
Training Total Quality Management (TQM) – Membangun Quality Culture & Continuous Improvement
Training Total Quality Management (TQM) merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk membantu perusahaan membangun sistem pengelolaan kualitas secara menyeluruh melalui keterlibatan manajemen dan seluruh karyawan, standardisasi proses, Quality Assurance, Continuous Improvement, Customer Focus, serta pengembangan Quality Culture.
Total Quality Management merupakan pendekatan manajemen yang menempatkan kualitas sebagai bagian dari strategi dan aktivitas organisasi. TQM tidak hanya berfokus pada pemeriksaan produk akhir, tetapi juga bagaimana perusahaan membangun proses, standard, budaya kerja, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, dan sistem perbaikan berkelanjutan untuk menghasilkan kualitas secara konsisten.
Melalui Training Total Quality Management, peserta akan memahami filosofi Kaizen dan TQM, Standardization & Quality Assurance, Policy Management, Cross Functional Management, Daily Management, Gemba Management, Quality Control Circle (QCC), Suggestion System, 5S/5R, serta pembentukan Quality Culture yang mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Mengapa Total Quality Management Penting?
Persaingan bisnis menuntut perusahaan tidak hanya menghasilkan produk atau layanan yang memenuhi standard, tetapi juga mampu menjaga konsistensi kualitas, meningkatkan kepuasan pelanggan, mengurangi defect dan waste, meningkatkan produktivitas, serta terus memperbaiki proses bisnis.
Penerapan TQM membantu perusahaan mengintegrasikan kualitas ke dalam seluruh fungsi organisasi sehingga Quality Management bukan hanya menjadi tanggung jawab departemen Quality Assurance atau Quality Control, tetapi menjadi tanggung jawab bersama mulai dari Top Management hingga seluruh karyawan.
Manfaat Training Total Quality Management
- Memahami filosofi Kaizen dan konsep Total Quality Management.
- Memahami prinsip-prinsip dasar TQM.
- Memahami hubungan Quality dengan Customer Satisfaction.
- Memahami hubungan Quality, Productivity, Cost, dan Delivery.
- Memahami konsep Standardization & Quality Assurance.
- Memahami Policy Management.
- Memahami Cross Functional Management.
- Memahami Daily Management.
- Memahami Gemba Management.
- Memahami Quality Control Circle (QCC).
- Memahami Suggestion System.
- Memahami penerapan 5S/5R.
- Memahami elemen-elemen Total Quality Management.
- Membangun Quality Mindset dan Quality Culture.
- Meningkatkan keterlibatan karyawan dalam Quality Improvement.
- Mendorong Continuous Improvement.
- Mengurangi defect, waste, rework, dan masalah kualitas.
- Mendukung penerapan Operational Excellence.
Materi Training Total Quality Management (TQM)
1. Fundamental Total Quality Management
- Pengertian Quality.
- Pengertian Total Quality Management.
- Evolution of Quality Management.
- Inspection.
- Quality Control.
- Quality Assurance.
- Total Quality Management.
- Quality Excellence.
- Customer Focus.
- Employee Involvement.
- Process Approach.
- Continuous Improvement.
Filosofi Kaizen & TQM
2. Kaizen: Falsafah TQM dan Asas-Asas TQM
- Pengertian Kaizen.
- Continuous Improvement Philosophy.
- Small Improvement.
- Employee Involvement.
- Process Improvement.
- Problem Awareness.
- Improvement Mindset.
- Standardization.
- Continuous Learning.
Kaizen menekankan bahwa improvement merupakan aktivitas berkelanjutan. Perbaikan tidak selalu harus berupa proyek besar, tetapi dapat berasal dari perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap bagian organisasi.
Prinsip Total Quality Management
3. TQM Principles
- Customer Focus.
- Leadership Commitment.
- Total Employee Involvement.
- Process Approach.
- Integrated System.
- Fact-Based Decision Making.
- Continuous Improvement.
- Effective Communication.
- Standardization.
- Prevention Mindset.
Customer Focus dalam TQM
4. Customer Driven Quality
- Internal Customer.
- External Customer.
- Customer Needs.
- Customer Requirements.
- Customer Expectations.
- Voice of Customer.
- Customer Satisfaction.
- Customer Complaint.
- Customer Loyalty Awareness.
Dalam Total Quality Management, kualitas ditentukan berdasarkan kemampuan organisasi memenuhi requirement dan kebutuhan pelanggan. Karena itu, pemahaman terhadap pelanggan menjadi salah satu fondasi utama penerapan TQM.
