https://www.seminarjohnson.com/wp-content/uploads/2026/09/Basic-Attitude-for-Receptionist.png

Training Basic Attitude For Receptionist 

Training Basic Attitude For Receptionist merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi receptionist dalam memberikan pelayanan yang ramah, profesional, komunikatif, dan berorientasi pada Service Excellence. Receptionist merupakan salah satu garda terdepan perusahaan yang berinteraksi langsung dengan tamu, pelanggan, mitra bisnis, maupun stakeholder sehingga kualitas sikap dan pelayanan receptionist akan memengaruhi kesan pertama terhadap perusahaan.

Seorang receptionist profesional tidak hanya bertugas menerima tamu dan telepon. Receptionist juga berperan sebagai representasi perusahaan yang membutuhkan Professional Attitude, Service Excellence, Communication Skill, Telephone Courtesy, Grooming, Positive Mindset, Emotional Management, serta kemampuan menangani berbagai situasi pelayanan dengan tepat.

Melalui Pelatihan Basic Attitude For Receptionist, peserta akan mempelajari konsep pelayanan, Service Excellence, peran receptionist, sikap profesional dalam bekerja, konsep ABC pembentuk profesional yang meliputi Appearance, Behavior dan Competencies, keterampilan komunikasi, keterampilan bertelepon, serta teknik menghadapi situasi sulit dan mengelola emosi.

Mengapa Training Basic Attitude For Receptionist Penting?

Receptionist sering menjadi orang pertama yang ditemui ketika tamu atau pelanggan berinteraksi dengan perusahaan. Penampilan, cara menyambut, pilihan kata, bahasa tubuh, nada suara, kecepatan memberikan informasi, serta kemampuan menangani kebutuhan tamu akan membentuk persepsi awal terhadap kualitas perusahaan.

Receptionist yang memiliki sikap profesional dapat menciptakan pengalaman positif bagi tamu dan pelanggan. Sebaliknya, pelayanan yang tidak ramah, komunikasi yang kurang jelas, penampilan yang tidak sesuai, atau penanganan telepon yang tidak profesional dapat memengaruhi citra perusahaan.

Karena itu, Training Receptionist Profesional diperlukan untuk membangun standar sikap, perilaku, komunikasi, pelayanan, dan kompetensi yang konsisten sehingga receptionist mampu menjalankan perannya secara profesional sekaligus mendukung terciptanya Service Excellence.

Manfaat Training Basic Attitude For Receptionist

  • Memahami fungsi dan peran seorang Receptionist di perusahaan.
  • Memahami pentingnya memberikan layanan prima dalam bekerja.
  • Membangun sikap dan perilaku profesional.
  • Memahami prinsip dasar komunikasi efektif.
  • Meningkatkan kemampuan memberikan Service Excellence.
  • Meningkatkan kemampuan menerima dan melayani tamu secara profesional.
  • Meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal.
  • Memahami pentingnya penampilan profesional.
  • Membangun Positive Mindset dalam memberikan pelayanan.
  • Meningkatkan keterampilan menerima dan melakukan panggilan telepon.
  • Memahami Telephone Etiquette dan Telephone Courtesy.
  • Meningkatkan kemampuan menangani situasi sulit.
  • Meningkatkan kemampuan mengelola emosi dalam pelayanan.
  • Mendukung peningkatan citra positif perusahaan.

Materi Training Basic Attitude For Receptionist

1. Konsep Service

  • Pemahaman tentang Service.
  • Makna pelayanan bagi perusahaan.
  • Customer Oriented Service.
  • Kualitas pelayanan.
  • Customer Expectation.
  • Customer Experience.

Pelayanan merupakan bagian penting dari pengalaman pelanggan ketika berhubungan dengan perusahaan. Receptionist perlu memahami bahwa setiap interaksi, baik secara langsung maupun melalui telepon, dapat memberikan pengaruh terhadap persepsi pelanggan mengenai kualitas organisasi.

