MAPPING & ASSESSING COMPETENCY

Training MAPPING & ASSESSING COMPETENCY 

Training Mapping & Assessing Competency merupakan program pengembangan kompetensi profesional yang dirancang untuk membantu Human Resources, Human Capital, assessor, supervisor, manager dan pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan kompetensi karyawan dalam membangun sistem pemetaan dan penilaian kompetensi yang sistematis, objektif dan terintegrasi.

Dalam penerapan Competency-Based Human Resource Management atau CBHRM, setiap jabatan perlu memiliki standar kompetensi yang jelas. Kompetensi yang dibutuhkan dapat berbeda antara satu jabatan dengan jabatan lainnya maupun antara satu level dengan level yang lain. Karena itu, organisasi membutuhkan competency model, competency dictionary, competency level serta metode assessment yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sumber daya manusia.

Melalui Training Mapping & Assessing Competency Johnson Indonesia, peserta akan mempelajari konsep kompetensi, tingkatan kompetensi, proses pengumpulan dan analisis data, identifikasi job family, analisis jabatan, penetapan kompetensi, penyusunan definisi dan level penguasaan, validasi kompetensi serta teknik melakukan competency assessment secara objektif.

Training ini juga membahas metode assessment seperti Behavioral Assessment Process, Competency Based Interview, studi kasus, diskusi hasil dan feedback sehingga organisasi dapat memperoleh gambaran competency gap yang lebih akurat dan menggunakannya sebagai dasar recruitment, development, performance management, talent management dan succession planning.

Mengapa Training Mapping & Assessing Competency Penting?

Keberhasilan pengelolaan sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh kemampuan organisasi menentukan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan untuk setiap jabatan. Tanpa standar kompetensi yang jelas, proses recruitment, development, appraisal maupun succession planning dapat menjadi kurang objektif.

Competency mapping membantu organisasi mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan pada tingkat organisasi, jabatan maupun individu. Setelah competency model tersusun, organisasi dapat melakukan assessment untuk mengetahui tingkat penguasaan setiap individu dibandingkan dengan standar yang dibutuhkan.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengetahui competency gap secara lebih terukur. Hasil assessment kemudian dapat digunakan untuk menentukan training, coaching, development plan, career development maupun keputusan pengembangan lainnya.

Program ini juga membantu perusahaan membangun sistem CBHRM yang lebih konsisten karena seluruh keputusan SDM dapat mengacu pada standar kompetensi yang disepakati dan divalidasi bersama.

Manfaat Training Mapping & Assessing Competency

  • Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan Mapping & Assessing Competency.
  • Memahami konsep dasar kompetensi.
  • Memahami Competency-Based Human Resource Management atau CBHRM.
  • Memahami tingkatan kompetensi organisasi, jabatan dan individu.
  • Mampu memahami teknik membangun competency model.
  • Mampu memahami proses penyusunan kamus kompetensi.
  • Mampu melakukan identifikasi jabatan.
  • Mampu mengidentifikasi job family.
  • Mampu melakukan analisis jabatan sebagai dasar pemetaan kompetensi.
  • Mampu mengidentifikasi alternatif kompetensi.
  • Mampu menetapkan kompetensi yang relevan.
  • Mampu membuat definisi kompetensi.
  • Mampu menentukan level penguasaan kompetensi.
  • Mampu melakukan validasi competency model.
  • Mampu mengimplementasikan standar kompetensi.
  • Memahami kriteria penilaian kompetensi.
  • Memahami berbagai metode competency assessment.
  • Mampu melakukan competency assessment secara lebih objektif.
  • Mampu melakukan Competency Based Interview.
  • Mampu mendiskusikan hasil assessment.
  • Mampu memberikan feedback hasil assessment.
  • Mampu mengidentifikasi competency gap.
  • Mendukung pengembangan sistem CBHRM perusahaan.

Materi Training Mapping & Assessing Competency

1. Pemahaman Kompetensi

  • Definisi kompetensi.
  • Konsep kompetensi dalam pengelolaan SDM.
  • Kompetensi sebagai dasar Human Resource Management.
  • Hubungan kompetensi dengan performance.
  • Hubungan kompetensi dengan pengembangan karyawan.

