5- WHYS

 

Quality Awareness Training – Membangun Quality Mindset & Quality Culture

Quality Awareness Training merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, sikap, dan komitmen karyawan terhadap pentingnya kualitas dalam setiap aktivitas pekerjaan.

Kualitas bukan hanya tanggung jawab Quality Assurance (QA) atau Quality Control (QC). Setiap karyawan memiliki kontribusi terhadap kualitas produk, proses, layanan, keselamatan kerja, produktivitas, biaya, dan kepuasan pelanggan. Karena itu, membangun Quality Awareness, Quality Mindset, dan Quality Culture merupakan bagian penting dalam menciptakan organisasi yang berorientasi pada mutu dan Continuous Improvement.

Melalui Quality Awareness Training, peserta akan memahami arti mutu, mengenali masalah kualitas di tempat kerja, memahami peran setiap individu dalam pemastian mutu, membangun perilaku kerja yang mendukung kualitas, menerapkan prinsip pencegahan kesalahan, serta meningkatkan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan.

Mengapa Quality Awareness Penting?

Masalah kualitas sering kali tidak hanya disebabkan oleh mesin, material, metode, atau sistem, tetapi juga dapat berkaitan dengan tingkat kesadaran dan perilaku orang yang menjalankan proses. Ketika karyawan menganggap kualitas hanya sebagai tanggung jawab departemen QA/QC, masalah dapat terlambat ditemukan dan berkembang menjadi defect, reject, rework, scrap, complaint, atau kegagalan lainnya.

Quality Awareness membantu setiap karyawan memahami bahwa pekerjaan yang dilakukan pada setiap proses akan memengaruhi proses berikutnya dan pada akhirnya memengaruhi kualitas yang diterima pelanggan.

Manfaat Quality Awareness Training

  • Memahami arti dan pentingnya mutu.
  • Menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya kualitas dalam pekerjaan.
  • Meningkatkan kepekaan terhadap masalah kualitas.
  • Memahami bahwa mutu merupakan tanggung jawab setiap orang.
  • Memahami peran karyawan dalam pemastian mutu.
  • Membangun Quality Mindset.
  • Membangun Quality Culture di lingkungan kerja.
  • Memahami hubungan Quality dengan Customer Satisfaction.
  • Memahami hubungan Quality dengan Productivity dan Cost.
  • Mengenali masalah kualitas di tempat kerja.
  • Membangun perilaku kerja yang menunjang mutu.
  • Memahami prinsip “3 Jangan”.
  • Membiasakan mengerjakan hal yang benar dengan cara yang benar.
  • Memahami pentingnya Prevention dibandingkan Correction.
  • Memahami Continuous Improvement.
  • Meningkatkan komitmen terhadap peningkatan mutu.
  • Mencegah defect, reject, rework, dan waste.
  • Mendorong keterlibatan seluruh karyawan dalam Quality Improvement.

Materi Quality Awareness Training

1. Arti Mutu / Understanding Quality

  • Pengertian Quality.
  • Definisi Mutu.
  • Quality dari perspektif pelanggan.
  • Quality dari perspektif perusahaan.
  • Product Quality.
  • Service Quality.
  • Process Quality.
  • People Quality.
  • Conformance to Requirement.
  • Fitness for Use.
  • Customer Expectations.

Quality & Customer Satisfaction

2. Memahami Pelanggan

  • Internal Customer.
  • External Customer.
  • Customer Needs.
  • Customer Requirements.
  • Customer Expectations.
  • Customer Satisfaction.
  • Customer Complaint.
  • Voice of Customer Awareness.

Setiap proses memiliki pelanggan. Pelanggan tersebut dapat berupa pelanggan eksternal yang membeli produk atau menggunakan jasa perusahaan maupun pelanggan internal yang menerima hasil pekerjaan dari proses sebelumnya.