2. Service Excellence

  • Pengertian Service Excellence.
  • Tujuan pelayanan prima.
  • Prinsip pelayanan profesional.
  • Membangun Customer Satisfaction.
  • Menciptakan pengalaman pelayanan yang positif.
  • Konsistensi dalam memberikan pelayanan.

Service Excellence merupakan kemampuan memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Receptionist perlu memiliki orientasi pelayanan yang kuat karena posisinya menjadi salah satu titik kontak utama antara perusahaan dengan pihak eksternal.

3. Peran Receptionist

  • Fungsi Receptionist dalam organisasi.
  • Receptionist sebagai Front Liner perusahaan.
  • Receptionist sebagai representasi perusahaan.
  • Peran dalam menerima tamu.
  • Peran dalam memberikan informasi.
  • Peran dalam menangani komunikasi telepon.
  • Menjaga citra profesional perusahaan.

Receptionist merupakan bagian penting dari Front Office dan memiliki peran strategis dalam membangun kesan pertama. Sikap profesional receptionist dapat membantu memperkuat corporate image serta meningkatkan kenyamanan tamu dan pelanggan ketika berinteraksi dengan perusahaan.

Sikap Profesional dalam Bekerja

4. Pemahaman Profesional

  • Pengertian profesionalisme.
  • Sikap profesional dalam bekerja.
  • Etika profesional.
  • Disiplin dan tanggung jawab.
  • Integritas dalam pelayanan.
  • Konsistensi perilaku profesional.

5. Faktor Pembentuk Profesionalisme

  • Knowledge.
  • Skill.
  • Attitude.
  • Mindset.
  • Behavior.
  • Work Habit.
  • Service Orientation.

6. Manfaat Sikap Profesional

  • Meningkatkan kepercayaan pelanggan.
  • Membangun Corporate Image yang positif.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan.
  • Meningkatkan rasa percaya diri.
  • Membangun hubungan kerja profesional.
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan.

ABC Pembentuk Receptionist Profesional

7. Appearance – Pentingnya Penampilan Diri

  • Professional Appearance.
  • Personal Grooming.
  • Kerapian dan kebersihan diri.
  • Penampilan sesuai lingkungan perusahaan.
  • First Impression.
  • Body Language.
  • Membangun citra profesional melalui penampilan.

Appearance menjadi bagian penting karena receptionist berhadapan langsung dengan tamu dan pelanggan. Penampilan yang rapi, bersih, profesional, dan sesuai dengan budaya perusahaan membantu menciptakan kesan pertama yang positif.

8. Behavior – Perilaku Profesional

  • Mengelola Mindset.
  • Membentuk sikap mental positif.
  • Membangun kebiasaan positif.
  • Hospitality.
  • Courtesy.
  • Respect.
  • Empathy.
  • Service Oriented Behavior.

Behavior mencerminkan kualitas pelayanan seorang receptionist. Keramahan, kesopanan, kesabaran, perhatian, empati, dan kesiapan membantu pelanggan perlu menjadi kebiasaan yang konsisten dalam setiap interaksi.

9. Competencies – Kompetensi Receptionist

  • Communication Skill.
  • Interpersonal Skill.
  • Telephone Handling Skill.
  • Customer Service Skill.
  • Problem Solving.
  • Emotional Management.
  • Time Management.
  • Professional Service Skill.

Konsep ABC – Appearance, Behavior, Competencies membantu peserta memahami bahwa profesionalisme tidak hanya ditentukan oleh penampilan. Receptionist juga membutuhkan perilaku positif dan kompetensi kerja yang mendukung kualitas pelayanan.

Keterampilan Komunikasi Receptionist

10. Proses Komunikasi

  • Sender dan Receiver.
  • Message.
  • Communication Channel.
  • Feedback.
  • Communication Noise.
  • Memastikan kesamaan pemahaman.