2. Competency-Based Human Resource Management – CBHRM

  • Pengertian CBHRM.
  • Tujuan penerapan CBHRM.
  • Manfaat CBHRM bagi organisasi.
  • Kompetensi sebagai dasar proses HR.
  • Integrasi competency model dengan sistem HR.

3. Tingkatan Kompetensi

  • Organizational Competency.
  • Job / Occupational Competency.
  • Personal Competency.
  • Core Competency.
  • Functional Competency.
  • Managerial Competency.

4. Organizational Competency

  • Kompetensi yang mendukung strategi organisasi.
  • Hubungan visi, misi dan competency.
  • Corporate values.
  • Strategic capability.
  • Organizational behavior requirement.

5. Job / Occupational Competency

  • Kompetensi berdasarkan kebutuhan jabatan.
  • Technical competency.
  • Functional competency.
  • Managerial competency.
  • Behavioral competency.

6. Personal Competency

  • Individual competency.
  • Knowledge.
  • Skills.
  • Attitude.
  • Behavior.
  • Personal effectiveness.

7. Membangun Model Kompetensi

  • Tujuan competency model.
  • Struktur competency model.
  • Kompetensi inti.
  • Kompetensi fungsi.
  • Kompetensi kepemimpinan.
  • Competency framework.

8. Tahap Pengumpulan Data dan Persiapan

  • Menentukan tujuan competency mapping.
  • Mengidentifikasi sumber data.
  • Mengidentifikasi stakeholder.
  • Mempersiapkan data jabatan.
  • Mempersiapkan informasi organisasi.

9. Identifikasi Jabatan

  • Identifikasi struktur organisasi.
  • Identifikasi nama jabatan.
  • Identifikasi level jabatan.
  • Identifikasi tanggung jawab jabatan.
  • Identifikasi hubungan antarjabatan.

10. Identifikasi Job Family

  • Pengertian Job Family.
  • Mengelompokkan jabatan berdasarkan fungsi.
  • Mengelompokkan jabatan berdasarkan proses bisnis.
  • Menentukan karakteristik kompetensi setiap job family.

11. Analisis Jabatan

  • Job Analysis.
  • Job Purpose.
  • Key Responsibilities.
  • Key Activities.
  • Authority.
  • Job Requirement.
  • Competency Requirement.

12. Identifikasi Persyaratan Jabatan

  • Pendidikan.
  • Pengalaman.
  • Knowledge requirement.
  • Skill requirement.
  • Behavioral requirement.
  • Managerial requirement.

13. Identifikasi Alternatif Kompetensi

  • Mengidentifikasi kompetensi dari job description.
  • Mengidentifikasi kompetensi dari critical task.
  • Mengidentifikasi kompetensi dari performance expectation.
  • Mengidentifikasi behavioral requirement.
  • Menyusun daftar alternatif kompetensi.

14. Tahap Analisis Data Kompetensi

  • Mengelompokkan data kompetensi.
  • Mengidentifikasi kompetensi yang relevan.
  • Menghilangkan kompetensi yang tumpang tindih.
  • Menyelaraskan kompetensi dengan kebutuhan jabatan.
  • Menentukan competency priority.

15. Menetapkan Kompetensi

  • Menentukan nama kompetensi.
  • Menentukan jenis kompetensi.
  • Menentukan relevansi kompetensi.
  • Menghubungkan kompetensi dengan jabatan.
  • Menentukan competency requirement.

16. Membuat Definisi Kompetensi

  • Menyusun definisi yang jelas.
  • Menghindari overlap antar kompetensi.
  • Menggunakan bahasa perilaku.
  • Menghubungkan definisi dengan pekerjaan.
  • Menyusun behavioral indicators.

17. Menentukan Level Penguasaan Kompetensi

  • Konsep proficiency level.
  • Basic Level.
  • Intermediate Level.
  • Advanced Level.
  • Expert Level.
  • Menentukan indikator pada setiap level.

18. Behavioral Indicator

  • Pengertian behavioral indicator.
  • Mengubah competency menjadi perilaku terukur.
  • Membedakan indikator setiap level.
  • Menyusun contoh perilaku.
  • Menghindari indikator yang terlalu umum.

19. Penyusunan Kamus Kompetensi

  • Struktur competency dictionary.
  • Nama kompetensi.
  • Definisi kompetensi.
  • Level kompetensi.
  • Behavioral indicator.
  • Contoh perilaku.