Quality is Everyone’s Responsibility

3. Mutu Tanggung Jawab Siapa?

  • Quality bukan hanya tanggung jawab QA/QC.
  • Peran Management terhadap Quality.
  • Peran Supervisor terhadap Quality.
  • Peran Operator terhadap Quality.
  • Peran Staff terhadap Quality.
  • Peran Supporting Function terhadap Quality.
  • Cross Functional Quality Responsibility.
  • Ownership terhadap hasil pekerjaan.

Quality is Everyone’s Responsibility. Setiap orang yang terlibat dalam proses memiliki tanggung jawab untuk memastikan pekerjaannya memenuhi requirement sebelum diteruskan kepada proses berikutnya.

Peran Karyawan dalam Pemastian Mutu

4. Employee Role in Quality Assurance

  • Memahami requirement pekerjaan.
  • Mengikuti Standard Operating Procedure.
  • Mengikuti Work Instruction.
  • Melakukan pekerjaan sesuai standard.
  • Memastikan hasil pekerjaan.
  • Melaporkan abnormality.
  • Mencegah defect diteruskan ke proses berikutnya.
  • Menjaga workplace discipline.
  • Berpartisipasi dalam improvement.

Identifikasi Masalah Mutu di Tempat Kerja

5. Quality Problem Identification

  • Defect.
  • Reject.
  • Rework.
  • Scrap.
  • Process Error.
  • Service Error.
  • Customer Complaint.
  • Machine Abnormality.
  • Material Problem.
  • Method Problem.
  • Human Error.
  • Measurement Problem.
  • Environmental Factor.

6M dalam Quality Problem

  • Man – kompetensi, disiplin, awareness, human error.
  • Machine – kondisi mesin, equipment, maintenance.
  • Method – prosedur, metode, standard kerja.
  • Material – kualitas dan kesesuaian material.
  • Measurement – alat ukur dan sistem pengukuran.
  • Environment – kondisi lingkungan kerja yang memengaruhi proses.

Perilaku yang Menunjang Mutu

6. Quality Behavior

  • Discipline.
  • Consistency.
  • Accuracy.
  • Attention to Detail.
  • Responsibility.
  • Ownership.
  • Compliance to Standard.
  • Problem Awareness.
  • Customer Orientation.
  • Continuous Improvement Mindset.

Quality Mindset

7. Membangun Pola Pikir Berkualitas

  • Do It Right the First Time.
  • Don’t Pass Defect.
  • Don’t Accept Defect.
  • Don’t Create Defect.
  • Prevention Mindset.
  • Customer Focus.
  • Process Discipline.
  • Problem Solving Mindset.
  • Continuous Learning.
  • Continuous Improvement.

Prinsip “3 Jangan”

8. Three Don’ts of Quality

  • Jangan Menerima Produk Cacat dari proses sebelumnya.
  • Jangan Membuat Produk Cacat pada proses sendiri.
  • Jangan Meneruskan Produk Cacat ke proses berikutnya.

Prinsip “3 Jangan” membantu membangun ownership terhadap kualitas pada setiap tahapan proses. Masalah sebaiknya diketahui, dikendalikan, dan diperbaiki sedekat mungkin dengan sumbernya.

Mengerjakan Hal Benar dengan Cara Benar

9. Do the Right Things Right

  • Understanding Requirement.
  • Following Standard.
  • Standard Operating Procedure.
  • Work Instruction.
  • Standardized Work.
  • Quality Check.
  • Self Inspection.
  • Verification.
  • Process Discipline.

Quality at Source

Quality at Source menekankan bahwa kualitas perlu dibangun dan dikendalikan langsung pada sumber proses, bukan hanya diperiksa setelah produk selesai. Setiap orang perlu memastikan bahwa hasil pekerjaannya memenuhi standard sebelum diteruskan.

Quality Assurance vs Quality Control

Aspek Quality Assurance Quality Control
Fokus Mencegah masalah melalui sistem dan proses. Memeriksa dan mengendalikan hasil.
Pendekatan Preventive. Detection & Control.
Contoh Standard, procedure, training, audit, process assurance. Inspection, testing, measurement.