11. 3V dalam Komunikasi

  • Verbal.
  • Vocal.
  • Visual.
  • Keselarasan kata, suara, dan bahasa tubuh.

Receptionist perlu memahami bahwa pelanggan tidak hanya memperhatikan kata-kata yang disampaikan. Nada suara, ekspresi wajah, kontak mata, gesture, dan bahasa tubuh juga berperan dalam menentukan kualitas komunikasi.

12. Komunikasi Efektif

  • Menyampaikan informasi secara jelas.
  • Memilih kata yang profesional.
  • Active Listening.
  • Questioning Technique.
  • Clarification.
  • Memberikan feedback.
  • Menjaga keramahan dalam komunikasi.

13. Bahasa Tubuh dalam Komunikasi

  • Eye Contact.
  • Facial Expression.
  • Posture.
  • Gesture.
  • Smile.
  • Professional Body Language.

Keterampilan Bertelepon untuk Receptionist

14. Menerima Telepon – Incoming Call

  • Persiapan menerima telepon.
  • Professional Greeting.
  • Mengidentifikasi kebutuhan penelepon.
  • Active Listening melalui telepon.
  • Mencatat pesan secara akurat.
  • Transfer Call secara profesional.
  • Menutup pembicaraan dengan baik.

15. Melakukan Panggilan Telepon – Outgoing Call

  • Persiapan sebelum menelepon.
  • Memperkenalkan diri dan perusahaan.
  • Menyampaikan tujuan telepon.
  • Menyampaikan informasi secara singkat dan jelas.
  • Melakukan konfirmasi.
  • Menutup panggilan secara profesional.

16. Etiket Bertelepon dan Menggunakan Handphone

  • Telephone Etiquette.
  • Telephone Courtesy.
  • Professional Voice.
  • Voice Tone.
  • Volume dan kecepatan berbicara.
  • Do & Don’t dalam bertelepon.
  • Etika penggunaan handphone di lingkungan kerja.

Telephone Handling Skill merupakan kompetensi penting bagi receptionist karena pelanggan dapat membentuk persepsi terhadap perusahaan hanya melalui percakapan telepon. Suara, pilihan kata, kecepatan respons, kemampuan mendengarkan, dan ketepatan memberikan informasi harus mencerminkan profesionalisme perusahaan.

Mengatasi Situasi Sulit

17. Situasi Sulit yang Dihadapi Receptionist

  • Menghadapi tamu yang tidak memiliki appointment.
  • Menghadapi pelanggan yang terburu-buru.
  • Menghadapi pelanggan yang tidak puas.
  • Menghadapi permintaan informasi yang tidak dapat diberikan.
  • Menghadapi kesalahpahaman.
  • Menghadapi tekanan dalam pelayanan.
  • Menentukan kapan masalah perlu dieskalasikan.

18. Mengelola Emosi

  • Mengenali pemicu emosi.
  • Self Awareness.
  • Self Control.
  • Menjaga ketenangan.
  • Tidak mengambil keluhan secara personal.
  • Menjaga komunikasi tetap profesional.
  • Solution Oriented Attitude.

Kemampuan mengelola emosi membantu receptionist tetap tenang dan profesional ketika menghadapi tekanan maupun pelanggan yang sulit. Receptionist perlu menjaga kualitas pelayanan tanpa terbawa oleh emosi pihak lain.

Receptionist Sebagai First Impression Perusahaan

Receptionist memiliki peran penting dalam menciptakan First Impression. Sebelum pelanggan bertemu dengan pihak yang dituju, pengalaman pertama sering dimulai dari receptionist. Cara menyambut, senyum, komunikasi, kemampuan memberikan informasi, dan kecepatan membantu tamu akan memberikan gambaran awal mengenai profesionalisme perusahaan.

Karena itu, perusahaan perlu memastikan receptionist memiliki standar pelayanan yang konsisten agar setiap pelanggan, tamu, dan mitra bisnis memperoleh pengalaman yang positif sejak interaksi pertama.