20. Competency Matrix

  • Menghubungkan kompetensi dengan jabatan.
  • Menentukan competency requirement setiap posisi.
  • Menentukan required competency level.
  • Menyusun competency matrix.
  • Mapping kompetensi lintas jabatan.

21. Validasi Model Kompetensi

  • Tujuan validasi.
  • Validasi bersama stakeholder.
  • Validasi bersama job holder.
  • Validasi bersama atasan.
  • Review competency requirement.
  • Finalisasi competency model.

22. Implementasi Standar Kompetensi

  • Competency standard sebagai dasar recruitment.
  • Competency standard sebagai dasar assessment.
  • Competency standard untuk training & development.
  • Competency standard untuk performance management.
  • Competency standard untuk career development.
  • Competency standard untuk succession planning.

23. Konsep Competency Assessment

  • Pengertian competency assessment.
  • Tujuan assessment.
  • Standar penilaian.
  • Assessment evidence.
  • Assessment consistency.
  • Assessment objectivity.

24. Kriteria Penilaian Kompetensi

  • Competency standard.
  • Behavioral indicator.
  • Required level.
  • Actual competency.
  • Evidence.
  • Competency gap.

25. Metode Penilaian Kompetensi

  • Behavioral Assessment Process.
  • Competency Based Interview.
  • Studi kasus.
  • Observation.
  • Simulation.
  • Questionnaire.
  • Assessment discussion.

26. Behavioral Assessment Process

  • Mengidentifikasi perilaku yang relevan.
  • Mencari behavioral evidence.
  • Mencocokkan evidence dengan indikator.
  • Menentukan level kompetensi.
  • Mendokumentasikan hasil assessment.

27. Competency Based Interview

  • Konsep Competency Based Interview.
  • Menyusun pertanyaan berbasis kompetensi.
  • Menggali pengalaman masa lalu.
  • Menggali behavioral evidence.
  • Probing technique.
  • Scoring competency.

28. Behavioral Event Interview – BEI

  • Konsep Behavioral Event Interview.
  • Menggali critical events.
  • Mengidentifikasi Situation.
  • Mengidentifikasi Task.
  • Mengidentifikasi Action.
  • Mengidentifikasi Result.
  • Menghubungkan evidence dengan competency.

29. Studi Kasus Sebagai Metode Assessment

  • Menyusun kasus berbasis kompetensi.
  • Mengamati analytical skill.
  • Mengamati problem solving.
  • Mengamati decision making.
  • Mengamati managerial competency.

30. Observation & Simulation

  • Observation technique.
  • Simulation design.
  • Role play.
  • Group exercise.
  • Behavior recording.
  • Assessment scoring.

31. Assessment Scoring

  • Menentukan scoring scale.
  • Membandingkan evidence dengan competency indicator.
  • Menentukan actual competency level.
  • Mengurangi assessor bias.
  • Meningkatkan consistency of rating.

32. Competency Gap Analysis

  • Required competency.
  • Actual competency.
  • Competency gap.
  • Positive gap.
  • Development gap.
  • Critical competency gap.

33. Competency Mapping

  • Mapping individu berdasarkan kompetensi.
  • Mapping kompetensi unit kerja.
  • Mapping competency gap.
  • Identifikasi strength.
  • Identifikasi development area.
  • Competency profile.

34. Diskusi Hasil Assessment

  • Membandingkan hasil antar assessor.
  • Evidence discussion.
  • Scoring calibration.
  • Consensus rating.
  • Final competency profile.

35. Feedback Hasil Assessment

  • Tujuan feedback.
  • Menyampaikan strength.
  • Menyampaikan development area.
  • Memberikan feedback secara objektif.
  • Mendorong development commitment.
  • Menyusun action plan.

36. Individual Development Plan – IDP

  • Menerjemahkan competency gap menjadi development need.
  • Menentukan development priority.
  • Training.
  • Coaching.
  • Mentoring.
  • Job assignment.
  • Self development.

37. Integrasi Competency Assessment Dengan HR System

  • Recruitment & Selection.
  • Training & Development.
  • Performance Management.
  • Career Management.
  • Talent Management.
  • Succession Planning.

38. Competency Mapping Untuk Talent Management

  • Identifikasi talent.
  • Identifikasi high potential employee.
  • Competency profile.
  • Development priority.
  • Talent Pool.
  • Leadership pipeline.