Correction vs Corrective Action vs Prevention

10. Mengelola Masalah Kualitas

  • Correction – memperbaiki masalah yang telah terjadi.
  • Containment – mengendalikan agar masalah tidak menyebar.
  • Root Cause Analysis – mencari penyebab utama.
  • Corrective Action – menghilangkan akar penyebab masalah.
  • Prevention – mencegah potensi masalah sebelum terjadi.
  • Standardization – menjaga agar improvement dapat dipertahankan.

Continuous Improvement

11. Perbaiki – Pencegahan – Peningkatan

  • Perbaiki masalah yang terjadi.
  • Mencegah masalah terulang.
  • Mencegah potensi masalah.
  • Meningkatkan metode kerja.
  • Meningkatkan kualitas proses.
  • Meningkatkan kualitas produk.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan.
  • Meningkatkan produktivitas.
  • Mengurangi waste.

PDCA – Plan Do Check Act

12. Continuous Improvement Cycle

  • Plan – menentukan masalah, target, penyebab, dan rencana perbaikan.
  • Do – menerapkan rencana perbaikan.
  • Check – mengevaluasi hasil perbaikan.
  • Act – melakukan standardisasi dan tindak lanjut.

PDCA membantu organisasi membangun pola improvement yang sistematis dan berulang sehingga peningkatan kualitas tidak menjadi aktivitas sesaat.

Kaizen & Quality Awareness

  • Small Improvement.
  • Continuous Improvement.
  • Employee Involvement.
  • Problem Awareness.
  • Improvement Idea.
  • Workplace Improvement.
  • Standardization.

7 Wastes Awareness

13. Mengenali Pemborosan dalam Proses

  • Overproduction.
  • Waiting.
  • Transportation.
  • Overprocessing.
  • Inventory.
  • Motion.
  • Defect.

Defect merupakan salah satu bentuk waste karena dapat menimbulkan inspection tambahan, rework, scrap, downtime, delay, customer complaint, dan berbagai biaya lainnya.

5S / 5R & Quality Awareness

  • Seiri / Ringkas.
  • Seiton / Rapi.
  • Seiso / Resik.
  • Seiketsu / Rawat.
  • Shitsuke / Rajin.

Workplace organization yang baik membantu meningkatkan visual control, mengurangi kesalahan, mempermudah menemukan abnormality, dan membangun disiplin kerja yang mendukung kualitas.

Quality Awareness & Standardization

14. Pentingnya Standard Kerja

  • Standard Operating Procedure.
  • Work Instruction.
  • Quality Standard.
  • Process Standard.
  • Product Specification.
  • Acceptance Criteria.
  • Standardized Work.
  • Visual Standard.

Quality Awareness & Human Error

  • Understanding Human Error.
  • Attention & Concentration.
  • Communication Error.
  • Incorrect Method.
  • Failure to Follow Standard.
  • Workplace Condition.
  • Error Prevention.
  • Poka-Yoke Awareness.

Poka-Yoke Awareness

Poka-Yoke atau Mistake Proofing merupakan pendekatan untuk mencegah kesalahan atau membuat kesalahan lebih mudah dideteksi sebelum berkembang menjadi defect yang diterima proses berikutnya atau pelanggan.

Quality Awareness & Cost

15. Dampak Masalah Kualitas terhadap Biaya

  • Reject Cost.
  • Rework Cost.
  • Scrap Cost.
  • Inspection Cost.
  • Retesting Cost.
  • Downtime Cost.
  • Customer Complaint Cost.
  • Return Cost.
  • Warranty Cost.
  • Loss of Productivity.

Cost of Poor Quality (COPQ) Awareness

Masalah kualitas tidak hanya menghasilkan produk cacat, tetapi juga dapat menimbulkan biaya tersembunyi. Cost of Poor Quality membantu peserta memahami bahwa defect, rework, scrap, repeated inspection, downtime, complaint, return, dan warranty memiliki dampak finansial terhadap perusahaan.