Quality is Everyone’s Responsibility
5. Total Employee Involvement
- Peran Top Management.
- Peran Manager.
- Peran Supervisor.
- Peran Staff.
- Peran Operator.
- Peran Quality Assurance.
- Peran Quality Control.
- Cross Functional Collaboration.
- Employee Ownership.
Quality is Everyone’s Responsibility. Keberhasilan TQM membutuhkan keterlibatan seluruh fungsi organisasi dan tidak dapat hanya dibebankan kepada bagian QA/QC.
ISO 9000, ISO 9001 & Business Excellence Awareness
6. Quality Management Framework
- Awareness ISO 9000.
- Awareness ISO 9001.
- Quality Management System.
- Process Approach.
- Risk-Based Thinking Awareness.
- Customer Focus.
- Performance Evaluation.
- Continual Improvement.
- Malcolm Baldrige Awareness.
- Business Excellence Framework.
Peserta memahami hubungan antara Total Quality Management, Quality Management System, standardisasi proses, dan pendekatan Business Excellence sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja organisasi.
Standardization & Quality Assurance
7. Membangun Proses yang Konsisten
- Importance of Standardization.
- Standard Operating Procedure.
- Work Instruction.
- Quality Standard.
- Process Standard.
- Product Specification.
- Acceptance Criteria.
- Standardized Work.
- Quality Assurance.
- Quality Control.
- Process Compliance.
Quality Assurance vs Quality Control
| Aspek | Quality Assurance | Quality Control |
|---|---|---|
| Fokus | Sistem dan proses untuk mencegah masalah. | Pemeriksaan dan pengendalian hasil. |
| Pendekatan | Preventive. | Detection & Control. |
| Contoh | System, procedure, training, audit, process assurance. | Inspection, measurement, testing, monitoring. |
Policy Management
8. Quality Policy Deployment
- Corporate Direction.
- Quality Policy.
- Quality Objectives.
- Strategic Quality Target.
- Department Target.
- Key Performance Indicator.
- Policy Deployment.
- Action Plan.
- Performance Monitoring.
- Management Review.
Cross Functional Management
9. Integrasi Antar Fungsi
- Cross Functional Process.
- Process Ownership.
- Internal Customer & Supplier.
- Quality Responsibility.
- Cross Department Communication.
- Problem Escalation.
- Cross Functional Improvement.
- Shared Quality KPI.
Banyak masalah kualitas terjadi di antara proses dan fungsi yang berbeda. Cross Functional Management membantu perusahaan memastikan bahwa tujuan kualitas tidak berhenti pada batas departemen, tetapi dikelola secara end-to-end.
Daily Management
10. Managing Quality Every Day
- Daily Performance Management.
- Daily Quality Target.
- Visual Performance Board.
- Quality KPI.
- Defect Monitoring.
- Abnormality Management.
- Daily Problem Solving.
- Corrective Action.
- Follow Up.
- Standardization.
Gemba Management
11. Managing Quality at the Workplace
- Understanding Gemba.
- Go to Gemba.
- Observe Actual Condition.
- Check Standard.
- Identify Abnormality.
- Talk with People.
- Collect Facts.
- Identify Problems.
- Take Improvement Action.
Gemba Management mendorong manager dan supervisor memahami kondisi aktual di tempat proses berlangsung. Keputusan improvement sebaiknya berdasarkan fakta dan kondisi nyata, bukan hanya asumsi.
Quality Control Circle (QCC)
12. Employee Quality Improvement
- Pengertian QCC.
- Quality Improvement Team.
- Problem Selection.
- Data Collection.
- Root Cause Analysis.
- Improvement Solution.
- Implementation.
- Evaluation.
- Standardization.
- Presentation of Improvement.
Suggestion System
13. Membangun Budaya Improvement
- Employee Suggestion.
- Kaizen Idea.
- Improvement Opportunity.
- Idea Submission.
- Idea Evaluation.
- Implementation.
- Recognition.
- Continuous Improvement Culture.
5S / 5R dalam Total Quality Management
14. Workplace Organization
- Seiri / Ringkas.
- Seiton / Rapi.
- Seiso / Resik.
- Seiketsu / Rawat.
- Shitsuke / Rajin.
- Visual Workplace.
- Workplace Discipline.
- Abnormality Detection.
5S/5R merupakan salah satu fondasi dalam membangun tempat kerja yang terorganisasi, aman, efisien, mudah dikendalikan, serta mendukung Quality Culture dan Continuous Improvement.