39. Competency Mapping Untuk Succession Planning

  • Identifikasi critical position.
  • Identifikasi successor.
  • Membandingkan competency requirement.
  • Mengidentifikasi readiness level.
  • Menyusun development plan.

40. Workshop Mapping & Assessing Competency

  • Identifikasi jabatan.
  • Identifikasi Job Family.
  • Menyusun alternatif kompetensi.
  • Membuat definisi kompetensi.
  • Menyusun competency level.
  • Menyusun behavioral indicator.
  • Menyusun competency matrix.
  • Simulasi Competency Based Interview.
  • Simulasi assessment scoring.
  • Menyusun Competency Gap & Development Plan.

Metode Training

  • Interactive Presentation.
  • Discussion.
  • Case Study.
  • Individual Exercise.
  • Group Workshop.
  • Competency Mapping Exercise.
  • Competency Dictionary Workshop.
  • Competency Based Interview Simulation.
  • Assessment Exercise.
  • Feedback Practice.
  • Question & Answer.

Target Peserta Training

Pada halaman sumber, target peserta Training Mapping & Assessing Competency disebut sebagai pihak yang membutuhkan pelatihan ini. Secara praktis, program ini relevan bagi profesional yang bertanggung jawab terhadap competency management dan pengembangan SDM.

  • HR Manager.
  • HR Supervisor.
  • HR Staff.
  • Human Capital Manager.
  • Human Capital Professional.
  • Competency Development.
  • Talent Management.
  • Organization Development.
  • Learning & Development.
  • Recruitment & Selection.
  • Performance Management.
  • Assessor.
  • Internal Assessor.
  • Department Head.
  • Manager / Supervisor yang melakukan penilaian kompetensi.
  • Pihak yang bertanggung jawab dalam penerapan CBHRM.

Trainer / Fasilitator

Dra. Ani Wijaya, MM, Psi.

Trainer Johnson Indonesia dengan kompetensi dalam Human Resources Management, Competency-Based HR Management, Competency Mapping, Competency Assessment, Performance Management dan Human Resources Development.

Jadwal Training Mapping & Assessing Competency 

Periode

Tanggal Pelaksanaan

September 2026

09–10 September 2026

Oktober 2026

12–13 Oktober 2026

November 2026

11–12 November 2026

Desember 2026

08–09 Desember 2026

Januari 2027

12–13 Januari 2027

Februari 2027

09–10 Februari 2027

Maret 2027

23–24 Maret 2027

April 2027

13–14 April 2027

Mei 2027

11–12 Mei 2027

Juni 2027

08–09 Juni 2027

Juli 2027

13–14 Juli 2027

Agustus 2027

10–11 Agustus 2027

September 2027

14–15 September 2027

Oktober 2027

12–13 Oktober 2027

November 2027

09–10 November 2027

Desember 2027

07–08 Desember 2027

Catatan: jadwal training disarankan melakukan konfirmasi sebelum pendaftaran.

Jam Pelaksanaan Training

  • Online Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
  • Offline Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Metode Pelaksanaan

  • Online Training: Zoom Meeting.
  • Offline Training: Hotel / Johnson Training Center.
  • Private Training: Johnson Indonesia Training Center.
  • In-House Training: dapat diselenggarakan di lokasi perusahaan.

Lokasi Training

Alternatif lokasi pelaksanaan Training Mapping & Assessing Competency di Jakarta antara lain Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim atau hotel lainnya yang akan dikonfirmasikan oleh Johnson Indonesia.

Fee Investasi Training Mapping & Assessing Competency

Online Training

Rp 5.500.000/orang / 2 hari full day

Offline Training Jakarta

Rp 5.950.000/orang / 2 hari full day

Minimal kuota 3 peserta dengan pelaksanaan training di hotel.

Private Training Jakarta

Rp 8.000.000/orang – PASTI RUNNING

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp 12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
  • Rp 8.500.000/orang untuk pengiriman 1–5 peserta.
  • Rp 8.000.000/orang untuk pengiriman di atas 5 peserta.

Fasilitas Training

  • Seminar Kit.
  • Certificate.
  • Lunch.
  • Snack.
  • Souvenir.

