Lean Six Sigma Quality

 

Training Lean Six Sigma Quality

Productivity, Quality & Business Process Improvement

Training Lean Six Sigma Quality merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengintegrasikan konsep Lean Management, Quality Management, dan Six Sigma untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, layanan, efisiensi proses, serta daya saing perusahaan.

Lean Six Sigma menggabungkan kekuatan Lean dalam mengidentifikasi dan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah atau waste dengan pendekatan Six Sigma yang berorientasi pada pengurangan variasi, defect, dan peningkatan kualitas berbasis data. Integrasi keduanya membantu perusahaan membangun proses yang lebih cepat, efisien, stabil, dan berorientasi kepada kebutuhan pelanggan.

Melalui training ini, peserta mempelajari konsep Lean Six Sigma Quality, Quality Concept, Lean Concept, Six Sigma Methodology, Value Stream Approach, identifikasi project improvement, analisis waste, Cost of Poor Quality, metodologi DMAIC, Root Cause Analysis, Lean Six Sigma Problem Solving, Performance Measurement, hingga strategi implementasi Lean Six Sigma di perusahaan.

Mengapa Training Lean Six Sigma Quality Penting?

Perusahaan menghadapi berbagai tantangan seperti pemborosan proses, defect, rework, waiting time, excessive inventory, proses yang terlalu panjang, variasi kualitas, biaya operasional tinggi, customer complaint, dan produktivitas yang belum optimal. Permasalahan tersebut membutuhkan pendekatan improvement yang sistematis dan berbasis data.

Lean Six Sigma Quality membantu organisasi melihat proses secara end-to-end, mengidentifikasi aktivitas Value Added dan Non-Value Added, mengukur kinerja proses, menemukan akar penyebab masalah, mengembangkan solusi, serta membangun control untuk mempertahankan hasil improvement.

Manfaat Training Lean Six Sigma Quality

  • Memahami konsep dan prinsip Lean.
  • Memahami konsep Quality Management.
  • Memahami konsep dan metodologi Six Sigma.
  • Memahami integrasi Lean, Quality, dan Six Sigma.
  • Mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, dan layanan.
  • Mampu mengidentifikasi Value Added dan Non-Value Added Activity.
  • Mampu mengidentifikasi waste atau pemborosan dalam proses.
  • Mampu melakukan Process Mapping.
  • Mampu memahami Value Stream Approach.
  • Mampu mengidentifikasi project improvement.
  • Mampu menggunakan pendekatan DMAIC.
  • Mampu mengidentifikasi Critical Process.
  • Mampu mengidentifikasi faktor penyebab utama masalah.
  • Mampu melakukan Root Cause Analysis.
  • Mampu mengembangkan solusi improvement.
  • Mampu memahami tools Lean Six Sigma.
  • Mampu menentukan Performance Measurement.
  • Mampu mengembangkan strategi implementasi Lean Six Sigma.
  • Mendukung Continuous Improvement.
  • Meningkatkan daya saing bisnis perusahaan.

Materi Training Lean Six Sigma Quality

1. Introduction to Lean Six Sigma Quality

  • Lean Six Sigma Quality.
  • Quality Concept.
  • Quality Focus.
  • Quality Goal.
  • Lean Concept.
  • Lean Focus.
  • Lean Goal.
  • Lean Process.
  • Six Sigma Background.
  • Six Sigma Concept.
  • Six Sigma Methodology.
  • Six Sigma Key Roles.

Peserta memahami hubungan antara Lean, Quality, dan Six Sigma serta bagaimana ketiga pendekatan tersebut dapat digunakan secara terintegrasi untuk meningkatkan performance perusahaan.

Fundamental Quality Management

2. Understanding Quality

  • Definition of Quality.
  • Customer Requirement.
  • Customer Expectation.
  • Product Quality.
  • Service Quality.
  • Process Quality.
  • Conformance to Requirement.
  • Quality Improvement.

Quality bukan hanya berkaitan dengan pemeriksaan produk akhir. Kualitas perlu dibangun sejak proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga improvement agar output mampu memenuhi requirement pelanggan secara konsisten.