Quality Awareness & Productivity

Kualitas dan produktivitas bukan dua tujuan yang bertentangan. Proses yang dilakukan dengan benar sejak awal dapat mengurangi rework, inspection tambahan, waiting, downtime, dan waste sehingga kualitas dan produktivitas dapat meningkat secara bersamaan.

Quality Awareness & Customer Complaint

  • Customer Complaint as Feedback.
  • Understanding Customer Problem.
  • Containment Action.
  • Root Cause Analysis.
  • Corrective Action.
  • Prevent Recurrence.
  • Customer Satisfaction Improvement.

Problem Solving Awareness

16. Basic Quality Problem Solving

  • Identify Problem.
  • Define Problem.
  • Collect Data.
  • Analyze Cause.
  • Identify Root Cause.
  • Develop Solution.
  • Implement Improvement.
  • Check Result.
  • Standardize.

Root Cause Analysis Awareness

  • Symptom vs Root Cause.
  • 5 Whys.
  • Fishbone Diagram.
  • Cause & Effect Analysis.
  • Pareto Analysis.
  • Root Cause Verification.

Seven QC Tools Awareness

17. Basic Quality Tools

  • Check Sheet.
  • Pareto Diagram.
  • Cause & Effect Diagram.
  • Histogram.
  • Scatter Diagram.
  • Control Chart.
  • Stratification / Flow Analysis Awareness.

Peserta diperkenalkan pada Quality Tools sebagai sarana untuk memahami masalah berdasarkan data dan fakta, bukan hanya berdasarkan asumsi.

Quality Control Cycle (QCC) Awareness

  • Quality Improvement Team.
  • Problem Selection.
  • Data Collection.
  • Root Cause Analysis.
  • Improvement Solution.
  • Implementation.
  • Evaluation.
  • Standardization.

Total Quality Management Awareness

18. Fundamental TQM

  • Customer Focus.
  • Total Employee Involvement.
  • Process Approach.
  • Continuous Improvement.
  • Fact-Based Decision Making.
  • Leadership Commitment.
  • Quality Culture.

Quality Culture

19. Membangun Budaya Mutu

  • Quality Values.
  • Leadership Example.
  • Employee Awareness.
  • Employee Involvement.
  • Open Communication.
  • Problem Transparency.
  • Learning Culture.
  • Continuous Improvement.
  • Recognition.
  • Standard Discipline.

Quality Culture terbentuk ketika perilaku yang mendukung mutu dilakukan secara konsisten oleh seluruh bagian organisasi dan menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari.

Leadership Role in Quality Culture

  • Setting Quality Direction.
  • Setting Quality Example.
  • Providing Resources.
  • Building Awareness.
  • Encouraging Problem Reporting.
  • Supporting Improvement.
  • Monitoring Quality Performance.
  • Recognizing Improvement.

Employee Involvement in Quality

  • Quality Suggestion.
  • Kaizen.
  • QCC.
  • Problem Solving.
  • Quality Improvement Project.
  • 5S / 5R.
  • Quality Campaign.
  • Continuous Improvement.

Quality Awareness dalam Manufacturing

Dalam Manufacturing Operation, Quality Awareness membantu operator, supervisor, engineer, dan manager memahami bahwa setiap tahapan mulai dari incoming material, setup, production process, inspection, handling, storage, hingga delivery dapat memengaruhi kualitas produk akhir.

Quality Awareness dalam Service Industry

Quality Awareness juga relevan untuk perusahaan jasa. Kesalahan administrasi, keterlambatan layanan, informasi yang tidak akurat, repeated work, komunikasi yang buruk, dan pelayanan yang tidak konsisten dapat menjadi bentuk Service Quality Problem.

Quality Awareness untuk Non-QA/QC

Program ini dapat digunakan untuk membangun pemahaman kualitas bagi karyawan di luar departemen QA/QC karena Procurement, Warehouse, Production, Maintenance, Engineering, Sales, Customer Service, Administration, Finance, dan fungsi lainnya memiliki kontribusi terhadap kualitas proses dan layanan perusahaan.