Service Excellence untuk Receptionist

Service Excellence untuk Receptionist berarti memberikan pelayanan yang tidak hanya benar secara prosedural, tetapi juga ramah, responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Receptionist perlu memahami bahwa kebutuhan setiap tamu dapat berbeda sehingga pelayanan membutuhkan fleksibilitas tanpa mengabaikan standar perusahaan.

Professional Grooming untuk Receptionist

Penampilan merupakan salah satu komponen profesionalisme receptionist. Professional Grooming mencakup kebersihan, kerapian, cara berpakaian, postur, ekspresi, serta keseluruhan penampilan yang sesuai dengan citra dan standar perusahaan.

Penampilan profesional harus didukung oleh Behavior dan Competencies. Receptionist yang terlihat profesional tetapi tidak memiliki komunikasi dan service attitude yang baik belum dapat memberikan pelayanan secara optimal.

Communication Skill untuk Receptionist

Communication Skill untuk Receptionist dibutuhkan ketika menerima tamu, memberikan informasi, menghubungi karyawan internal, menerima telepon, mencatat pesan, maupun menangani pertanyaan pelanggan. Komunikasi harus jelas, sopan, singkat, akurat, dan mudah dipahami.

Telephone Handling untuk Receptionist

Ketika komunikasi dilakukan melalui telepon, pelanggan tidak dapat melihat ekspresi dan bahasa tubuh receptionist. Karena itu, kualitas suara, intonasi, kejelasan kata, keramahan, kemampuan mendengarkan, dan ketepatan informasi menjadi semakin penting.

Kemampuan Incoming Call dan Outgoing Call yang profesional membantu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga citra perusahaan dalam setiap komunikasi melalui telepon.

Basic Attitude untuk Meningkatkan Corporate Image

Sikap receptionist dapat memberikan pengaruh terhadap Corporate Image. Pelanggan yang mendapatkan sambutan ramah, pelayanan cepat, komunikasi profesional, dan bantuan yang tepat akan memperoleh pengalaman yang lebih positif ketika berinteraksi dengan perusahaan.

Karena itu, pengembangan Basic Attitude Receptionist merupakan investasi dalam meningkatkan kualitas Front Office sekaligus mendukung reputasi perusahaan.

Kompetensi yang Dikembangkan

  • Professional Attitude.
  • Service Excellence.
  • Customer Service.
  • Professional Grooming.
  • Positive Mindset.
  • Professional Behavior.
  • Communication Skill.
  • Interpersonal Communication.
  • Active Listening.
  • Body Language.
  • Telephone Handling.
  • Telephone Courtesy.
  • Incoming & Outgoing Call.
  • Emotional Management.
  • Handling Difficult Situation.

Target Peserta Training

Training Basic Attitude For Receptionist ditujukan bagi Receptionist, Front Office Staff, Front Liner, Telephone Operator, Customer Service, Administrative Staff, Junior Secretary, serta pihak-pihak yang membutuhkan peningkatan kompetensi dalam pelayanan, komunikasi, profesionalisme, dan pengelolaan tamu.

Team Trainer Johnson Indonesia

  • Dra. Psi. Ani Wijaya, MM.

Metode Training

  • Interactive Class Training.
  • Individual Exercise.
  • Group Discussion.
  • Workshop & Case Study.
  • Role Play.
  • Telephone Handling Simulation.
  • Offline Training.
  • Online Training.