Quality Culture
15. Building Quality Culture & Basic Mentality
- Quality Mindset.
- Customer Focus.
- Quality Responsibility.
- Ownership.
- Discipline.
- Consistency.
- Attention to Detail.
- Problem Awareness.
- Prevention Mindset.
- Continuous Improvement Mindset.
- Teamwork.
- Learning Culture.
Leadership Commitment dalam TQM
16. Role of Management
- Quality Vision.
- Quality Policy.
- Quality Objectives.
- Leadership Example.
- Resource Allocation.
- Employee Empowerment.
- Quality Communication.
- Improvement Support.
- Performance Review.
- Recognition.
PDCA – Plan Do Check Act
17. Continuous Improvement Cycle
- Plan – menentukan masalah, target, penyebab, dan rencana improvement.
- Do – menerapkan improvement.
- Check – mengevaluasi hasil.
- Act – melakukan standardisasi dan menentukan improvement berikutnya.
Continuous Improvement
18. Improvement sebagai Bagian dari TQM
- Identify Improvement Opportunity.
- Define Problem.
- Collect Data.
- Analyze Root Cause.
- Develop Solution.
- Implement Improvement.
- Measure Result.
- Standardize.
- Repeat Improvement.
Root Cause Analysis dalam TQM
- Problem Definition.
- Symptom vs Root Cause.
- 5 Whys Analysis.
- Fishbone Diagram.
- Cause & Effect Analysis.
- Pareto Analysis.
- Root Cause Verification.
- Corrective Action.
Seven QC Tools dalam TQM
19. Data-Based Quality Improvement
- Check Sheet.
- Pareto Diagram.
- Cause & Effect Diagram.
- Histogram.
- Scatter Diagram.
- Control Chart.
- Stratification / Process Analysis.
Quality Improvement yang efektif perlu menggunakan data dan fakta. Quality Tools membantu tim memahami kondisi proses, menentukan prioritas masalah, menganalisis penyebab, dan mengevaluasi hasil improvement.
Total Quality Management & Process Approach
20. Managing Process for Quality
- Input.
- Process.
- Output.
- Customer.
- Supplier.
- Process Requirement.
- Process Standard.
- Process KPI.
- Process Control.
- Process Improvement.
Quality at Source
Quality at Source menekankan bahwa kualitas perlu dibangun langsung pada proses. Setiap individu bertanggung jawab memastikan bahwa hasil pekerjaannya memenuhi standard sebelum diteruskan kepada proses berikutnya.
Prinsip 3 Jangan dalam Quality
- Jangan menerima defect dari proses sebelumnya.
- Jangan membuat defect pada proses sendiri.
- Jangan meneruskan defect ke proses berikutnya.
Prevention vs Inspection
| Pendekatan | Fokus |
|---|---|
| Inspection | Menemukan defect setelah terjadi. |
| Correction | Memperbaiki masalah yang ditemukan. |
| Corrective Action | Menghilangkan akar penyebab masalah. |
| Prevention | Mencegah potensi defect sebelum terjadi. |
| Continuous Improvement | Terus meningkatkan kemampuan proses. |
Total Quality Management & Cost of Quality
21. Financial Impact of Quality
- Prevention Cost.
- Appraisal Cost.
- Internal Failure Cost.
- External Failure Cost.
- Cost of Poor Quality.
- Reject Cost.
- Rework Cost.
- Scrap Cost.
- Complaint Cost.
- Warranty Cost.
TQM tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas, tetapi juga membantu perusahaan mengurangi biaya yang timbul akibat proses yang tidak efektif, defect, rework, scrap, complaint, return, dan kegagalan kualitas lainnya.
TQM & Lean Management
Lean Management berfokus pada eliminasi waste dan peningkatan flow, sedangkan TQM berfokus pada kualitas secara menyeluruh. Integrasi keduanya membantu perusahaan meningkatkan Quality, Cost, Delivery, Productivity, dan Customer Satisfaction.
TQM & Six Sigma
Six Sigma mendukung TQM melalui pendekatan berbasis data untuk mengurangi defect dan process variation. DMAIC dapat digunakan sebagai metode sistematis dalam menjalankan Quality Improvement Project.
TQM & Poka-Yoke
Poka-Yoke atau Mistake Proofing mendukung prinsip prevention dalam TQM dengan mencegah kesalahan atau membuat kesalahan dapat diketahui sebelum berkembang menjadi defect.