From Inspection to Prevention

Pendekatan Fokus
Inspection Menemukan defect setelah terjadi.
Correction Memperbaiki ketidaksesuaian.
Corrective Action Menghilangkan akar penyebab agar masalah tidak berulang.
Prevention Mencegah potensi masalah sebelum terjadi.
Continuous Improvement Terus meningkatkan proses dan standard.

Quality Awareness Daily Practice

20. Penerapan dalam Pekerjaan Sehari-hari

  • Know Your Customer.
  • Know Your Requirement.
  • Follow the Standard.
  • Check Your Work.
  • Don’t Accept Defect.
  • Don’t Make Defect.
  • Don’t Pass Defect.
  • Report Abnormality.
  • Solve Problems.
  • Prevent Recurrence.
  • Improve Continuously.

Quality Awareness Checklist

Pertanyaan Fokus
Siapa pelanggan dari pekerjaan saya? Customer Focus.
Apa requirement pekerjaan saya? Understanding Standard.
Bagaimana memastikan hasil sudah benar? Quality Control at Source.
Apa masalah yang sering terjadi? Problem Awareness.
Apa akar penyebabnya? Root Cause Analysis.
Bagaimana mencegah masalah berulang? Corrective Action.
Apa yang dapat ditingkatkan? Continuous Improvement.

Workshop Quality Awareness

  • Identifikasi pelanggan internal dan eksternal.
  • Identifikasi Quality Requirement.
  • Identifikasi masalah mutu di tempat kerja.
  • Quality Problem Mapping.
  • Analisis 6M.
  • Simulasi prinsip “3 Jangan”.
  • Identifikasi waste akibat Quality Problem.
  • Basic Root Cause Analysis.
  • PDCA Improvement Exercise.
  • Quality Commitment Development.
  • Quality Awareness Action Plan.

Contoh Alur Quality Improvement

Tahap Aktivitas
Awareness Menyadari adanya gap atau masalah kualitas.
Identify Mengidentifikasi masalah berdasarkan fakta.
Analyze Menganalisis penyebab masalah.
Improve Melakukan perbaikan dan pencegahan.
Standardize Menjadikan cara yang lebih baik sebagai standard.
Improve Again Melanjutkan Continuous Improvement.

Komitmen untuk Peningkatan Mutu

21. Building Quality Commitment

  • Personal Quality Commitment.
  • Team Quality Commitment.
  • Department Quality Commitment.
  • Customer Commitment.
  • Process Discipline.
  • Problem Prevention.
  • Continuous Improvement.
  • Quality Culture.

Kompetensi yang Dikembangkan

  • Quality Awareness.
  • Quality Mindset.
  • Quality Culture.
  • Customer Focus.
  • Quality Responsibility.
  • Quality at Source.
  • Defect Prevention.
  • Problem Awareness.
  • Root Cause Awareness.
  • PDCA.
  • Continuous Improvement.
  • Kaizen Awareness.
  • 5S / 5R Awareness.
  • Seven QC Tools Awareness.
  • Quality Cost Awareness.
  • Employee Involvement.

Target Peserta Training

Quality Awareness Training ditujukan bagi Direktur, Manager, dan Supervisor di lingkungan Manufacturing Operation.

Program ini juga relevan untuk Staff, Team Leader, Foreman, Engineer, Operator, Quality Assurance, Quality Control, Production, Manufacturing, Engineering, Maintenance, Warehouse, Procurement, Supply Chain, Customer Service, dan fungsi pendukung lainnya yang membutuhkan peningkatan Quality Mindset dan Quality Culture.

Trainer Johnson Indonesia

Tim Trainer Johnson Indonesia
  • Johnson Alvonco, Ph.D
  • Dr. Iphov Kumala Sriwana, ST., M.Si, IPM
  • Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
  • Purdianta, ST. MT.