Daftar Client Training Mapping & Assessing Competency

Program ini relevan bagi perusahaan manufaktur, perbankan, jasa keuangan, energi, pertambangan, migas, telekomunikasi, distribusi, retail, logistik, konstruksi, BUMN dan berbagai organisasi yang sedang membangun Competency-Based Human Resource Management, competency dictionary maupun sistem competency assessment.

In-House Training Mapping & Assessing Competency

Johnson Indonesia menyediakan In-House Training Mapping & Assessing Competency bagi perusahaan yang ingin membangun atau menyempurnakan Competency Model, Competency Dictionary, Competency Matrix dan Competency Assessment System sesuai kebutuhan internal perusahaan.

Materi In-House dapat disesuaikan dengan struktur organisasi, job description, job family, corporate values, competency model maupun HR system yang telah digunakan perusahaan.

Perusahaan juga dapat membawa dokumen internal seperti job description, competency dictionary, competency matrix atau competency profile sebagai studi kasus dan bahan workshop agar hasil training lebih aplikatif.

Training Terkait Mapping & Assessing Competency

Untuk memperkuat topical authority mengenai competency management, CBHRM dan Human Resources Development, beberapa program Johnson Indonesia berikut relevan sebagai internal link:

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Training Mapping & Assessing Competency Johnson Indonesia memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses membangun competency model hingga melakukan assessment dan mengidentifikasi competency gap.

Johnson Indonesia merupakan Training Provider Since 2002 yang menyediakan Public Training, Online Training, Offline Training, Private Training serta In-House Training untuk berbagai kebutuhan pengembangan kompetensi profesional dan sumber daya manusia.

FAQ Training Mapping & Assessing Competency

Apa itu Competency Mapping?

Competency Mapping adalah proses mengidentifikasi dan memetakan kompetensi yang dibutuhkan oleh organisasi, jabatan maupun individu untuk menjalankan pekerjaan secara efektif.

Apa itu Competency Assessment?

Competency Assessment adalah proses menilai tingkat kompetensi aktual seseorang berdasarkan standar kompetensi, behavioral indicator dan bukti perilaku yang relevan.

Apa hubungan Competency Mapping dengan CBHRM?

Competency Mapping merupakan salah satu dasar penerapan Competency-Based Human Resource Management karena competency model digunakan sebagai acuan recruitment, training, performance management, talent management dan succession planning.

Apa itu Competency Dictionary?

Competency Dictionary atau kamus kompetensi adalah dokumen yang memuat nama kompetensi, definisi, level penguasaan dan behavioral indicator yang digunakan sebagai standar dalam organisasi.

Apa yang dimaksud Competency Gap?

Competency Gap merupakan selisih antara competency level yang dibutuhkan oleh suatu jabatan dengan competency level aktual individu yang memegang jabatan tersebut.

Apakah training membahas Competency Based Interview?

Ya. Materi sumber mencakup Competency Based Interview sebagai salah satu metode penilaian kompetensi.

Apakah training membahas Behavioral Assessment?

Ya. Behavioral Assessment Process merupakan salah satu metode assessment yang dibahas dalam training untuk membantu assessor memperoleh behavioral evidence yang lebih objektif.

Siapa yang cocok mengikuti training ini?

Program ini relevan untuk HR Manager, HR Supervisor, Human Capital, Talent Management, Organization Development, Learning & Development, assessor, manager dan pihak lain yang bertanggung jawab terhadap sistem kompetensi perusahaan.

Apakah materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan?

Ya. Pada halaman program secara eksplisit disebutkan bahwa materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan client, khususnya untuk program In-House Training.

Apakah tersedia In-House Training?

Ya. Johnson Indonesia menyediakan In-House Training Mapping & Assessing Competency dengan workshop yang dapat menggunakan job description, competency dictionary dan competency model perusahaan sebagai bahan pembahasan.

Informasi & Pendaftaran

Johnson Indonesia – Training Center
Training Provider Since 2002
Telp: (021) 541 9152 / 541 7516
HP / WhatsApp: 0815 972 5020
Email: infotraining27@gmail.com
Website: www.seminarjohnson.com
Website: www.trainingjohnson.com

Hubungi Johnson Indonesia untuk informasi terbaru mengenai Training Mapping & Assessing Competency, Competency Mapping Training, Competency Assessment, Competency Dictionary, CBHRM, Public Training, Online Training, Offline Training, Private Training maupun In-House Training.

Scroll to Top
Call Us Now