3. Customer Focus & Voice of Customer

  • Customer Requirement.
  • Voice of Customer (VOC).
  • Customer Needs.
  • Customer Expectation.
  • Critical to Quality (CTQ).
  • Customer Satisfaction.
  • Value Creation.

Lean Management

4. Fundamental Lean Concept

  • Lean Thinking.
  • Customer Value.
  • Value Stream.
  • Flow.
  • Pull.
  • Perfection.
  • Continuous Improvement.

Lean berfokus pada penciptaan nilai bagi pelanggan dengan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dan memperbaiki aliran proses.

5. Value Added & Non-Value Added Activity

  • Value Added Activity.
  • Non-Value Added Activity.
  • Necessary Non-Value Added Activity.
  • Customer Value.
  • Business Value.
  • Waste Identification.

Identifikasi Waste / Pemborosan

6. Seven Wastes

  • Transportation – perpindahan material atau informasi yang tidak diperlukan.
  • Inventory – persediaan berlebih.
  • Motion – pergerakan yang tidak memberikan nilai tambah.
  • Waiting – waktu tunggu.
  • Overproduction – produksi melebihi kebutuhan.
  • Overprocessing – proses berlebih yang tidak memberikan nilai tambah.
  • Defects – kesalahan, reject, rework, dan scrap.

7. Additional Waste Awareness

  • Underutilized Talent.
  • Unused Employee Creativity.
  • Information Waste.
  • Process Complexity.
  • Unnecessary Approval.
  • Duplicated Work.

Identifikasi waste tidak terbatas pada area produksi. Lean dapat diterapkan pada Office, Administration, Finance, HR, Procurement, Warehouse, Supply Chain, Customer Service, Sales, dan berbagai proses bisnis lainnya.

Six Sigma Quality

8. Introduction to Six Sigma

  • Six Sigma Background.
  • Six Sigma Philosophy.
  • Six Sigma Quality.
  • Process Variation.
  • Defect.
  • Defect Reduction.
  • Customer Focus.
  • Data-Driven Decision Making.
  • Continuous Improvement.

9. Six Sigma Roles

  • Executive Leadership.
  • Champion.
  • Master Black Belt.
  • Black Belt.
  • Green Belt.
  • Yellow Belt.
  • White Belt.
  • Process Owner.
  • Project Team.

Integration Lean, Quality & Six Sigma

10. Integrating Lean Six Sigma Quality

  • Lean for Waste Reduction.
  • Six Sigma for Variation & Defect Reduction.
  • Quality for Customer Requirement.
  • Integration of Speed, Quality & Efficiency.
  • Business Performance Improvement.
  • Operational Excellence.

Integrasi Lean Six Sigma Quality membantu perusahaan meningkatkan produktivitas, kualitas, layanan, efisiensi, dan daya saing bisnis secara bersamaan.

11. Link Quality, Lean Flow & Six Sigma

  • Quality Performance.
  • Process Flow.
  • Process Variation.
  • Waste Reduction.
  • Defect Reduction.
  • Cycle Time Reduction.
  • Productivity Improvement.
  • Customer Satisfaction.

Value Stream Approach

12. Understanding Value Stream

  • Value Stream.
  • Process Flow.
  • Material Flow.
  • Information Flow.
  • Current State.
  • Future State.
  • Improvement Opportunity.

13. Value Stream Mapping (VSM)

  • Define Product / Service Family.
  • Map Current Process.
  • Identify Process Steps.
  • Identify Information Flow.
  • Identify Material Flow.
  • Identify Lead Time.
  • Identify Cycle Time.
  • Identify Inventory.
  • Identify Waste.
  • Develop Future State.

Value Stream Mapping membantu tim melihat keseluruhan aliran proses sehingga area bottleneck, waiting, inventory, rework, dan aktivitas Non-Value Added dapat diidentifikasi.

Identification Project Improvement

14. Identifikasi Business Value

  • Customer Value.
  • Business Value.
  • Strategic Objective.
  • Business Problem.
  • Performance Gap.
  • Improvement Opportunity.