TQM & Statistical Process Control
Statistical Process Control membantu organisasi memonitor process variation dan kestabilan proses sehingga tindakan dapat dilakukan berdasarkan data sebelum masalah kualitas menjadi lebih besar.
Total Quality Management dalam Manufacturing
Dalam perusahaan manufaktur, penerapan TQM dapat mencakup Supplier Quality, Incoming Quality, Production Quality, Process Control, Quality Assurance, Quality Control, Maintenance, Warehouse, Delivery, Customer Complaint, serta Continuous Improvement.
Total Quality Management dalam Service Industry
Dalam industri jasa, TQM dapat diterapkan melalui standardisasi pelayanan, service quality, customer experience, process accuracy, response time, complaint management, employee competence, dan Continuous Service Improvement.
TQM Performance Indicators
22. Quality KPI
- Defect Rate.
- Reject Rate.
- Rework Rate.
- Scrap Rate.
- First Pass Yield.
- Customer Complaint.
- Customer Satisfaction.
- On Time Delivery.
- Process Capability.
- Cost of Poor Quality.
- Improvement Project Completion.
- Employee Improvement Participation.
TQM Implementation Framework
| Tahap | Fokus |
|---|---|
| Leadership | Membangun komitmen dan arah kualitas. |
| Customer | Memahami kebutuhan dan requirement pelanggan. |
| Standardize | Membangun standard proses dan cara kerja. |
| Measure | Mengukur Quality Performance berdasarkan data. |
| Improve | Menjalankan Continuous Improvement. |
| Engage | Melibatkan seluruh karyawan. |
| Sustain | Membangun Quality Culture dan menjaga hasil improvement. |
Hambatan Implementasi TQM
- Kurangnya Leadership Commitment.
- Quality dianggap hanya tanggung jawab QA/QC.
- Kurangnya Employee Involvement.
- Standard kerja tidak konsisten.
- Data Quality tidak digunakan secara efektif.
- Improvement tidak ditindaklanjuti.
- Komunikasi antar fungsi kurang efektif.
- Budaya menyalahkan orang dibandingkan memperbaiki proses.
- Kurangnya standardisasi hasil improvement.
Faktor Keberhasilan TQM
- Strong Leadership Commitment.
- Clear Quality Policy.
- Customer Focus.
- Employee Engagement.
- Process Standardization.
- Data-Based Decision Making.
- Effective Problem Solving.
- Continuous Improvement.
- Cross Functional Collaboration.
- Quality Culture.
Workshop Total Quality Management
- Quality Culture Assessment.
- Identifikasi Internal & External Customer.
- Identifikasi Quality Requirement.
- Process Quality Mapping.
- Identifikasi Quality Problem.
- Quality KPI Mapping.
- Pareto Quality Problem.
- Root Cause Analysis.
- PDCA Improvement.
- QCC & Suggestion System Discussion.
- 5S/5R Improvement Opportunity.
- TQM Implementation Action Plan.
Contoh TQM Improvement Cycle
| Langkah | Aktivitas |
|---|---|
| 1. Customer | Memahami kebutuhan dan requirement pelanggan. |
| 2. Process | Memahami proses yang menghasilkan produk atau layanan. |
| 3. Measure | Mengukur performance dan quality gap. |
| 4. Analyze | Menganalisis masalah dan akar penyebab. |
| 5. Improve | Menerapkan solusi improvement. |
| 6. Standardize | Menetapkan cara kerja baru sebagai standard. |
| 7. Sustain | Memantau hasil dan melanjutkan improvement. |
Kompetensi yang Dikembangkan
- Total Quality Management.
- Quality Management.
- Quality Mindset.
- Quality Culture.
- Customer Focus.
- Quality Assurance.
- Quality Control.
- Standardization.
- Policy Management.
- Cross Functional Management.
- Daily Management.
- Gemba Management.
- QCC.
- Suggestion System.
- 5S / 5R.
- Kaizen.
- PDCA.
- Root Cause Analysis.
- Continuous Improvement.
- Operational Excellence.
Target Peserta Training
Training Total Quality Management (TQM) ditujukan bagi Senior Manager, Manager Madya, Supervisor, dan Staff yang berkepentingan terhadap peningkatan mutu.
Program ini juga relevan untuk profesional Quality Assurance, Quality Control, Production, Manufacturing, Engineering, Operations, Maintenance, Supply Chain, Warehouse, Procurement, Customer Service, Continuous Improvement, Lean Six Sigma, Business Process Improvement, dan Operational Excellence.