Metode Training

  • Interactive Presentation.
  • Group Discussion.
  • Quality Awareness Case Study.
  • Quality Problem Identification.
  • Quality Mindset Exercise.
  • Basic Quality Tools Discussion.
  • PDCA Exercise.
  • Root Cause Awareness Exercise.
  • Continuous Improvement Discussion.
  • Quality Commitment Action Plan.

Jadwal Quality Awareness Training

Periode Tanggal Pelaksanaan
September 2026 29–30 September 2026
Oktober 2026 14–15 Oktober 2026
November 2026 03–04 November 2026
Desember 2026 02–03 Desember 2026
Januari 2027 07–08 Januari 2027
Februari 2027 05–06 Februari 2027
Maret 2027 10–11 Maret 2027
April 2027 06–07 April 2027
Mei 2027 18–19 Mei 2027
Juni 2027 08–09 Juni 2027
Juli 2027 22–23 Juli 2027

Catatan: Jadwal di atas mengikuti halaman khusus Quality Awareness Training Johnson Indonesia. Jadwal dapat mengalami penyesuaian sehingga peserta disarankan melakukan konfirmasi sebelum pendaftaran.

Tempat Training

Alternatif lokasi Offline Training meliputi Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, dan Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim. Lokasi training akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.

Metode Pelaksanaan

  • Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
  • Online Training – Zoom Meeting.
  • Public Training – mengikuti jadwal Johnson Indonesia.
  • Private Training – kelas khusus sesuai kebutuhan perusahaan.
  • In-House Training – materi dan studi kasus dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Fee Investasi Training

Offline Training Jakarta

Rp5.950.000/orang / 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.

Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
  • Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
  • Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Private Onsite Training

  • Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
  • Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
  • Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Online Training

Rp5.500.000/orang / 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Daftar Client Johnson Indonesia

Daftar perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan training Johnson Indonesia dapat dilihat melalui Daftar Client Johnson Indonesia.

Public Quality Awareness Training

Johnson Indonesia menyediakan Public Quality Awareness Training untuk membantu Manager, Supervisor, Team Leader, Staff, Engineer, Operator, dan profesional lainnya membangun pemahaman mengenai Quality Mindset, Quality Responsibility, Defect Prevention, Customer Focus, dan Continuous Improvement.

In-House Quality Awareness Training

In-House Quality Awareness Training dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan seperti defect, reject, rework, scrap, customer complaint, process error, human error, Quality Culture, Quality Cost, serta program Continuous Improvement yang sedang dijalankan.

Perusahaan dapat menggunakan kasus aktual sebagai bahan workshop sehingga peserta dapat mengidentifikasi masalah mutu, menganalisis faktor penyebab, memahami dampaknya terhadap customer dan cost, serta menyusun Quality Improvement Action Plan berdasarkan kondisi nyata di tempat kerja.

Training Terkait – Internal Link

Quality Awareness Action Plan

Pada akhir training, peserta dapat menyusun Quality Awareness Action Plan yang mencakup Quality Problem, Customer Impact, Current Condition, Potential Cause, Quality Behavior yang perlu ditingkatkan, Prevention Action, Improvement Action, PIC, Target Completion, Monitoring, dan Standardization.

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk pengembangan kompetensi Quality Management, Quality Assurance, Quality Control, Manufacturing, Continuous Improvement, Lean Six Sigma, Productivity, dan Operational Excellence.

Melalui Quality Awareness Training, peserta memperoleh pemahaman mengenai arti mutu, Quality Mindset, tanggung jawab terhadap kualitas, identifikasi masalah mutu, prinsip “3 Jangan”, Quality at Source, Defect Prevention, PDCA, Continuous Improvement, Quality Culture, serta komitmen untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan.

Pendaftaran Quality Awareness Training

Bangun Quality Mindset dan Quality Culture agar setiap karyawan memahami perannya dalam mencegah defect, menjaga standard, meningkatkan kualitas proses, mengurangi waste, dan memberikan hasil terbaik kepada pelanggan melalui Quality Awareness Training Johnson Indonesia.

Scroll to Top
Call Us Now