15. Process Mapping

  • Identify Process.
  • Process Boundary.
  • Supplier.
  • Input.
  • Process.
  • Output.
  • Customer.
  • Critical Process.

16. SIPOC Analysis

  • Supplier.
  • Input.
  • Process.
  • Output.
  • Customer.
  • Process Boundary.

17. Identifikasi Critical Process

  • Process With Quality Problems.
  • High Defect Process.
  • High Cost Process.
  • Long Lead Time Process.
  • Bottleneck Process.
  • Customer Complaint Process.
  • High-Risk Process.

Cost of Poor Quality (COPQ)

18. Understanding Cost of Poor Quality

  • Internal Failure Cost.
  • External Failure Cost.
  • Rework Cost.
  • Reject Cost.
  • Scrap Cost.
  • Complaint Cost.
  • Warranty Cost.
  • Inspection Cost Awareness.
  • Lost Productivity.

Cost of Poor Quality membantu organisasi memahami dampak finansial dari defect, failure, rework, scrap, complaint, dan berbagai aktivitas yang muncul akibat proses yang tidak efektif.

Menetapkan Project Improvement Lean Six Sigma

19. Project Selection

  • Business Impact.
  • Customer Impact.
  • Financial Impact.
  • Process Impact.
  • Project Scope.
  • Project Feasibility.
  • Project Priority.

20. Project Charter Awareness

  • Business Case.
  • Problem Statement.
  • Goal Statement.
  • Project Scope.
  • Project Team.
  • Milestone.
  • Expected Benefit.

Implementation Lean Six Sigma Quality

DMAIC Methodology

DMAIC merupakan metodologi improvement yang terdiri dari Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Pendekatan ini membantu tim menjalankan improvement secara sistematis mulai dari mendefinisikan masalah hingga mempertahankan hasil perbaikan.

21. DEFINE – Mendefinisikan Masalah & Project Improvement

  • Business Problem.
  • Problem Statement.
  • Goal Statement.
  • Voice of Customer.
  • Critical to Quality.
  • SIPOC.
  • Project Scope.
  • Stakeholder Identification.
  • Project Charter.

22. Problem Statement

  • What Is the Problem?
  • Where Does It Occur?
  • When Does It Occur?
  • How Often Does It Occur?
  • How Big Is the Problem?
  • What Is the Business Impact?

23. MEASURE – Mengukur Current Performance

  • Process Mapping.
  • Data Collection.
  • Operational Definition.
  • Baseline Performance.
  • Defect Data.
  • Cycle Time.
  • Lead Time.
  • Yield.
  • Process Performance.

24. Data Collection Plan

  • What Data Is Required?
  • Data Source.
  • Measurement Method.
  • Sampling.
  • Frequency.
  • Responsible Person.
  • Data Validation.

25. Measurement System Analysis Awareness

  • Measurement System.
  • Measurement Variation.
  • Repeatability.
  • Reproducibility.
  • Measurement Reliability.
  • Data Quality.

26. Process Capability Awareness

  • Process Variation.
  • Specification Limit.
  • Process Stability Awareness.
  • Cp.
  • Cpk.
  • Pp.
  • Ppk.

27. ANALYZE – Root Cause Analysis

  • Analyze Current State.
  • Identify Performance Gap.
  • Potential Cause Identification.
  • Cause-and-Effect Analysis.
  • Fishbone Diagram.
  • 5 Whys Analysis.
  • Pareto Analysis.
  • Data Analysis.
  • Root Cause Verification.

28. Genchi Genbutsu / Go and See

  • Go to the Actual Place.
  • Observe the Actual Process.
  • Understand the Actual Condition.
  • Collect Actual Facts.
  • Verify Assumptions.
  • Identify Root Cause.

Prinsip Genchi Genbutsu mengarahkan tim untuk melihat kondisi aktual di tempat proses berlangsung sehingga analisis tidak hanya berdasarkan asumsi atau laporan.

29. Fishbone Diagram

  • Man.
  • Machine.
  • Method.
  • Material.
  • Measurement.
  • Environment.