Trainer Johnson Indonesia
Tim Trainer Johnson Indonesia
- Johnson Alvonco, Ph.D
- Dr. Iphov Kumala Sriwana, ST., M.Si, IPM
- Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
- Purdianta, ST. MT.
Metode Training
- Interactive Presentation.
- Group Discussion.
- TQM Case Study.
- Quality Problem Identification.
- Process Mapping.
- Quality Culture Discussion.
- PDCA Exercise.
- Root Cause Analysis Exercise.
- Continuous Improvement Workshop.
- TQM Implementation Action Plan.
Jadwal Training Total Quality Management (TQM)
| No. | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| 1 | 23-24 September 2026 |
| 2 | 26-27 Oktober 2026 |
| 3 | 24-25 November 2026 |
| 4 | 28-29 Desember 2026 |
Catatan: Jadwal di atas mengikuti halaman khusus Total Quality Management (TQM) Johnson Indonesia. Jadwal dapat mengalami penyesuaian sehingga peserta disarankan melakukan konfirmasi sebelum pendaftaran.
Tempat Training
Alternatif lokasi Offline Training meliputi Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, dan Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim. Lokasi training akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.
Metode Pelaksanaan
- Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
- Online Training – Zoom Meeting.
- Public Training – mengikuti jadwal Johnson Indonesia.
- Private Training – kelas khusus sesuai kebutuhan perusahaan.
- In-House Training – materi dan studi kasus dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Fee Investasi Training
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang / 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.
Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
- Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
- Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Private Onsite Training
- Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
- Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
- Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Online Training
Rp5.500.000/orang / 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Daftar Client Johnson Indonesia
Daftar perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan training Johnson Indonesia dapat dilihat melalui Daftar Client Johnson Indonesia.
Public Training Total Quality Management
Johnson Indonesia menyediakan Public Training Total Quality Management bagi profesional yang ingin meningkatkan pemahaman mengenai TQM, Quality Management, Quality Assurance, Quality Control, Kaizen, Quality Culture, QCC, 5S/5R, Daily Management, Gemba Management, dan Continuous Improvement.
In-House Training Total Quality Management
In-House Training Total Quality Management (TQM) dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan, termasuk Quality Culture, Customer Complaint, defect, reject, rework, Quality KPI, Quality Assurance, Process Improvement, QCC, Kaizen, Suggestion System, dan program Continuous Improvement.
Studi kasus perusahaan dapat digunakan dalam workshop agar peserta dapat mengidentifikasi Quality Gap, menganalisis masalah, menentukan improvement opportunity, dan menyusun TQM Implementation Action Plan yang relevan dengan kondisi aktual organisasi.
Training Terkait – Internal Link
- Quality Awareness Training
- Training Cost of Quality Awareness
- Training Quality Control Cycle (QCC)
- Training Seven QC Tools For Improvement
- Training Statistical Process Control (SPC)
- Training Continuous Process Improvement (CPI)
- Training Gemba Kaizen Awareness – 5S & 7 Wastes
- Training 5S in Manufacturing
- Training Zero Defect Through Poka-Yoke
- Training 5 Whys Root Cause Analysis
- Training Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
- Training Lean Six Sigma Quality
- Training Quality Function Deployment (QFD)
- Training Quality Assurance Project Engineering
- Quality Training Series Johnson Indonesia
- Jadwal Public Training Johnson Indonesia
TQM Implementation Action Plan
Pada akhir training, peserta dapat menyusun Total Quality Management Implementation Action Plan yang mencakup Current Quality Condition, Customer Requirement, Quality Gap, Quality KPI, Major Quality Problem, Root Cause, Improvement Opportunity, Proposed Action, PIC, Target Completion, Monitoring, Standardization, dan Continuous Improvement.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk pengembangan kompetensi Quality Management, Quality Assurance, Quality Control, Manufacturing, Lean Six Sigma, Continuous Improvement, Productivity, dan Operational Excellence.
Melalui Training Total Quality Management (TQM), peserta memperoleh pemahaman mengenai filosofi Kaizen, prinsip TQM, Standardization, Quality Assurance, Policy Management, Cross Functional Management, Daily Management, Gemba Management, QCC, Suggestion System, 5S/5R, Quality Culture, dan Continuous Improvement.
Pendaftaran Training Total Quality Management (TQM)
Bangun sistem kualitas yang lebih kuat, tingkatkan keterlibatan karyawan, kurangi defect dan waste, tingkatkan kepuasan pelanggan, serta ciptakan budaya Continuous Improvement melalui Training Total Quality Management (TQM) Johnson Indonesia.
