pemahaman mengenai Engineering Design Process, faktor kegagalan proses, Fault Tree Analysis, FTA Main Steps, Product & Process FTA, Root Cause Failure Analysis, RCFA Main Steps, Product & Process RCFA, Failure Investigation, serta Corrective Action untuk mencegah kegagalan berulang.

Pendaftaran Training Failure Analysis With FTA & RCFA

Tingkatkan kemampuan tim dalam menganalisis kegagalan, menemukan akar penyebab, mengurangi recurring failure, serta meningkatkan Reliability dan Quality melalui Training Failure Analysis With FTA & RCFA Johnson Indonesia.

Scroll to Top
Call Us Now