30. 5 Whys Root Cause Analysis

  • Problem.
  • Why 1.
  • Why 2.
  • Why 3.
  • Why 4.
  • Why 5.
  • Root Cause.
  • Root Cause Verification.

31. FMEA Awareness

  • Failure Mode.
  • Failure Effect.
  • Failure Cause.
  • Existing Control.
  • Risk Assessment.
  • Improvement Priority.
  • Recommended Action.

32. IMPROVE – Developing Improvement Solutions

  • Generate Improvement Ideas.
  • Creative Problem Solving.
  • Solution Selection.
  • Evaluate Solution.
  • Risk Analysis.
  • Pilot Improvement.
  • Implement Improvement.
  • Verify Improvement Result.

33. Lean Improvement Tools

  • 5S / 5R.
  • Kaizen.
  • Poka-Yoke.
  • Visual Management.
  • Standardized Work.
  • Flow Improvement.
  • Pull System Awareness.
  • Kanban Awareness.
  • Quick Changeover Awareness.
  • Waste Elimination.

34. Poka-Yoke / Mistake Proofing

  • Error Prevention.
  • Error Detection.
  • Defect Prevention.
  • Human Error Reduction.
  • Process Error Reduction.
  • Zero Defect Awareness.

35. Developing Future State Condition

  • Current State.
  • Performance Gap.
  • Waste Elimination.
  • Improved Process Flow.
  • Future State.
  • Expected Performance.

36. CONTROL – Maintaining Improvement

  • Performance Monitoring.
  • Control Plan.
  • Process Standardization.
  • Standard Operating Procedure.
  • Visual Control.
  • Statistical Process Control Awareness.
  • KPI Monitoring.
  • Corrective Action.
  • Continuous Improvement.

Statistical Process Control (SPC) Awareness

  • Process Variation.
  • Common Cause Variation.
  • Special Cause Variation.
  • Control Chart.
  • Control Limit.
  • Process Stability.
  • Monitoring Process Performance.

SPC dapat digunakan pada tahap Control untuk membantu memonitor kestabilan proses setelah improvement dilaksanakan.

Lean Six Sigma Problem Solving

37. Structured Problem Solving

  • Define Problem.
  • Collect Data.
  • Analyze Process.
  • Identify Root Cause.
  • Generate Solution.
  • Select Solution.
  • Implement Solution.
  • Verify Result.
  • Standardize Improvement.

Tools & Techniques Lean Six Sigma

  • DMAIC.
  • SIPOC.
  • Voice of Customer.
  • Critical to Quality.
  • Project Charter.
  • Process Mapping.
  • Value Stream Mapping.
  • Seven Wastes.
  • Pareto Chart.
  • Fishbone Diagram.
  • 5 Whys.
  • FMEA.
  • 5S / 5R.
  • Kaizen.
  • Poka-Yoke.
  • Visual Control.
  • Standardized Work.
  • SPC Awareness.
  • Process Capability Awareness.
  • Measurement System Analysis Awareness.
  • Control Plan.

Performance Measurement

38. Menetapkan Ukuran Keberhasilan Improvement

  • Defect Reduction.
  • Reject Reduction.
  • Rework Reduction.
  • Scrap Reduction.
  • Cycle Time Reduction.
  • Lead Time Reduction.
  • Downtime Reduction.
  • Inventory Reduction.
  • Productivity Improvement.
  • Quality Improvement.
  • Cost Reduction.
  • Customer Satisfaction Improvement.

Setiap project Lean Six Sigma perlu memiliki ukuran keberhasilan yang jelas sehingga manfaat improvement dapat dibandingkan antara kondisi sebelum dan setelah implementasi.

Lean Six Sigma untuk Manufacturing

Dalam Manufacturing, Lean Six Sigma dapat diterapkan untuk mengurangi defect, reject, rework, scrap, waiting, excessive inventory, unnecessary motion, transportation, overproduction, dan berbagai pemborosan lain yang memengaruhi Quality, Cost, Delivery, Productivity, serta Customer Satisfaction.