Jadwal Training Basic Attitude For Receptionist

Periode Tanggal Pelaksanaan
Juli 2026 15–16 Juli 2026
Agustus 2026 20–21 Agustus 2026
September 2026 21–22 September 2026
Oktober 2026 21–22 Oktober 2026
November 2026 25–26 November 2026
Desember 2026 29–30 Desember 2026

Jadwal Training Basic Attitude For Receptionist 

Periode Tanggal Pelaksanaan
Januari 2027 28–29 Januari 2027
Februari 2027 26–27 Februari 2027
Maret 2027 03–04 Maret 2027
April 2027 27–28 April 2027
Mei 2027 06–07 Mei 2027
Juni 2027 29–30 Juni 2027

Jam Pelaksanaan

  • Offline Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
  • Online Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Lokasi Training

Offline Training dapat dilaksanakan di hotel yang ditentukan oleh Johnson Indonesia atau di Johnson Training Center. Lokasi pelaksanaan akan dikonfirmasikan kepada peserta sebelum training berlangsung dan dapat disesuaikan untuk kebutuhan program perusahaan.

Fee Investasi Training

Offline Training Jakarta

Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari dengan minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.

Investasi sudah termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
  • Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
  • Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Private Onsite Training

  • Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
  • Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
  • Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Online Training

Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan training selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Public Training Basic Attitude For Receptionist

Johnson Indonesia menyediakan Public Training Basic Attitude For Receptionist bagi peserta yang ingin meningkatkan kemampuan Professional Attitude, Service Excellence, Communication Skill, Professional Grooming, Telephone Handling, Customer Service, serta Handling Difficult Situation.

In-House Training Basic Attitude For Receptionist

Program In-House Training Basic Attitude For Receptionist dapat disesuaikan dengan standar pelayanan perusahaan, budaya organisasi, karakter pelanggan, SOP penerimaan tamu, standar penampilan, prosedur komunikasi, dan kebutuhan Front Office. Role Play serta simulasi dapat menggunakan situasi nyata perusahaan sehingga materi lebih aplikatif.

Daftar Client Johnson Indonesia

Pada halaman khusus Training Basic Attitude For Receptionist belum dicantumkan nama perusahaan client secara spesifik. Untuk menjaga keakuratan informasi dan menghindari pencantuman perusahaan yang tidak terkait langsung dengan program ini, nama client tidak ditambahkan secara manual. Informasi perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan Johnson Indonesia dapat dilihat melalui halaman Daftar Client Johnson Indonesia.

Training Terkait 

Untuk meningkatkan kompetensi Receptionist, Front Office, Customer Service, Telephone Operator, dan Front Liner secara lebih komprehensif, peserta dapat mengikuti beberapa program training terkait berikut:

Basic Attitude Receptionist untuk Meningkatkan Customer Experience

Pengalaman pelanggan tidak hanya dibentuk ketika membeli produk atau menggunakan jasa. Pengalaman tersebut dapat dimulai sejak pelanggan memasuki kantor, bertanya kepada receptionist, melakukan panggilan telepon, atau meminta informasi.

Receptionist dengan Professional Attitude dan Service Excellence dapat membantu menciptakan Customer Experience yang lebih positif melalui keramahan, kecepatan respons, kejelasan informasi, serta kemampuan memahami kebutuhan pelanggan.

Receptionist Professional untuk Meningkatkan Kualitas Front Office

Front Office merupakan salah satu area yang memiliki kontak langsung dengan pihak eksternal. Karena itu, perusahaan membutuhkan receptionist yang memahami standar pelayanan, etika komunikasi, Professional Grooming, Telephone Courtesy, dan cara menghadapi berbagai karakter tamu.

Pengembangan kompetensi receptionist membantu perusahaan membangun standar Front Office yang lebih konsisten sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dan stakeholder.

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi profesional dan kualitas sumber daya manusia.

Melalui Training Basic Attitude For Receptionist Johnson Indonesia, peserta memperoleh pembelajaran mengenai Service Excellence, Professional Attitude, Appearance, Behavior, Competencies, Communication Skill, Telephone Handling, dan Emotional Management yang dapat diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.

Daftar Training Basic Attitude For Receptionist

Tingkatkan profesionalisme Receptionist dan kualitas pelayanan Front Office melalui Training Basic Attitude For Receptionist Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training sesuai kebutuhan peserta maupun perusahaan.

Scroll to Top
Call Us Now