Lean Six Sigma untuk Production

Production Team dapat menggunakan Lean Six Sigma untuk meningkatkan output, mengurangi cycle time, meningkatkan yield, mengurangi process variation, mengatasi bottleneck, meningkatkan process flow, dan meningkatkan produktivitas.

Lean Six Sigma untuk Quality Control & Quality Assurance

Quality Control dan Quality Assurance dapat menggunakan Lean Six Sigma untuk menganalisis defect, nonconformity, customer complaint, process variation, inspection failure, Cost of Poor Quality, dan berbagai peluang Quality Improvement.

Lean Six Sigma untuk Engineering

Engineering dapat menggunakan Lean Six Sigma untuk melakukan Process Improvement, Root Cause Analysis, parameter optimization, defect prevention, equipment improvement, dan peningkatan process capability.

Lean Six Sigma untuk Warehouse & Supply Chain

Lean Six Sigma dapat diterapkan untuk mengurangi waiting, unnecessary transportation, excessive inventory, picking error, process delay, material movement, dan aktivitas Non-Value Added dalam Warehouse dan Supply Chain.

Lean Six Sigma untuk Office & Administration

Konsep Lean Six Sigma juga dapat diterapkan pada proses administrasi untuk mengurangi duplicated work, excessive approval, waiting time, unnecessary handoff, data error, document error, dan proses yang terlalu panjang.

Lean Six Sigma untuk Service Industry

Pada industri jasa, Lean Six Sigma dapat digunakan untuk meningkatkan response time, service quality, customer satisfaction, transaction accuracy, process speed, dan konsistensi pelayanan.

Lean Six Sigma untuk Finance

Finance dapat menggunakan pendekatan Lean Six Sigma untuk memperbaiki proses reporting, payment, reconciliation, budgeting, invoice processing, approval, dan berbagai proses yang memiliki waiting time atau error tinggi.

Lean Six Sigma untuk Human Resources

HR dapat menerapkan prinsip Lean Six Sigma pada proses administrasi pegawai, onboarding, training administration, performance management, employee service, dan berbagai proses SDM yang membutuhkan peningkatan efficiency dan service quality.

Lean Six Sigma untuk Procurement

Procurement dapat menggunakan Lean Six Sigma untuk menganalisis purchase cycle time, approval delay, supplier quality problem, purchase order error, delivery issue, dan proses procurement yang tidak memberikan nilai tambah.

Lean Six Sigma & Continuous Improvement

Lean Six Sigma bukan sekadar project improvement. Implementasi yang berkelanjutan membantu perusahaan membangun budaya Continuous Improvement yang mendorong setiap fungsi untuk secara konsisten mencari peluang meningkatkan Quality, Cost, Delivery, Productivity, Safety, dan Customer Satisfaction.

Lean Six Sigma & Operational Excellence

Lean Six Sigma dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung Operational Excellence melalui pengurangan waste, pengendalian variation, standardisasi proses, peningkatan produktivitas, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Lean Six Sigma & Kaizen

Kaizen mendorong improvement secara berkelanjutan, sedangkan Lean Six Sigma menyediakan metodologi dan tools untuk mengelola improvement secara terstruktur. Keduanya dapat digunakan secara saling melengkapi sesuai karakteristik masalah.

Lean Six Sigma & FMEA

Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dapat digunakan dalam project Lean Six Sigma untuk mengidentifikasi potential failure, Failure Effect, Failure Cause, existing control, dan area risiko yang membutuhkan improvement.

Lean Six Sigma & Root Cause Analysis

Root Cause Analysis merupakan bagian penting dalam tahap Analyze. Teknik seperti Fishbone Diagram, 5 Whys, Pareto Analysis, Process Mapping, dan FMEA dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi serta memverifikasi penyebab masalah.

Lean Six Sigma & Minitab

Untuk project yang membutuhkan analisis statistik lebih lanjut, Software Minitab dapat digunakan untuk membantu melakukan Descriptive Statistics, Hypothesis Testing, Regression, ANOVA, Process Capability, Measurement System Analysis, Statistical Process Control, dan Design of Experiments sesuai kebutuhan project.

Workshop Lean Six Sigma Quality

  • Identify Business Problem.
  • Define Customer Value.
  • Identify VOC & CTQ.
  • Develop SIPOC.
  • Map Current Process.
  • Identify Value Added & Non-Value Added Activity.
  • Identify Seven Wastes.
  • Analyze Cost of Poor Quality.
  • Select Improvement Project.
  • Develop Problem Statement.
  • Identify Root Cause.
  • Develop Improvement Solution.
  • Develop Future State.
  • Define Performance Measurement.
  • Develop Control Plan.
  • Develop Lean Six Sigma Action Plan.

Contoh Alur DMAIC Lean Six Sigma

Fase Fokus Utama
DEFINE Mendefinisikan masalah, customer requirement, CTQ, scope, dan tujuan project.
MEASURE Mengukur current performance dan mengumpulkan data yang relevan.
ANALYZE Mengidentifikasi dan memverifikasi faktor penyebab utama masalah.
IMPROVE Mengembangkan, memilih, menguji, dan mengimplementasikan solusi.
CONTROL Menjaga hasil improvement melalui monitoring, standardisasi, dan control.

Kompetensi yang Dikembangkan

  • Lean Management.
  • Six Sigma Quality.
  • Lean Six Sigma.
  • Quality Improvement.
  • Waste Reduction.
  • Defect Reduction.
  • DMAIC.
  • Process Mapping.
  • Value Stream Mapping.
  • Root Cause Analysis.
  • Problem Solving.
  • Process Improvement.
  • Performance Measurement.
  • Cost Reduction.
  • Continuous Improvement.
  • Operational Excellence.

Target Peserta Training

Training Lean Six Sigma Quality ditujukan bagi General Manager, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Division Head, Section Head, Chief, dan Team Leader. Program ini juga relevan bagi profesional Quality Assurance, Quality Control, Production, Manufacturing, Engineering, Maintenance, Warehouse, Supply Chain, Operations, Business Process Improvement, Continuous Improvement, Operational Excellence, dan personel yang terlibat dalam project improvement.

Trainer Johnson Indonesia

Tim Trainer Johnson Indonesia
  • Dr. Iphov Kumala Sriwana, ST., M.Si, IPM
  • Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
  • Purdianta, ST. MT.
  • Surachman. ST.,MT

Metode Training

  • Interactive Presentation.
  • Group Discussion.
  • Lean Six Sigma Case Study.
  • Waste Identification Exercise.
  • Process Mapping Exercise.
  • Value Stream Analysis.
  • Root Cause Analysis Exercise.
  • DMAIC Workshop.
  • Improvement Project Exercise.
  • Action Plan.

Jadwal Training Lean Six Sigma Quality

Periode Tanggal Pelaksanaan
September 2026 29–30 September 2026
Oktober 2026 14–15 Oktober 2026
November 2026 03–04 November 2026
Desember 2026 02–03 Desember 2026
Januari 2027 07–08 Januari 2027
Februari 2027 05–06 Februari 2027
Maret 2027 10–11 Maret 2027
April 2027 06–07 April 2027
Mei 2027 18–19 Mei 2027
Juni 2027 08–09 Juni 2027
Juli 2027 22–23 Juli 2027

Catatan: Jadwal di atas mengikuti halaman khusus Training Lean Six Sigma Quality Johnson Indonesia. Jadwal dapat mengalami penyesuaian sehingga peserta disarankan melakukan konfirmasi sebelum pendaftaran.

Tempat Training

Alternatif tempat pelaksanaan Offline Training antara lain Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, dan Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim. Lokasi training akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.

Metode Pelaksanaan

  • Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
  • Online Training – Zoom Meeting.
  • Public Training – mengikuti jadwal Johnson Indonesia.
  • In-House Training – dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
  • Private Training – kelas khusus sesuai kebutuhan peserta/perusahaan.

Fee Investasi Training

Offline Training Jakarta

Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.

Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
  • Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
  • Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Private Onsite Training

  • Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
  • Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
  • Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Online Training

Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Daftar Client Johnson Indonesia

Daftar perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan training Johnson Indonesia dapat dilihat melalui Daftar Client Johnson Indonesia.

Public Training Lean Six Sigma Quality

Johnson Indonesia menyediakan Public Training Lean Six Sigma Quality bagi profesional yang membutuhkan kompetensi dalam Lean Management, Six Sigma, Waste Reduction, Defect Reduction, DMAIC, Process Improvement, Quality Improvement, dan Continuous Improvement.

In-House Training Lean Six Sigma Quality

In-House Training Lean Six Sigma Quality dapat disesuaikan dengan proses, KPI, Quality Problem, productivity problem, Cost of Poor Quality, defect, waste, bottleneck, customer complaint, operational issue, dan improvement target perusahaan.

Perusahaan dapat menggunakan kasus aktual sebagai bahan workshop sehingga peserta dapat mempraktikkan DMAIC, Process Mapping, Waste Analysis, Root Cause Analysis, Solution Development, Future State Design, Performance Measurement, dan Control Plan berdasarkan kondisi nyata di tempat kerja.

Training Terkait – Internal Link

Untuk memperkuat kompetensi Lean Six Sigma, Quality Management, Statistical Analysis, dan Continuous Improvement, peserta juga dapat mengikuti program berikut:

Mengurangi Waste & Aktivitas Non-Value Added

Lean Six Sigma membantu perusahaan mengidentifikasi aktivitas yang menggunakan waktu, tenaga, ruang, material, maupun biaya tetapi tidak memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Pengurangan waste membantu menciptakan proses yang lebih sederhana, cepat, dan efisien.

Mengurangi Defect, Reject, Rework & Scrap

Pendekatan Six Sigma membantu organisasi memahami variation dan penyebab defect sehingga improvement dapat diarahkan pada faktor yang benar-benar memengaruhi kualitas proses maupun produk.

Meningkatkan Produktivitas

Dengan mengurangi waste, bottleneck, waiting, unnecessary motion, excessive inventory, rework, dan proses yang tidak diperlukan, organisasi dapat meningkatkan produktivitas tanpa selalu menambah sumber daya.

Meningkatkan Customer Value

Lean Six Sigma menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai salah satu dasar improvement. Voice of Customer dan Critical to Quality membantu organisasi menentukan aspek proses yang paling berpengaruh terhadap customer value.

Membangun Data-Driven Improvement

Lean Six Sigma mendorong keputusan improvement berdasarkan fakta, data, process performance, dan evidence sehingga organisasi dapat mengurangi keputusan yang hanya didasarkan pada asumsi.

Membangun Budaya Continuous Improvement

Implementasi Lean Six Sigma yang konsisten membantu membangun budaya kerja yang mendorong identifikasi masalah, pengurangan waste, standardisasi, problem solving, dan improvement secara berkelanjutan.

Lean Six Sigma Quality Action Plan

Pada akhir training, peserta dapat menyusun Lean Six Sigma Quality Action Plan yang mencakup Business Problem, Customer Requirement, VOC, CTQ, Current State, Process Mapping, Waste Identification, Baseline Performance, Root Cause, Improvement Solution, Future State, Performance Measurement, Control Plan, PIC, Target Date, dan Expected Benefit.

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk pengembangan kompetensi Lean Six Sigma, Quality Management, Manufacturing, Production, Engineering, Statistical Analysis, Problem Solving, Continuous Improvement, dan Operational Excellence.

Melalui Training Lean Six Sigma Quality, peserta memperoleh pemahaman mengenai integrasi Lean, Quality, dan Six Sigma; Value Stream Approach; Waste Analysis; Cost of Poor Quality; DMAIC; Root Cause Analysis; Lean Six Sigma Tools; Future State Development; Performance Measurement; dan strategi implementasi Lean Six Sigma di perusahaan.

Pendaftaran Training Lean Six Sigma Quality

Tingkatkan kemampuan tim dalam mengurangi waste, defect, process variation, Cost of Poor Quality, dan aktivitas Non-Value Added sekaligus meningkatkan produktivitas, kualitas, layanan, serta daya saing bisnis melalui Training Lean Six Sigma Quality Johnson Indonesia.

Scroll to Top
Call Us Now